Jumat, 4 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Sebut Demokrasi RI Alami Kemunduran, Hasto Beberkan 5 Agenda Strategis PDIP di Forum Asia

admin by admin
4 September 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyoroti kemunduran demokrasi (democratic backsliding) dan mengingatkan ancaman populisme otoriter yang berkembang di berbagai negara. Untuk memperkuat ketahanan demokrasi, Hasto menawarkan lima agenda strategis yang antara lain menekankan supremasi hukum, pelembagaan partai politik, hingga penguatan masyarakat sipil.

Hal tersebut disampaikan Hasto saat memberikan keynote address bertajuk “Democracy in the Age of Authoritarian Populism: Strategy through Party Institutionalization” dalam pembukaan CALD Conference on Democratic Resilience in Southeast and East Asia sekaligus 9th CALD Party Management Workshop di Karaton Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Forum internasional yang diinisiasi Council of Asian Liberals and Democrats (CALD), berkolaborasi dengan PDI Perjuangan dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia tersebut diikuti puluhan delegasi dari berbagai negara.

Mengawali pidatonya, Hasto menyampaikan salam dari Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri. Hasto kemudian mengajak peserta meneriakkan salam “Merdeka!” sebelum memaparkan tantangan demokrasi di tengah menguatnya populisme otoriter.

Menurut Hasto, fenomena populisme otoriter kerap menggunakan bahasa dan sentimen kerakyatan untuk memperoleh dukungan. Namun, dalam praktik kekuasaan, fenomena tersebut justru dapat melemahkan institusi demokrasi, menekan kebebasan pers, serta menjauhkan penegakan hukum dari rasa keadilan.

Hasto secara khusus menyinggung dinamika demokrasi Indonesia dan Pemilu 2024.

“Kedaulatan rakyat adalah inti dari jiwa PDI Perjuangan. Apa yang terjadi pada Pemilu 2024 di Indonesia adalah puncak kemenangan bagi populisme otoriter yang dibangun secara bertahap, khususnya sejak periode kedua Jokowi. Norma-norma demokrasi dilanggar, masyarakat sipil diperlemah, dan demokrasi mengalami kemunduran (backsliding),” tegas Hasto di hadapan para delegasi.

Mengutip pemikiran Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt dalam buku How Democracies Die, Hasto mengatakan kemunduran demokrasi dapat terjadi ketika partai politik gagal menjalankan perannya sebagai penjaga gerbang (gatekeepers) demokrasi. Dalam kondisi demikian, menurutnya, kekuasaan berisiko semakin terkonsentrasi dan tersandera kepentingan oligarki.

“Kita sedih dengan realitas ini, namun ini adalah kritik bagi kita semua untuk memastikan demokrasi bekerja dan rakyatlah yang berdaulat,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus membangun resiliensi demokrasi, Hasto menawarkan lima agenda strategis yang berangkat dari pengalaman empiris pelembagaan PDI Perjuangan.

Pertama, Strategi Seluruh Lapisan Masyarakat (Whole-of-Society Strategy). Strategi ini menempatkan partisipasi warga negara yang bebas dan aman sebagai fondasi demokrasi. Pada saat bersamaan, lembaga negara harus bekerja secara netral dan akuntabel serta mencegah pemusatan kekuasaan, korupsi, disinformasi, dan personalisasi kekuasaan pada figur tertentu.

Kedua, Supremasi Hukum (Rule of Law). Kepastian dan supremasi hukum harus ditegakkan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan, korupsi dan ketidakadilan, sekaligus mengatasi persoalan politik berbiaya tinggi.

Ketiga, Pelembagaan Partai Politik secara Substansial. Hasto menekankan pentingnya membangun institusi internal partai yang demokratis, kaderisasi berjenjang melalui Sekolah Partai, politik berbasis kebijakan (policy-based politics), integritas finansial, serta mekanisme suksesi kepemimpinan yang terukur.

Keempat, Fasilitasi Pemikiran Kritis dan Penguatan Masyarakat Sipil. Demokrasi membutuhkan kebebasan berpendapat dan ruang publik yang sehat. Karena itu, partai politik juga perlu membangun solidaritas dan hubungan yang kuat dengan gerakan masyarakat sipil (civil society).

Kelima, Demokrasi di Sektor Politik dan Ekonomi. Menurut Hasto, demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur politik dan pemilu. Demokratisasi juga harus diwujudkan dalam tata kelola ekonomi yang inklusif dengan orientasi utama mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Pada bagian akhir pidatonya, Hasto menayangkan video mengenai gagasan Teori Pelembagaan Partai Pelopor (Avant-Garde Party Institutionalization).

Konsep tersebut menekankan pentingnya pelembagaan secara sistemik agar partai politik memiliki organisasi yang stabil, terprediksi, berakar pada ideologi dan mampu bertahan melampaui ketergantungan terhadap figur individu.

Menurut Hasto, pelembagaan partai menjadi salah satu benteng penting menghadapi kecenderungan politik yang semakin berpusat pada figur sekaligus menjadi jalan untuk mengembalikan partai kepada fungsi utamanya sebagai instrumen kedaulatan rakyat.

“Di dalam forum CALD ini, kita berdiri teguh pada harapan bahwa rakyat biasa dapat mengelola pemerintahannya sendiri, perbedaan diselesaikan tanpa kekerasan, dan keadilan berdiri tegak di atas kekuasaan. Bersama FNF dan CALD, mari kita bangun demokrasi yang semakin matang dan sehat,” pungkas Hasto.

