KORAN MERAPI — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Tim Ad Hoc Pengusulan Gelar Pahlawan Bagi Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) menggelar audiensi ke DPRD Kabupaten Bantul pada Senin (19/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk menggalang dukungan politik dan institusional dari Dewan dalam rangka mengusulkan almarhum Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Rombongan PWI DIY dipimpin langsung oleh Ketua PWI DIY Hudono. Turut mendampingi Sekretaris PWI DIY Primaswolo Sudjono, serta jajaran Tim Ad Hoc Udin yang meliputi Ainun Najib (Wakil Ketua), Sigit Purwita (Bendahara), Agus Susanto (Wakil Sekretaris), dan Kusno Setyo Utomo (Anggota). Hadir pula Penasihat Tim Ad Hoc, Ahmad Subagya, Taufik Juwariyanto (Pemred Tribun Jogja) dan Zaki Mubaroq (Pemred Radar Jogja).
Kedatangan rombongan PWI DIY diterima secara hangat di ruang kerja Ketua DPRD Bantul oleh Ketua DPRD Bantul H. Hanung Raharjo, S.T., bersama Sekretaris Komisi A DPRD Bantul Dra. Ani Widayani, M.I.P.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PWI DIY Hudono menyampaikan bahwa PWI DIY memiliki niat dan tekad yang kuat untuk mengusulkan almarhum Udin—wartawan Harian Bernas yang tewas akibat kekerasan terkait pemberitaannya pada tahun 1996—sebagai Pahlawan Nasional.
”Secara internal dan bagi insan pers, almarhum Udin sudah kami tempatkan sebagai Pahlawan Pers Nasional. Kami telah membuat tetenger di makam almarhum serta prasasti dan penamaan Aula Muhammad Syafiquddin di Kantor PWI DIY. Namun, untuk proses pengusulan Gelar Pahlawan Nasional secara resmi, kami membutuhkan dukungan konkret dan politis dari DPRD Kabupaten Bantul dan Pemkab Bantul,” tegas Hudono.
Hudono menjelaskan, PWI DIY telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bupati Bantul dan Dinas Sosial. Sebagai bagian dari tahapan pengusulan resmi, PWI DIY juga menjadwalkan agenda Seminar Nasional tentang almarhum Udin pada 29 Oktober mendatang.
Penasihat Tim Ad Hoc, Taufik Juwariyanto, menambahkan bahwa ikhtiar untuk menjadikan Udin sebagai Pahlawan Pers sebenarnya sudah diperjuangkan sejak lama. Ia menegaskan bahwa hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF) PWI maupun Tim Kijang Putih menguatkan fakta bahwa Udin wafat karena dedikasi serta integritasnya dalam menjalankan tugas jurnalistik dan menjaga demokrasi di Bantul.
”Kami meyakini Mas Udin dibunuh karena karya-karya jurnalistiknya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya ada simbol dan pengakuan resmi terhadap Pahlawan Pers yang lahir dan berjuang di tanah Bantul ini,” ujar Taufik.
Senada dengan Taufik, jajaran Tim Ad Hoc juga menguraikan bahwa karya kritis Udin pada masa itu mendorong proses transparansi dan akuntabilitas publik di Bantul, yang dampaknya terasa hingga hari ini. Selain pengusulan gelar pahlawan, PWI DIY juga berencana mengusulkan penamaan salah satu ruas jalan di Bantul dengan nama Udin.
Menanggapi penyampaian tersebut, Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo menyambut baik ikhtiar dan langkah strategis yang ditempuh PWI DIY. Hanung menegaskan bahwa secara prinsip DPRD Bantul sepakat dan siap mengawal pengusulan tersebut.
”Secara prinsip kami sepakat dan tidak ada masalah. Nanti mekanisme resminya, pihak PWI menyurati DPRD Bantul, dan kami siap memberikan surat rekomendasi serta dukungan penuh atas pengusulan tersebut,” ungkap Hanung.
Dalam diskusi, Hanung sempat memberikan masukan jalan-jalan di Bantul yang dapat dinamai Fuad Muhammad Syafruddin sebagai syarat pengusulan menjadi Pahlawan Nasional. Tak di pungkiri nama Udin sangat membekas di masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Bantul, Dra. Ani Widayani, M.I.P., menegaskan bahwa masyarakat dan jajaran Dewan di Bantul sangat mendukung pengusulan sosok Udin sebagai pahlawan.
”Kami di Komisi A sangat sepakat dan mendukung sepenuhnya. Sebagai warga Bantul, tentu kita bangga memiliki sosok pejuang kebenaran seperti almarhum Udin. Komisi A siap memberikan dukungan sepenuh hati agar ikhtiar ini bisa terwujud,” tutur Ani.
Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti berkas rekomendasi dan kerja sama dalam menyukseskan gelaran seminar nasional mendatang. (Rls)




















