KORAN MERAPI – Musyawarah Kelurahan (Muskel) khusus dalam rangka pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih digelar di Aula Kelurahan Kadipaten, Selasa (27/5/25). Acara ini menjadi momentum penting dalam gerakan nasional pembentukan Koperasi Merah Putih yang ditargetkan pemerintah untuk hadir di seluruh wilayah Indonesia sebelum akhir Mei 2025.
Musyawarah ini turut dihadiri oleh tokoh penting dari kementerian, yaitu Oscar Semendawai, Tenaga Ahli Kementerian Pertanian, serta Sugeng Harmono, Asisten Deputi Regulasi dan Kebijakan Kemenko Pangan. Kehadiran mereka secara khusus menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam mengawal langsung proses pembentukan koperasi di tingkat kelurahan.
“Saya ini warga asli Kadipaten yang sudah lama bekerja di Jakarta. Hari ini saya mudik sekaligus menjalankan tugas langsung dari Wakil Menteri Pertanian, Bapak Sudaryono,” ujar Oscar Semendawai di hadapan peserta musyawarah, yang terdiri dari para Ketua RW, Ketua Kampung, TP PKK, Karang Taruna, serta unsur lembaga kemasyarakatan kelurahan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sugeng Harmono menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus melakukan pemantauan langsung terhadap pembentukan koperasi-koperasi serupa di seluruh pelosok Tanah Air. “Sesuai arahan Presiden Prabowo, seluruh daerah diharapkan dapat merampungkan pembentukan koperasi ini sebelum tanggal 31 Mei,” tegasnya.

Musyawarah dipimpin oleh tiga pimpinan sidang: Endang Werdiningsih, Mudjijono, dan Haryawan Emir Nuswantoro. Dalam sidang, diumumkan susunan pengurus Koperasi Merah Putih Kadipaten, yakni: Ketua: Haryawan Emir Nuswantoro, Wakil Ketua Bidang Usaha: Mudjijono, Wakil Ketua Bidang Keanggotaan: Ir. Gardani, Sekretaris: Leni Marlina, S.E., dan Bendahara: Ir. Marlistyani
Sementara itu, Badan Pengawas Koperasi terdiri dari: Suparman, S.Sos. (Lurah Kadipaten), Andi Hendro Irianto (anggota), dan RM Adi Pramudiyanto (anggota)
Dalam pernyataan usai pembentukan Haryawan Emir Nuswantoro menyampaikan komitmennya untuk segera menggerakkan koperasi tanpa menunggu bantuan modal dari pemerintah. “Koperasi ini harus menjadi wadah ekonomi warga. Kita bisa mulai dari sektor pariwisata seperti homestay, studio foto, kios cinderamata, dan tentu saja berfungsi sebagai distributor sembako sesuai arahan pusat,” tegasnya.
Muskel ini berlangsung selama 1,5 jam dan ditutup dengan penuh semangat kebersamaan. Pembentukan koperasi ini diharapkan menjadi tonggak pemberdayaan ekonomi masyarakat Kadipaten berbasis gotong royong dan semangat kemandirian. (Rls)



















