KORAN MERAPI — Perhelatan Jogja Book Fair 2025 resmi dibuka pada Kamis malam (4/9) di Halaman Gedung Grhatama Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Jl. Raya Janti, Wonocatur, Banguntapan, Bantul, DIY. Mengusung tema “Literasi, Inklusi, dan Kesejahteraan,” acara ini menegaskan peran literasi sebagai fondasi membangun masyarakat yang inklusif sekaligus sejahtera melalui pengetahuan, kreativitas, dan ekonomi berbasis literasi.
Pembukaan Jogja Book Fair 2025 dilakukan oleh Kurniawan, S.Sos., S.E.Akt., M.Ec.Dev, Kepala DPAD DIY. Turut hadir dalam acara pembukaan sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan, antara lain: Drs. Suhirman, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Eling Priswanto, S.E., M.M., Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY
Juga tampak hadir R.B. Dwi Wahyu B, S.Pd., M.Si., Ketua Komisi D DPRD DIY, Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng., Pj. Sekda DIY dan Wawan Arif, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY
Dalam sambutannya, Kurniawan menyampaikan bahwa pelaksanaan Jogja Book Fair tahun ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. “Melalui dukungan Dana Keistimewaan dan kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, IKAPI, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, penerbit, mitra swasta, media massa, serta seniman dan budayawan, kita mewujudkan ekosistem literasi yang berdaya dan berkelanjutan,” ujarnya.
Jogja Book Fair 2025 menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan 13 tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY, menjadikannya momentum strategis dalam memperkuat budaya literasi lokal sekaligus menggerakkan potensi daerah.

Jogja Book Fair 2025 akan berlangsung selama 11 hari, dari 4 hingga 14 September 2025, bertepatan dengan Hari Literasi Internasional dan akan ditutup tepat pada Hari Kunjung Perpustakaan Nasional. Selama pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati lebih dari 30 agenda kegiatan, termasuk: Pameran buku dari penerbit lokal dan nasional, Talkshow dan diskusi literasi. Workshop kreatif, Bedah buku, Lomba anak-anak, Pertunjukan seni budaya dan Diskusi komunitas literasi dan budaya
Tidak hanya menjadi ajang promosi buku dan pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap literasi semakin dekat dengan masyarakat, budaya lokal semakin kuat sebagai identitas, dan roda perekonomian masyarakat dapat terus bergerak,” ujar Kurniawan dalam pernyataan penutupnya. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mendukung suksesnya Jogja Book Fair 2025.
Sesaat setelah pembukaan, pengunjung tampak sangat antusias berebut gunungan buku yang disediakan oleh panitia Jogja Book Fair 2025 dan ludes tanpa tersisa.
Dengan semangat kolaborasi dan inklusivitas, Jogja Book Fair 2025 diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana literasi mampu menjadi jembatan menuju masyarakat yang lebih berpengetahuan, berbudaya, dan sejahtera. (Ags)

















