KORAN MERAPI – Tim tenis meja Kabupaten Sleman sukses mencetak prestasi membanggakan pada gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY 2025 yang berlangsung di Gunungkidul. Bertanding di GOR Kelurahan Hargosari, Kecamatan Tanjungsari pada 10–15 September 2025, tim Sleman berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh PTMSI Sleman.
Dari total 7 medali emas yang diperebutkan di cabang olahraga tenis meja, Sleman berhasil membawa pulang 2 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Raihan ini melampaui target awal yaitu 2 emas dan 2 perak.
Medali Emas dipersembahkan dari nomor beregu putri dan ganda putri. Tim beregu putri yang diperkuat Aretha Dalia, Anindira Talitha, Dyna Rizmandani, Renatha Dea, dan Shakila mengalahkan tim Bantul dengan skor tipis 3–2.
Sedangkan Ganda Putri, Pasangan Aretha Dalia / Dyna Rizmandani di final tampil dominan dan menang atas pasangan Kota Yogyakarta, Dayu/Damai, dengan skor meyakinkan 3–0.

Selanjutnya tim beregu putra Sleman yang diperkuat Rasensdriya, Hanif Arifianto, Riski Ramadhani, Fandhika Rio dan Rafli Fidiyaz di final kalah dari tim regu putra Kota. Ganda putra Fandhika Rio/ Arfianto di final dipaksa mengakui kemenangan ganda putra Kota.
Demikian juga dengan tunggal putra Sleman, Riski Ramadhani di final ditumbangkan tunggal putra Kota, Jasson. Sementara ganda campuran Rasendriya/Dea kalah dari pasangan ganda campuran Bantul.
Prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dari hasil Porda sebelumnya. Pelatih sekaligus ofisial tim, Johan Anorraga dan Marwanta, menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan para atlet.
“Atlet, pelatih, dan ofisial sudah berupaya maksimal. Tentu hasil ini sangat kami syukuri. Ini adalah buah dari semangat dan kekompakan tim, baik dalam persiapan maupun saat pertandingan,” ungkap Johan.
Marwanta juga menambahkan bahwa pencapaian kali ini menunjukkan tren positif, terutama dalam dua tahun terakhir. Namun ia menegaskan bahwa tim Sleman belum akan berpuas diri.
“Kami bangga, tapi ini bukan titik puas kami. Ke depan, kami akan lebih fokus untuk meningkatkan prestasi karena secara kualitas, Sleman sebenarnya punya peluang di semua nomor,” jelas Marwanta.
Atlet andalan Sleman, Aretha Dalia, yang sukses mempersembahkan dua medali emas, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Ia menilai persaingan di Porda tahun ini jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.
“Persaingan jauh lebih ketat dibanding Porda sebelumnya. Karena itu saya sangat bersyukur bisa meraih dua emas,” ungkap Aretha.
Senada dengan Aretha, rekannya Dyna Rizmandani mengaku merasakan tekanan besar terutama saat semifinal ganda putri.
“Itu partai yang sangat menegangkan, poinnya ketat sekali. Bersyukur kami menang 3–2. Di final, saya coba bermain lepas, nothing to lose, dan akhirnya bisa tampil lebih baik,” ujar Dyna sambil tersenyum.
Meski puas dengan hasil yang diraih, tim pelatih menegaskan bahwa potensi Sleman masih sangat besar. Persaingan yang ketat antar kabupaten dan kota menjadi tantangan tersendiri, namun juga menjadi motivasi untuk berbenah dan terus berkembang.
Porda XVII 2025 menjadi bukti bahwa Sleman tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu tampil sebagai kekuatan utama dalam tenis meja DIY. (Bas)



















