KORAN MERAPI — Sebuah momentum penting dalam sejarah kesusastraan nasional akan segera tercatat: penetapan resmi Hari Puisi Indonesia pada 26 Juli oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan RI. Prosesi penetapan ini akan diselenggarakan dalam sebuah perayaan kebudayaan bertajuk Menyongsong Prosesi Penetapan Hari Puisi Indonesia, yang akan digelar pada Sabtu, 26 Juli 2025, pukul 15.00–23.00 WIB, di Plaza Teater Jakarta, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Penetapan ini merupakan puncak dari perjalanan panjang sejak gagasan Hari Puisi Indonesia pertama kali dicetuskan oleh penyair Rida K Liamsi dan Agus R. Sarjono sepulang dari Hari Puisi di Vietnam. Gagasan tersebut berkembang dan dikokohkan oleh Tim Tujuh, terdiri dari para penyair terkemuka: Rida K Liamsi, Agus R. Sarjono, Maman S. Mahayana, Ahmadun Yosi Herfanda, Asrizal Nur, Kazzaini Ks, dan Jamal D. Rahman.
Melalui Pertemuan Penyair Indonesia (PPI #1) pada 22 November 2012 di Pekanbaru, yang menghadirkan perwakilan penyair dari seluruh Nusantara, akhirnya disepakati bahwa tanggal 26 Juli, bertepatan dengan hari lahir Chairil Anwar, ditetapkan sebagai Hari Puisi Indonesia. Momentum ini ditandai dengan pembacaan Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia oleh Sutardji Calzoum Bachri bersama 40 penyair dari berbagai daerah.
Acara Menyongsong Prosesi Penetapan Hari Puisi Indonesia tahun ini menjadi istimewa karena akan memuat pembacaan Surat Keputusan (SK) Penetapan Hari Puisi Indonesia oleh Menteri Kebudayaan RI, serta sambutan dari berbagai pihak pendukung, termasuk Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek RI.
Adapun rangkaian kegiatan yang akan menyemarakkan acara ini antara lain: 1. Sambutan dan Pembacaan SK Penetapan oleh Menteri Kebudayaan RI.
2. Sambutan dari Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbudristek RI.
3. Pembacaan Puisi oleh Deklarator Hari Puisi Indonesia.
4. Penampilan pemenang Sayembara Buku Puisi Hari Puisi Indonesia.
5. Pembacaan oleh pemenanLomba.
6. Musikalisasi puisi oleh pemenang lomba musikalisasi.
7. Pembacaan puisi oleh para tokoh dan pejabat.
8. Pesta Puisi Rakyat bersama komunitas sastra
9. Pengumuman Program Sayembara Buku Anugerah Hari Puisi Indonesia 2025
10. Pengumuman Program Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2025
11. Dan berbagai kegiatan kebudayaan lainnya
Mengusung tema “Puisi Lahir Tak Pernah Mati”, Hari Puisi Indonesia ke-13 tahun ini menegaskan bahwa puisi tidak sekadar bentuk ekspresi seni, tetapi juga bagian dari semangat kebangsaan. Sebagaimana ditegaskan dalam deklarasi, Indonesia dilahirkan oleh puisi besar bernama Sumpah Pemuda. Maka, Hari Puisi Indonesia hadir untuk merawat ingatan kolektif akan pentingnya puisi dan bahasa dalam sejarah bangsa.
Sejak 2013, perayaan ini telah rutin digelar oleh Yayasan Hari Puisi bersama para mitra kebudayaan dan komunitas sastra dari seluruh Indonesia. Kegiatan seperti Pesta Puisi Rakyat, Sayembara Buku Puisi, Anugerah Kepenyairan Adiluhung, hingga seminar nasional dan internasional telah menjadi bentuk nyata kontribusi puisi dalam membangun jembatan budaya dan memperkuat kebhinekaan bangsa.
Kami mengundang seluruh masyarakat, komunitas sastra, pelajar, seniman, akademisi, dan pemerhati kebudayaan untuk hadir dan menyaksikan prosesi bersejarah ini. Mari kita rayakan puisi sebagai kekuatan kreatif yang menyatukan dan membangun bangsa.
Karena puisi lahir tak pernah mati. Ia selalu hidup dalam denyut kehidupan kita. Sebagai Narahubung: Sihar Ramses Simatupang – 0813 8324 4788 dan Herman Syahara – 0813 8157 0857, sedangkan Pengurus Yayasan Hari Puisi Indonesia ASRIZAL NUR sebagai Ketua san SOFYAN RH. ZAID sebagai Sekretaris. (Rls)



















