Kamis, 15 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Masa Tunggu 34 Tahun, Kemenag DIY Imbau Masyarakat Tidak Ragu Daftar Haji Sejak Dini

admin by admin
15 Februari 2024
in News
0
Ilustrasi: Jamaah melakukannya tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (ANTARA/Desi Purnamawati)

Ilustrasi: Jamaah melakukannya tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (ANTARA/Desi Purnamawati)

0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mendaftar haji sejak dini.

Pasal, saat ini masa tunggu haji di wilayah DIY telah mencapai 34 tahun.

“Sekarang kebanyakan yang berangkat sudah 65 tahun ke atas. Sebetulnya jamaah sudah bisa mendaftar haji minimal 12 tahun,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY Aidi Johansyah di Yogyakarta, Kamis 15 Februari 2024.

Aidi mengatakan saat ini jumlah calon haji reguler di DIY yang mengantre atau masuk daftar tunggu mencapai 95.000 orang.

Dengan jumlah itu, kata dia, apabila ada warga yang mendaftar sekarang di DIY, maka baru bisa diberangkatkan sekitar 34 tahun yang akan datang.

Menurut Aidi, apabila usia 12 tahun sudah mendaftar atau didaftarkan haji maka sudah bisa berangkat haji saat menginjak usia 46 tahun.

“Berarti dia saat berangkat baru 46 tahun, sehingga masih kuat sekali masih muda,” katanya.

Selain minimal berusia 12 tahun, dia mengatakan pendaftar harus dipastikan belum pernah berangkat haji atau sudah pernah berhaji sepuluh tahun lalu.

Aidi menyebut animo masyarakat DIY mendaftar haji hingga saat ini masih sangat tinggi dengan rata-rata mencapai 40 sampai 50 orang pendaftar pada masing-masing lima kabupaten/kota.

Dia menyebutkan untuk kuota haji reguler DIY tahun 2024, Kabupaten Sleman memperoleh alokasi paling banyak mencapai 1.111 orang, diikuti Bantul 1.002 orang, Kota Yogyakarta 377 orang, Kulon Progo 311 orang, dan Gunungkidul 307 orang.

Sementara itu petugas daerah yang diberangkatkan 27 orang dan Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) 12 orang.

“Insya Allah nanti ada tambahan, kita dapat 182 orang,” kata Aidi Johansyah. (Antara)

 

Tags: abonDaftar HajiKemenag DIY

Related Posts

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan
News

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

15 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi
News

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026
DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!
News

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting
News

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM
News

Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

14 Oktober 2026
Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)
News

Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

14 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

15 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026
DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Menteri Pertanian Kunjungi Gunungkidul, 9.500 Hektar Lahan Jagung Disiapkan untuk Dukung Ketahanan Pangan

15 Oktober 2026
FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

FWK Kritik Penanganan Karhutla Kurang Serius, Kalsel Merasa Jadi Anak Tiri, Masyarakat Mulai Frustasi

15 Oktober 2026
DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku Karhutla, Negara Harus Hadir Dan Bertindak!

15 Oktober 2026
Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

Turut Bagikan Telor di Jogja, Politisi PDIP Eko Suwanto Sebut Tahun 2027 Akan Menambah Anggaran Penanganan Stunting

14 Oktober 2026
Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

Arah Baru Pembangunan Gunungkidul, Sri Sultan HB X Tekankan Penguatan Sektor Pertanian dan UMKM

14 Oktober 2026
Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

Perkuat Budaya Belajar Anak, Pemkot Yogyakarta Gelar Sosialisasi Jam Belajar Masyarakat (JBM)

14 Oktober 2026