KORAN MERAPI — Bertempat di Ruang Workshop Gedung Saraswati, Museum Negeri Sonobudoyo, Sabtu sore (15/08), panitia penyelenggara menggelar acara tasyakuran atas terselenggaranya Pameran Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono (SHKSS). Acara ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan atas perjalanan kreatif pameran tunggal ke-3 karya Hj. R.Ngt. Susilawati Susmono yang telah berlangsung sejak 2 Agustus 2025 dan ditutup pada 17 Agustus 2025.
Ketua Panitia, Ir. Hj. Sandra Rina Sahelangi, MBA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya pameran ini, mulai dari kurator, mitra kerja, hingga seluruh panitia. “Pameran ini bukan hanya menampilkan karya, tapi juga menyampaikan nilai dan pesan yang mendalam tentang kehidupan,” ungkapnya.

Sebagai kurator pameran, Dr. Drs. Hajar Pamadhi, M.A. Hons, menyebut bahwa proses kuratorial kali ini merupakan salah satu yang paling unik dalam pengalamannya. Ia menjelaskan bahwa konsep pameran menggabungkan pendekatan akademik dan artistik, dengan tema utama “Hamemayu Hayuning Sarira”, sebuah filosofi luhur yang juga dikenal sebagai bagian dari ajaran ‘Trihayu’ yang dipopulerkan oleh Ki Hadjar Dewantara, namun berasal dari pemikiran Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Dr. Hajar Pamadhi menambahkan, pendekatan kuratorial memadukan dua dunia: museum dan seni. Penataan koleksi dilakukan dengan prinsip pameran museum, namun tetap menampilkan kekayaan artistik secara visual dan spiritual. Tema yang diangkat juga selaras dengan gagasan Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X tentang pencapaian manusia sebagai janma kang utama.
Acara tasyakuran turut diisi dengan pemberian penghargaan kepada kurator dan beberapa perwakilan panitia, yakni Ki Bambang Widodo, Ayu Anjartika, dan Titi Fatmadewi. Setelah pembacaan doa dan simbolis ‘keduk tumpeng’, dilakukan prosesi penurunan karya yang ditandai dengan penyerahan karya “Akar Sambung 4” oleh Dr. Hajar Pamadhi kepada Kepala Museum Negeri Sonobudoyo, Ery Sustiyadi, ST., MA, serta penyerahan karya “Guci Hijau” dari Hj. R. Ngt. Susilawati Susmono kepada Dr. Hajar Pamadhi.

Sebagai bagian dari interaksi spiritual dengan karya, para tamu undangan dipersilakan menuju ruang pameran untuk memilih secara pribadi satu eksemplar buku karya Susilawati Susmono dari “Kotak Hidayah” sebagai kenang-kenangan.
Acara ditutup dengan pembacaan puisi “Nasehat Kepada Diriku” karya Susilawati Susmono oleh kolaborasi tiga sosok dari berbagai latar belakang: Barbara Natalia (seniman), perwakilan Dinas Pariwisata DIY, dan Nanang Dwinarto (Ketua Forum Komunikasi Museum Sleman). Selain itu, lima mitra kerja dan panitia turut membacakan dua puisi lainnya karya Susilawati, menandai penutupan acara dengan nuansa reflektif dan penuh makna. (Ags)



















