KORAN MERAPI – Workshop PKM bertema Pendampingan Ekonomi Perempuan melalui Pengembangan Usaha Mikro di Kota Magelang terlaksana berkat Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat (Litabdimas) dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2024, Kelurahan Kemirirejo, BSI dan Disperindag Kota Magelang. Kegiatan Workshop di laksanakan di Aula Kelurahan Kemirijejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, pada Senin, 11 November 2024, dan dihadiri 50 peserta yang terdiri dari kader-kader PKK dan Perempuan pemilik Usaha Kecil di Kelurahan Kemirijejo.
Acara dimulai dengan sambutan dari Lurah Kemirirejo, Retno Andriani Aryanti yang mengapresiasi terselengaranya kegiatan ini. “Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat sehingga kegiatan usaha mereka dapat berjalan dengan lancar dan berkembang,” paparnya.
Sambutan kedua oleh Yeny Fitriyani, SE, MEK, selaku Penerima bantuan Litabdimas, sekaligus Direktur LP2M STAI Syubbanul Wahon yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini.
“Ada dua alasan adanya workshop ini, pertama, kegiatan pendampingan yang fokus pada pelaku usaha yang dijalankan perempuan masih terbatas. Kedua, Pemberdayaan ekonomi perempuan memiliki peran penting karena dapat meningkatkan peran dan kontribusi ekonomi perempuan dalam pembangunan ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.

Tiga narasumber ahli turut berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam workshop kali ini. Aziz Khariri, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Magelang, memberikan wawasan tentang potensi usaha mikro di Magelang dan dukungan yang tersedia bagi pengusaha kecil.
Kemudian Prawoto Mulat Anggono, Branch Manager BSI KCP Magelang Gatot Subroto, membahas tentang pentingnya pengelolaan keuangan dan pembiayaan yang dapat di akses usaha mikro.
Sementara itu, Agus Susanto, dari DPC HIPPI Kota Yogyakarta, memberikan pelatihan praktis mengenai teknik pembuatan sabun cuci piring dan sabun cuci pakaian sebagai salah satu usaha mikro yang berpotensi menjadi usaha mikro kolektif bagi Ibu-ibu PKK yang menguntungkan.

Melalui workshop ini, pengabdi berharap pemberdayaan ekonomi perempuan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, mengurangi kesenjangan gender dalam bidang ekonomi, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan usaha Perempuan serta para peserta dapat memperoleh keterampilan baru yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha mereka, serta meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, terutama bagi perempuan di Kota Magelang.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Kemenag dan LP2M STAI Syubbanul Wathon untuk melakukan pendampingan dan pelatihan yang komprehensif kepada para perempuan pengusaha kecil agar mereka dapat meningkatkan kemampuan dan daya saing usaha mereka serta mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal melalui pelatihan dan pendampingan.
Workshop PKM berjalan lancar dengan penuh semangat dan interaksi antara peserta dan narasumber. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat mencetak lebih banyak wirausaha perempuan yang sukses dan mandiri di Kota Magelang.

Acara ditutup dengan penyerahan 7 Sertifikat Halal kepada pemilik usaha mikro Perempuan sebagai wujud nyata pendampingan dan pengabdian yang telah dilakukan selama ini. (Ags)



















