KORAN MERAPI – Dalam semangat merayakan keberagaman dan potensi luar biasa dari para individu neurodivergen, khususnya penyandang autisme, Komunitas Seni Pesona Autistik Indonesia (PAI) berkolaborasi dengan Yayasan Autisma Indonesia (YAI), Yayasan Anak Mandiri (YAM), ST 98, Yayasan Permata Ananda (YPA), dan Forum KOMPAK Jogya, menyelenggarakan sebuah event seni bertajuk “I’m POSSIBLE, Ekspresikan Dirimu!”.
Acara ini akan digelar pada tanggal 17 hingga 23 Mei 2025 di Gelanggang Inovasi & Kreativitas – UGM Shop, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan menampilkan Pameran Lukisan dan Kegiatan Seni hasil karya para seniman berbakat dari kalangan penyandang autisme.
Acara ini bertujuan untuk menyediakan ruang berekspresi bagi individu penyandang autistik melalui seni, mengangkat potensi mereka ke tengah masyarakat seni Yogyakarta.

Kemudian menunjukkan manfaat Art Therapy dalam mendukung kesehatan mental, emosional, dan kognitif serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih inklusif dan suportif terhadap neurodiversitas.
Mirah Hartika sebagai Ketua Komunitas Seni Pesona Autistik Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan, “Mari kita gali, majukan, dan kembangkan bakat-bakat luar biasa dari putra-putri kita individu berkemampuan istimewa ini menjadi potensi berketerampilan tinggi di bidang seni yang dapat menjadi bekal masa depan mereka,” jelasnya, Sabtu siang (17/5/2025).
Ini menambahkan, sebagai kota budaya dan seni, Yogyakarta telah lama menjadi rumah bagi seniman-seniman besar dan berbagai festival seni berskala nasional maupun internasional. “Dengan menggandeng ruang publik di lingkungan akademik Universitas Gadjah Mada, event ini diharapkan menjadi jembatan inklusi sosial dan apresiasi terhadap karya anak-anak autistik,” imbuh Mirah Hartika.
Salah satu tamu undangan, M. Agus Hanafi dari Sekolah Khusus Autis Fajar Nugraha, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya mengundang kolektor, kritikus, dan impresario seni agar karya anak-anak autis bisa lebih dikenal dan diapresiasi.

“Melukis adalah bakat bawaan yang unik dari anak autis. Dengan pameran seperti ini, kita bisa membuka jalan bagi karya mereka untuk dihargai secara layak, bahkan memiliki nilai jual yang memadai.” ujarnya.
Melalui acara ini, penyelenggara berharap terbentuknya komunitas seni autistik yang berkelanjutan, didukung oleh para orang tua, masyarakat, serta para profesional di bidang seni. Pameran ini bukan hanya menjadi ajang menampilkan karya, tapi juga sebagai wujud nyata penerimaan, pemahaman, dan penghargaan terhadap keberagaman potensi manusia.
Mari hadiri dan dukung acara “I’m POSSIBLE, EKSPRESIKAN DIRIMU!”, dan ikut serta dalam gerakan membangun dunia yang lebih inklusif bagi semua. (Ags)



















