KORAN MERAPI — STIKES Bethesda YAKKUM bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, menginisiasi dibukanya program Sekolah Lansia di wilayah kampung Ngadiwinatan, Kelurahan Ngampilan, Yogyakarta. Dengan jargon Semar (Sehat, Edukatif, Mandiri, Aktif, dan Rukun), sekolah untuk para lansia ini telah dilaunching pada Rabu, 7 Oktober 2026 di Balai Serba Guna RW 13 Kampung Ngadiwinatan. Acara tersebut selain diikuti sejumlah lansia dari kampung Ngadiwinatan, juga dihadiri beberapa pejabat perwakilan dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Diantaranya dari Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas P3AP2KB, Dinas Sosnakertrans, Kemantren Ngampilan, dan Kelurahan Ngampilan.
Sekolah Lansia merupakan program pengabdian masyarakat yang digagas STIKES Bethesda sebagai wadah bagi para lansia untuk mendapatkan edukasi atau pendampingan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, kemandirian, hingga pada pengembangan potensi diri. Selain itu Sekolah Lansia juga sekaligus menjadi wadah bagi para lansia untuk saling bersosialisasi dan berinteraksi dengan komunitasnya. Dengan mengikuti sekolah lansia diharapkan kaum lansia juga bisa membangun persepsi bahwa usia tua tidak menjadi kendala untuk terus belajar dan berkarya.
Beberapa edukasi yang diberikan melalui program Sekolah Lansia, diantaranya memberikan pemahaman tentang gizi dan pencegahan penyakit untuk menjaga kesehatan fisik dan mental lansia. Selain itu, ada juga pembekalan mengenai pengetahuan tentang kemandirian agar dalam mengurus dirinya lansia tidak perlu bergantung pada orang lain.
Mengambil tempat Balai Serba Guna RW 13, kegiatan Sekolah Lansia akan dilaksanakan sekali dalam dalam dua minggu yang akan berjalan hingga program pembelajaran yang sudah dirancang selesai secara keseluruhan. Sekolah non formal ini nantinya juga akan memberikan sertifikat bagi lansia yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.
Pembukaan Sekolah Lansia salah satunya dilatarbelakangi dengan tingginya jumlah lansia di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut data SUPAS 2025, presentase lansia di DIY mencapai angka 17,873 persen. Data BPS Yogyakarta dalam angka tahun 2024 menyebutkan, jumlah lansia khusus di Kota Yogyakarta sendiri sudah mencapai 60.750 ribu jiwa. Sementara itu angka harapan hidup di DIY merupakan yang tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 73,6 tahun untuk laki-laki dan 77,4 tahun untuk perempuan. Namun disisi lain usia harapan hidup sehat Indonesia hanya sekitar 62-63 tahun.
Artinya usia panjang warga DIY , dimasa tuanya belum tentu disertai dengan kualitas hidup yang baik atau sehat. Kondisi ini menutut pemerintah daerah untuk menyiapkan layanan Kesehatan, perlindungan sosial dan infrastruktur yang ramah bagi lansia. Kualitas hidup lansia bisa ditingkatkan melalui upaya preventif dan promotif yang konsisten agar lansia tetap sehat, aktif, dan produktif.
Ketua STIKES Bethesda YAKKUM, Vivi Retno Intening, S. Kep.Ns. MAN., Ph.D. NS., menuturkan bahwa program Sekolah Lansia merupakan bagian pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi, yang telah terintegrasikan dengan program pemerintah Kota Yogyakarta. Dan untuk diketahui bahwa pelayanan geriatri atau pelayanan kepada lansia, merupakan salah satu visi unggulan dalam program studi D3 Keperawatan di STIKES Bethesda. Dengan dibukanya sekolah lansia tentu diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup lansia.
“Kalau kita lihat ternyata di wilayah di Yogyakarta jumlah lansianya banyak. Hal inilah yang mendasari kami ditengah bapak ibu semua, untuk bersama sama berproses bersama, mewujudkan lansia yang berdaya guna dan mandiri yang tentunya juga sehat. Sehingga pada kesempatan ini kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan ruang kepada STIKES Bethesda untuk memberikan dampak yang positif kepada mnasyarakat, utamanya kepada bapak ibu lansia. Sehingga harapannya nanti akan muncul sekolah lansia lainnya setelah yang perdana ini,” jelas Vivi Retno Intening di acara launching sekolah lansia.
Sementara itu menanggapi hadirnya sekolah lansia di Ngampilan, mantri pamong praja Ngampilan Arif Luhur Kurniawan. S.I.P mengharapkan program penanganan lansia khususnya di Ngampilan bisa menjadi lebih terarah.
Harus dimengerti bahwa setiap manusia pada dasarnya akan memasuki masa lansia. Hanya saja belum tentu semua orang bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi situasi dan kondisi ketika memasuki masa lansia. Kehadiran sekolah lansia merupakan satu upaya untuk mengantisipasi agar apa yang dikhawatirkan seseorang ketika memasuki masa lansia itu tidak terjadi.
“Kadang kadang kita belum siap tiba tiba menjadi lansia. Lalu bingung dan merasa sendiri., kesepian. Makanya sekolah lansia ini betul betul menyiapkan untuk itu semua, agar lansia secara pribadi bisa mandiri dan sehat. Tentunya sehat secara fisik maupun sehat secara psikis,” jelas Arif Luhur Kurniawan.
Sedangkan Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga Gizi) Dinkes Kota Yogyakartra, Iswari Paramita S.K.M. MPA., pada kesempatan tersebut menyambut postif dan mengapresiasi dengan dibukanya sekolah lansia di Ngampilan. Ia menyampaikan bahwa penanganan kesehatan lansia menjadi salah satu konsen dari Dinas Kesehatan. Ia berharap keberadaan sekolah lansia di Ngampilan bisa menyentuh juga lansia yang dalam kondisi memerlukan perawatan jangka panjang (PJP).
“Bapak ibu ini (siswa-siswi sekolah lansia—red) sehat semua ya, dan harapannya tetap sehat selalu ya, jangan sampai menjadi lansia PJP (memerlukan perawatan jangka panjang). Tapi di ngampilan mungkin ada lansia yang dalam kondisi PJP. Tentu lansia PJP ini sangat membutuhkan dukungan, mungkin nanti mahasiswa di sekolah lansia bisa mengunjungi anjang sana kepada lansia PJP,.” jelas Iswari (Bas)



