Pembukaan konferensi dipandu Angelina Dewi dan diawali sambutan panitia pelaksana lokal sekaligus politisi muda PDI Perjuangan, Cintya Amanda Labetta Arie Seno. Peserta juga menyaksikan pesan video dari Chairperson CALD Florencio “Butch” Abad serta sambutan Direktur Regional FNF Asia Moritz Kleine-Brockhoff.

Sejumlah politisi muda PDI Perjuangan turut hadir, di antaranya Hanjaya Setiawan, Mohamad Guntur Romli, Trini Puspa, dan Rahma Nur Agnitya Charliyan. Hadir pula jajaran DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta serta sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan di wilayah Yogyakarta, termasuk Hasto Wardoyo dan Endah Subekti Kuntariningsih. (Rls)

Tags: Hasto KristiyantoKoranmerapi.idMegawatiPDI PerjuanganRoyal Ambarrukmo

Related Posts

Code Berdaya: Kolaborasi UGM, Pemkot Jogja, dan Pemkab Sleman Sulap Sungai Code Jadi Kawasan Asri
News

Code Berdaya: Kolaborasi UGM, Pemkot Jogja, dan Pemkab Sleman Sulap Sungai Code Jadi Kawasan Asri

4 September 2026
Sentil MBG hingga Fenomena Swasembada Meme Politik, Andi Widjajanto Beberkan Jalur Kemunduran Demokrasi RI
News

Sentil MBG hingga Fenomena Swasembada Meme Politik, Andi Widjajanto Beberkan Jalur Kemunduran Demokrasi RI

4 September 2026
PWI DIY Dapati Gambaran Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga
News

PWI DIY Dapati Gambaran Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

4 September 2026
Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas, Pelatihan UMKM “Dari Sepi Jadi Dicari” Siap Digelar di Yogyakarta
News

Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas, Pelatihan UMKM “Dari Sepi Jadi Dicari” Siap Digelar di Yogyakarta

4 September 2026
Renovasi SD Ambruk Dimulai, Gubernur Pramono Diminta Evaluasi Kadis Pendidikan Nahdiana yang Bikin Malu
News

Renovasi SD Ambruk Dimulai, Gubernur Pramono Diminta Evaluasi Kadis Pendidikan Nahdiana yang Bikin Malu

3 September 2026
Kesbangpol DKI Jakarta Ajak 100 Ormas Perkuat Sinergi dan Jaga Kerukunan Jakarta
News

Kesbangpol DKI Jakarta Ajak 100 Ormas Perkuat Sinergi dan Jaga Kerukunan Jakarta

3 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Code Berdaya: Kolaborasi UGM, Pemkot Jogja, dan Pemkab Sleman Sulap Sungai Code Jadi Kawasan Asri

Code Berdaya: Kolaborasi UGM, Pemkot Jogja, dan Pemkab Sleman Sulap Sungai Code Jadi Kawasan Asri

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Code Berdaya: Kolaborasi UGM, Pemkot Jogja, dan Pemkab Sleman Sulap Sungai Code Jadi Kawasan Asri

Code Berdaya: Kolaborasi UGM, Pemkot Jogja, dan Pemkab Sleman Sulap Sungai Code Jadi Kawasan Asri

4 September 2026
Sentil MBG hingga Fenomena Swasembada Meme Politik, Andi Widjajanto Beberkan Jalur Kemunduran Demokrasi RI

Sentil MBG hingga Fenomena Swasembada Meme Politik, Andi Widjajanto Beberkan Jalur Kemunduran Demokrasi RI

4 September 2026
Sebut Demokrasi RI Alami Kemunduran, Hasto Beberkan 5 Agenda Strategis PDIP di Forum Asia

Sebut Demokrasi RI Alami Kemunduran, Hasto Beberkan 5 Agenda Strategis PDIP di Forum Asia

4 September 2026
PWI DIY Dapati Gambaran Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

PWI DIY Dapati Gambaran Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

4 September 2026
Code Berdaya: Kolaborasi UGM, Pemkot Jogja, dan Pemkab Sleman Sulap Sungai Code Jadi Kawasan Asri

Code Berdaya: Kolaborasi UGM, Pemkot Jogja, dan Pemkab Sleman Sulap Sungai Code Jadi Kawasan Asri

4 September 2026
Sentil MBG hingga Fenomena Swasembada Meme Politik, Andi Widjajanto Beberkan Jalur Kemunduran Demokrasi RI

Sentil MBG hingga Fenomena Swasembada Meme Politik, Andi Widjajanto Beberkan Jalur Kemunduran Demokrasi RI

4 September 2026
Sebut Demokrasi RI Alami Kemunduran, Hasto Beberkan 5 Agenda Strategis PDIP di Forum Asia

Sebut Demokrasi RI Alami Kemunduran, Hasto Beberkan 5 Agenda Strategis PDIP di Forum Asia

4 September 2026
PWI DIY Dapati Gambaran Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

PWI DIY Dapati Gambaran Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

4 September 2026
Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas, Pelatihan UMKM “Dari Sepi Jadi Dicari” Siap Digelar di Yogyakarta

Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas, Pelatihan UMKM “Dari Sepi Jadi Dicari” Siap Digelar di Yogyakarta

4 September 2026
Renovasi SD Ambruk Dimulai, Gubernur Pramono Diminta Evaluasi Kadis Pendidikan Nahdiana yang Bikin Malu

Renovasi SD Ambruk Dimulai, Gubernur Pramono Diminta Evaluasi Kadis Pendidikan Nahdiana yang Bikin Malu

3 September 2026