KORAN MERAPI – Menyemarakkan Hari Koperasi ke-78 kali ini, Panitia Hari Koperasi Kota Yogyakarta yang terdiri dari jajaran Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dinas Perinkopukm) Kota Yogyakarta-Bidang Koperasi, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Yogyakarta, Asosiasi Baitul Mal wat Tamwil Seluruh Indonesia (ABSINDO) Kota Yogyakarta dan Forum Komunikasi Koperasi Kota Yogyakarta (FK3Y) serta di dukung penuh Tim PMI Kota Yogyakarta, menggelar kegiatan sosial donor darah pada Selasa (8/7/2025) bertempat di Aula PMI Kota Yogyakarta, Jl. Tegal Gendu No. 25 Kotagede Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh insan koperasi dan berbagai elemen masyarakat sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial yang menjadi ruh gerakan koperasi. Donor darah juga menjadi simbol gotong royong yang menjadi ciri khas koperasi di tengah kehidupan bermasyarakat.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir secara langsung dan membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi koperasi dan PMI dalam kegiatan kemanusiaan ini.
“Donor darah adalah bentuk nyata semangat gotong royong dari kita, untuk kita. Selain memberikan harapan hidup bagi yang membutuhkan, donor darah juga memberi manfaat kesehatan bagi pendonornya,” ujar Wawan.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan jumlah pendonor aktif, khususnya untuk golongan darah langka seperti AB, serta menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras PMI dalam memastikan distribusi darah berjalan transparan dan tepat sasaran.

Ketua Dekopinda Kota Yogyakarta, Iskandar, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan donor darah dalam rangka Hari Koperasi ini telah menjadi tradisi sejak tahun 2005.
‘Sudah 20 tahun kami selenggarakan kegiatan ini. Tahun lalu dari 53 pendaftar, 29 berhasil mendonorkan darah. Tahun ini kami bersyukur jumlahnya meningkat. Ini bagian dari kontribusi koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Iskandar.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Tugas PMI Kota Yogyakarta, Irjen Pol (Purn) Haka Astana MW, menjelaskan bahwa kebutuhan darah di wilayah DIY dan sekitarnya sangat tinggi, terutama pada awal bulan.

“Kami harus menyiapkan minimal 1.000 kantong darah setiap tanggal 1–10 untuk melayani pasien rutin seperti cuci darah dan kanker darah. Distribusi kami tidak hanya untuk Kota Yogyakarta, tapi juga mencakup Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo, dan Klaten. Ini bisa mencapai 4.500 kantong per bulan. Pada bulan Juni lalu saja, kami mendistribusikan 3.970 kantong,” ujarnya.
Haka juga mengajak generasi muda untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat. Ia menambahkan bahwa semua darah yang disumbangkan melalui PMI telah melalui proses penyaringan ketat untuk memastikan bebas dari penyakit menular seperti hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan HIV.
“Donor darah bukan hanya membantu sesama, tapi juga menyehatkan tubuh dan semua prosesnya gratis. Kami berharap lebih banyak anak muda terlibat sebagai pendonor aktif,” tambahnya.

“Kami mengusahakan satu hari bisa mengumpulkan antara 100 hingga 190 kantong darah. Dari 3.970 pendonor yang datang pada bulan Juni kemarin, sekitar 80 persen atau 2.650 kantong bisa kami ambil,” jelas Haka Astana.
Dalam kegiatan donor darah kali ini, tercatat 99 orang mendaftar. Dari jumlah tersebut, 85 kantong darah berhasil dikumpulkan, sementara 11 orang tidak lolos screening karena faktor kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kurang istirahat, dan kadar hemoglobin yang rendah.
Kegiatan ini menegaskan semangat koperasi sebagai gerakan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga peduli terhadap kemanusiaan dan kesejahteraan sosial. (Ags)








