KORAN MERAPI – Puluhan anak muda dari berbagai komunitas dan perguruan tinggi di Yogyakarta menggelorakan semangat peduli sungai melalui gerakan “Nol Sampah Kali Code” dalam peringatan Hari Sungai Nasional yang digelar di Dam Tungkak Karanganyar, Lowanu, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Proklamasi 45, Komunitas Pemerti Kali Code, mahasiswa PKM-PM UNY, dan KKN UAD Lowanu, sebagai bentuk keprihatinan atas semakin memburuknya kondisi Kali Code, khususnya di wilayah selatan yang tercemar oleh limbah padat, cair, serta dominasi sampah plastik.
Upacara digelar langsung di badan sungai, sebagai simbol komitmen dan kecintaan terhadap kelestarian Kali Code. Momentum ini juga menjadi refleksi menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk menjaga lingkungan secara nyata.

Hadir dalam kegiatan tersebut beberapa tokoh penting, antara lain Anton Sudira (Koordinator IMTL Jogja-Jateng), Fazlul Rahman Suri (Ketua HMTL UP45), Hasna Zalfa Maradiana (Koordinator PKM UNY), serta perwakilan KKN UAD Fayadi Faisal dan Annisa Yumna. Hadir pula Heru Sukoco, M.Pd. (UNY) dan Drs. Suwandi, Ketua Jaga Warga Karanganyar.
Ketua Gerakan Cinta Code sekaligus Sekretaris Pemerti Kali Code, Harris Syarif Usman, SH, M.Kn., menyampaikan apresiasinya.
“Sungai yang lestari mendukung hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Hari Sungai Nasional ini momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif,” ujarnya.
Harris menekankan pentingnya sinergi lintas pihak, pemerintah, komunitas, kampus, dan korporasi, dalam menjaga ekosistem sungai. Ia mengajak masyarakat untuk terlibat dalam aksi nyata seperti pembersihan sungai, kampanye digital, edukasi kreatif, dan pemantauan kualitas air.
Kegiatan ditutup dengan aksi bersih sungai, memungut sampah plastik sebagai langkah awal menuju Kali Code yang bebas sampah dan lestari. (Rls)


















