KORAN MERAPI – Di tangan orang yang tepat, selembar kain batik bukan sekadar penutup tubuh. Ia adalah kanvas kehidupan, goresan budaya, sekaligus motor penggerak ekonomi yang menjanjikan. Filosofi inilah yang dihidupi oleh Sri Rahayu, sosok perempuan inspiratif di balik moncernya brand lokal “Ayu Berkah Batik”.
Saat ditemui koranmerapi.id di tempat usahanya yang asri di kawasan Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Rabu (10/6/2026), perempuan kelahiran Klaten, 23 Desember 1982 yang akrab disapa Ayu ini tampak hangat menyapa. Di sela kesibukannya mengelola bisnis dan mengemban amanah sebagai Ketua DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kabupaten Sleman serta pengurus Kadin Sleman, Ayu membagikan kisah perjalanannya yang penuh dedikasi.
“Sampai saat ini, sudah banyak motif yang kami produksi. Cakupannya sudah merambah ke luar daerah maupun lokal untuk kebutuhan seragaman. Selain itu, kami juga tetap setia melayani custom motif untuk batik tulis,” ujar Ayu membuka perbincangan.
Ayu Berkah Batik yang dirintis Ayu sejak tahun 2017 ini awalnya fokus pada keindahan batik tulis yang adiluhung. Namun, ketajaman insting bisnis Ayu melihat pasar yang dinamis membuatnya berinovasi. Kini, usahanya berkembang pesat memproduksi berbagai jenis batik, mulai dari batik tulis, batik cap, hingga tren eco-print (batik ramah lingkungan). Bahan bakunya pun beragam, mulai dari katun, dobby, sutra, tenun, hingga kain lurik khas pedalaman Jawa.
Komitmen menjaga kualitas membuat produknya dipercaya untuk memenuhi kebutuhan seragam dinas, seragam sekolah, hingga pesanan retail eceran dengan jangkauan pengiriman ke seluruh penjuru Indonesia.
Di balik kesuksesannya membagi waktu antara bisnis dan organisasi profesi, ibu dari Dewi Muliko dan Adena Widya Wati ini mengaku bahwa keluarga dan kecintaannya pada budaya adalah bahan bakar utamanya untuk terus melangkah.
Melihat perkembangan zaman, Ayu menaruh harapan besar pada generasi muda. Baginya, batik jangan hanya dilihat sebagai pakaian formal orang tua, melainkan sebuah komoditas fashion modern yang bernilai tinggi.
“Batik merupakan warisan berbudaya yang mendunia dengan nilai jual dan nilai dorong yang sangat menjanjikan. Batik bisa menjadi komoditas kebutuhan fashion skala besar maupun kecil. Sehingga bila dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber ekonomi produktif yang menjanjikan,” urai Ayu penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa kekuatan utama batik terletak pada perpaduan kearifan lokal dan kreativitas imajinasi pengrajinnya. “Ini menambah nilai jual tinggi yang tidak dimiliki oleh negara atau wilayah lain di dunia,” tegasnya.
Sebagai tokoh yang aktif membina para pelaku usaha di Sleman dan sekitarnya, Ayu juga membagikan tips khusus bagi para pelaku UMKM yang saat ini sedang berjuang mengembangkan bisnisnya. Menurutnya, ada tiga pilar utama yang harus dipegang teguh, yaitu pertama Tetap Konsisten, Semangat, dan Selalu Inovasi Produk. Jangan pernah berhenti belajar dan menyesuaikan diri dengan keinginan pasar.
Kedua Bina Jaringan Relasi Bisnis. Bergabung dengan komunitas dan organisasi untuk memperluas cakupan pasar dan berkolaborasi dan
Ketiga Bangun Teamwork, bisnis yang besar tidak bisa dijalankan sendiri. Bangun tim yang solid, maka omset dengan sendirinya akan naik.
Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung koleksi atau memesan produk Ayu Berkah Batik, rumah produksinya terbuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB di Bener, Bugisan, Prambanan, Klaten. Aktivitas dan katalog produknya juga aktif dibagikan melalui akun Instagram @ayu.berkah.batik serta platform TikTok dan Facebook dengan nama yang sama. (Ags)




















