KORAN MERAPI – Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinas Kominfo DIY) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Komunitas Coworking Space pada Senin (16/6) di Aula Kresna, Dinas Kominfo DIY, Jl. Brigjen Katamso, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta. Agenda ini merupakan bagian dari program pemberdayaan komunitas digital, yang didukung melalui Dana Keistimewaan DIY, untuk memperkuat peran ekosistem kreatif dalam memajukan promosi pariwisata daerah.
Acara dibuka secara resmi oleh Riris Puspita Wijaya Kridiningrat, ST, M.Acc, selaku Kepala Bidang Informatika dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo DIY, yang juga memberikan sambutan. Dalam arahannya, Riris menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kemampuan komunitas dalam memproduksi konten digital yang menarik dan informatif guna mempromosikan potensi wisata Yogyakarta.
“Komunitas coworking memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem digital daerah. Melalui pelatihan ini, kami mendorong kolaborasi kreatif dalam menyampaikan narasi positif tentang Yogyakarta ke berbagai platform media,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Drs. Hudono, SH, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY, menjadi pembicara pada sesi pertama dengan materi “Jurnalistik untuk Promosi Wisata”. Dalam paparannya, ia menjelaskan pengertian berita sebagai laporan tercepat dari suatu peristiwa yang faktual, penting, dan menarik bagi pembaca atau pemirsa.

Ia juga menyoroti unsur-unsur penting dalam sebuah berita, yaitu: aktual (ketepatan waktu), faktual (kebenaran informasi), penting (berpengaruh bagi masyarakat), menarik (mampu menggugah perhatian), serta tambahan unsur lain seperti magnitude (besarnya dampak), proximity (kedekatan), dan prominence (ketenaran).
Pada sesi kedua, peserta mendapatkan materi dari Moch. Hafid Arofat S.Pd., M.A., seorang Content Creator yang aktif di berbagai platform digital. Ia membawakan topik “Pembuatan Konten Promosi Wisata”, yang menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dalam menyampaikan pesan promosi wisata secara kreatif dan tepat sasaran.
“Media sosial bisa menjadi alat efektif dalam promosi wisata karena dapat meningkatkan engagement (interaksi), membangun brand awareness, meningkatkan kepercayaan publik, dan memperluas jangkauan audiens,” jelas Hafid.
Pelatihan ini dipandu oleh Agus Susanto, wartawan dari Koran Merapi, yang bertindak sebagai moderator. Selain sesi penyampaian materi, pelatihan ini juga dilengkapi dengan praktek langsung pembuatan konten digital, baik untuk platform media sosial maupun media online. Sebanyak 25 peserta pelatihan ini dari pengurus kampung wisata Kota Yogyakarta.

Dengan kegiatan ini, Dinas Kominfo DIY berharap para peserta dari komunitas coworking space dapat mengembangkan keterampilan jurnalistik dan produksi konten digital secara berkelanjutan, sehingga mampu menjadi agen promosi wisata yang efektif dan berdampak luas. (Ags)



















