KORAN MERAPI – Guna meningkatkan kesadaran dan kecakapan masyarakat dalam menggunakan media digital secara bijak, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) DIY menggelar agenda literasi digital bertajuk “Jogja Bijak Bermedia Sosial”, yang diselenggarakan pada Kamis siang (19/6/25) di Aula Kalurahan Jagalan, Jl. Mondorakan, Jagalan, Banguntapan, Bantul.
Acara ini dibuka oleh Wiwik Lestariningrum, S.T., Pranata Humas Muda Diskominfo DIY. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya, khususnya peserta yang hadir. “Kami harapkan kegiatan literasi ini bisa memberikan manfaat nyata, khususnya dalam hal menyampaikan dan menyebarkan informasi secara bijak melalui gawai. Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kelurahan Jagalan yang telah memfasilitasi tempat,” ungkap Wiwik.

Sebagai narasumber pertama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY, Drs. Hudono, SH, membawakan materi bertema “Menjaga Ruang Bermedia Sosial”. Ia menyampaikan bahwa media sosial hanyalah alat, namun dampaknya bisa sangat besar, tergantung bagaimana cara penggunaannya.
“Media sosial itu seperti pisau bermata dua. Bisa membawa kebaikan jika digunakan dengan bijak, namun juga bisa menjadi sumber malapetaka bila digunakan sembarangan. Karena itu, prinsip ‘saring sebelum sharing’ sangat penting,” tegas Hudono.
Ia juga mengedukasi peserta mengenai pengertian hoaks dan urgensi mengenali serta menghindarinya. “Berita bohong atau hoaks adalah informasi yang diketahui tidak sesuai fakta sejak awal. Wartawan maupun masyarakat punya tanggung jawab moral dan hukum, sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers,” jelasnya.
Pada sesi kedua, giliran Eko Suwanto, ST, M.Si, Ketua Komisi A DPRD DIY, yang memberikan pemaparan tentang perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan ponsel pintar (HP). Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang tergesa-gesa menyebarkan informasi sebelum memverifikasi kebenarannya.

“Ketika membuka WhatsApp dan menerima informasi, refleks kita ingin langsung membagikan tanpa membaca isi dan sumbernya. Padahal HP juga bisa dimanfaatkan sebagai alat produktif, seperti untuk bisnis digital, asal digunakan secara bijak,” terang Eko.
“Menggunakan HP itu agar dapat menghasilkan uang dari bisnis, bijak dalam penggunaan HP dan perubahan perilaku pasca pakai HP,” pungkas Eko.
Agenda Literasi Digital “Jogja Bijak Bermedia Sosial” ini merupakan salah satu upaya nyata dari Pemda DIY melalui Dinas kominfo dalam membentuk masyarakat digital yang cerdas, beretika, dan siap menghadapi tantangan informasi di era teknologi yang terus berkembang.(Ags)



















