KORAN MERAPI – Ketua Umum DePA-RI (Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia), Dr. TM. Luthfi Yazid, SH, LL.M membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat ( PKPA ) di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM ) di Banjarmasin. PKPA ini merupakan yang kedua kalinya yang diselenggarakan oleh DePA-RI dan ULM.
25 Peserta mengikuti PKPA. Pesertanya terdiri dari para akademisi dan lulusan fakultas hukum dari beberapa perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Luthfi Yazid meminta agar para calon advokat jangan berhenti belajar karena perkembangan hukum dan teknologi melaju begitu cepat. Caranya adalah dengan banyak membaca, menulis, berdiskusi dan mencari mentor/coach yang memiliki integritas dan wawasan luas agar terjadi percepatan dalam proses belajarnya.
Pengacara dalam sengketa Pilpres di MK berturut-turut ini pada Pilpres 2019 dan 2024 mengingatkan agar advokat DePA-RI tidak hanya jago kandang, namun harus memperluas wawasan serta networking internationalnya.

Dalam wawancara dengan media Luthfi Yazid, yang didampingi oleh Sekertaris Jenderal DePA-RI Dr. Sugeng Aribowo, SH, MH dan Bendahara Umum Pramono Istanto, SH, MH, mengajak advokat DePA-RI untuk bergabung dalam berbagai kegiatan dengan organisasi-organisasi international. Di bulan ini DePA-RI akan menandatangani MOU, bekerjasama dan melakukan kegiatan dengan Law Society of Singapore, Singapore International Arbitration Center (SIAC,), Singapore International Mediation Center (SIMC ) serta melakukan courtesy visit ke KBRI Singapura.
Sementara itu Wakil Dekan Fakultas Hukum ULM Dr. Sapruddin SH, LL.M ysng didampingi oleh Kordinator Pasca Sarjana, Dr. Ahmad Saufi, SH, MH berharap agar kolaborasi dua lembaga ini berkelanjutan dan tidak hanya berhenti dalam penyelenggaraan PKPA.
Wakil Dekan Dr. Sapruddin, SH, LL.M yang juga alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini menyambut baik ajakan Ketua Umum DePA-RI untuk saling berkomposisi, berkolaborasi serta bersinergi, memperkuat kerjasama antara praktisi dan akademisi menuju Indonesia yang kita cita-citakan. (Rls)



















