KORAN MERAPI — Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Yogyakarta menggelar workshop bertema “Sinergi Dunia Usaha Menuju Jogja Tangguh Bencana”, pada Senin (21/7/25) bertempat di Meeting Room The Alana Hotel Yogyakarta, Jl. Mayjend Sutoyo No. 52, Mantrijeron, Yogyakarta dan dihadiri 60 peserta dari dunia usaha di Kota Yogyakarta.
Agenda ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, SE, MM, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana. Ia menyatakan bahwa pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu bekerja bersama mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi program FPRB.

“Keterlibatan dunia usaha dapat berupa investasi dalam infrastruktur tahan bencana, penyediaan bantuan logistik dan teknis saat terjadi bencana, serta edukasi dan pelatihan kepada karyawan dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota juga menambahkan pentingnya pengembangan produk dan layanan yang mendukung pengurangan risiko bencana sebagai bentuk kontribusi nyata sektor swasta dalam menciptakan kota yang tangguh.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Wakil Ketua FPRB Kota Yogyakarta, H. Harris Syarif Usman, SH, MKn, yang menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari langkah strategis membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di wilayah Yogyakarta.
“Peserta workshop berasal dari berbagai unsur, termasuk KADIN, HIPPI, GIPI, perbankan, ritel, media massa, rumah sakit, laboratorium klinik, serta paguyuban usaha di Yogyakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Drs. Nur Hidayat, MSi, menjelaskan bahwa agenda ini terselenggara atas kerja sama dengan mitra FPRB Kota Yogyakarta, dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

“Penanggulangan bencana tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha, media massa, dan masyarakat harus menjadi bagian aktif dari sistem pengurangan risiko bencana,” katanya.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, yaitu Cahyo Wibowo (Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta), Dr. Ing. Gregorius Sri Wuryanto, M.Arch (Dosen UKDW), serta Yoga Adi Utama dari PT Asuransi Tri Pakarta, yang masing-masing membagikan perspektif dan pengalaman dalam memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanggulangan risiko bencana dan dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya komitmen dan aksi nyata dari sektor dunia usaha di Kota Yogyakarta dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. (Ags)

















