Sabtu, 13 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Sindikat Tuak Perempuan: Teriakan Evi Idawati Untuk Para Perempuan 

admin by admin
8 September 2025
in News
0
0
SHARES
145
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Seniman sekaligus sastrawan senior Evi Idawati kembali hadir lewat karya teater terbaru berjudul Sindikat Tuak Perempuan, yang akan dipentaskan dalam rangka Festival Teater Perempuan Yogyakarta 2025. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025 mendatang pukul 19.00 WIB di Auditorium WS Rendra, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pertunjukan ini gratis dan terbuka untuk umum.

Latihan para pemain Sindikat Tuak Perempuan

Dikenal sebagai penulis, aktor, sekaligus sutradara, Evi Idawati telah berkiprah selama lebih dari tiga dekade di dunia seni dan sastra Indonesia. Sejak angkatan 2000, Evi tidak hanya menulis tetapi juga mementaskan karya-karyanya dalam bentuk kolaboratif lintas seni, menjadikannya salah satu figur penting dalam dunia pertunjukan sastra di Yogyakarta.

Dalam bincang-bincang eksklusif bersama media koranmerapi.id di Rumah Sastranya, Senin (8/9), Evi memaparkan bahwa Sindikat Tuak Perempuan adalah bentuk “teriakan” terhadap berbagai wajah kebohongan, keserakahan, dan penindasan yang kerap dibalut simbol kesalehan.

Naskah ini mengkritik cara sebagian masyarakat menyembunyikan tindakan jahat di balik simbol keagamaan demi meraih legitimasi sosial, salah satunya melalui penggunaan kerudung.

Pemain Sindikat Tuak Perempuan

“Ini adalah cara saya merekonstruksi ulang nilai-nilai kesalehan yang telah terdistorsi. Lewat teater, saya ingin menyuarakan suara-suara perempuan yang selama ini dibungkam oleh sistem yang hipokrit,” ujar Evi.

Pementasan berdurasi 45 menit ini melibatkan 20 pemain dari Rumah Sastra EID, komunitas yang didirikan Evi sebagai ruang edukasi dan apresiasi seni-sastra bagi anak-anak dan remaja di DIY. Selain pembinaan sastra, komunitas ini juga mengasah kemampuan panggung dan film bagi anggotanya.

Evi Idawati dan suami saat menerima penghargaan apresiasi prestasi seni dan budaya dari Gubernur DIY beberapa waktu yang lalu.

Dalam pertunjukan ini, Evi menggandeng sejumlah kolaborator muda, antara lain Maharani Khan Jade, Muhammad Abdul Aziz, dan Kiu Illyasa untuk penataan artistik, serta Metta sebagai koreografer. Sementara musik ditata oleh Hari Macan dan Antero Ideawork.

Karya Sindikat Tuak Perempuan tidak hanya menjadi perayaan estetika teater dan sastra, tetapi juga panggilan untuk menyadarkan publik akan realitas sosial yang kerap ditutupi. Sebuah pementasan yang tidak hanya menyentuh, tetapi juga menggugah. (Ags)

Tags: Evi IdawatiKoranmerapi.idSastraTeaterTuan perempuan

Related Posts

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul
News

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas
News

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman
News

Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

10 Juni 2026
Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional
News

Menjaga Warisan, Memacu Ekonomi: Kisah Sri Rahayu Membawa Ayu Berkah Batik Menembus Pasar Nasional

10 Juni 2026
Polda Sumsel Gandeng AMKI Jadi Narasumber Rakernis Humas 2026
News

Polda Sumsel Gandeng AMKI Jadi Narasumber Rakernis Humas 2026

10 Juni 2026
Menyulut Nyala Batik Modern: Kisah Ihsan Menembus Batas Tradisi Melalui Edukasi dan Malam Sawit
News

Menyulut Nyala Batik Modern: Kisah Ihsan Menembus Batas Tradisi Melalui Edukasi dan Malam Sawit

8 Juni 2026