KORAN MERAPI – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selalu menjadi pilihan gelaran pameran produk-produk dari luar, ini menandakan DIY punya prospek pasar produk-produk kreatif.
Salah satunya diadakannya Pameran Kriya Indonesia JOGJA Investment Trade Tourism Agriculture Fishing (ITTAF) yang berlangsung di Plaza Malioboro Yogyakarta dari Kamis-Minggu (20-23/6/24) yang dilaksanakan selama 3 hari kedepan.
Pameran ini telah resmi dibuka Kamis (20/6/24) sore. Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Pelaksana Pameran PT Aaliyah Cipta Pradana Januaransha Basuki mengatakan, bahwa pameran ini merupakan kegiatan Aaliyah yang ke-6 kalinya.
“Pameran ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah DIY dan Dekranasda DIY. Ini merupakan pameran terpadu hasil kerajinan tangan yang menitik beratkan pada ketrampilan tangan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa untuk pameran ini juga adanya peluang untuk investasi, perdagangan, pariwisata, perikanan dan pelayanan public.
“Pameran ini diikuti 30 UMKM yang mengisi 28 stand pameran dari 11 kota dan propinsi dari seluruh Indonesia,” imbuh Januaransha Basuki.
Sedangkan diacara pembukaan Tazbir Abdullah SH MHum, Wakil Dekranasda DIY menjelaskan bahwa di Plaza Malioboro ini tepat diadakan pameran seperti ini.
“Hal ini dikarenakan Jalan Malioboro sudah detapkan oleh Unesco sebagai jalan sumbu filosofi. Mudah mudahan akan banyak yang mengunjungi pameran Kriya Indonesia ini,” paparnya.
“Jadi orang ke Jogja belum sah kalau belum ke Malioboro. Mudah-mudahan berdampak kepada penjualan produk di pameran ini,” pungkas Tazbir.
Gelaran pameran ini juga dimeriahkan dengan talkshow interaktif, pameran kriya lomba, fashion show remaja, parade menyanyi, parade musik, parade tari dan kuliner nusantara. (***)



















