KORAN MERAPI – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Jumat (19/9) memimpin kegiatan tebar benih ikan di Kali Code, tepatnya di kawasan Taman Perwira, Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda bersih sungai dan pelestarian lingkungan yang digelar oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danrem 072/Pamungkas, Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta, Dandim 0734/Yogyakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, cucu Sri Sultan Hamengku Buwono X yaitu Mas Marrel, jajaran OPD DIY, Forkompintren Mergangsan dan Gondomanan, para Lurah, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Sri Sultan mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian Kali Code, yang menurutnya merupakan bagian penting dari sumbu filosofi Yogyakarta. Beliau menegaskan bahwa wajah rumah sebaiknya diarahkan ke sungai, bukan membelakanginya, serta mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai.
“Sungai Code adalah bagian dari sumbu filosofi yang harus kita jaga kebersihan dan kelestariannya. Prinsip ‘Hamemayu Hayuning Bawana’ di sini berarti bagaimana kita merawat dan menjaga alam agar terus memberi manfaat bagi kehidupan,” tegas Sri Sultan.
Kepala BBWS SO, Maryadi Utama, MT, dalam laporannya menyampaikan bahwa sungai yang bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan sungai sebagai destinasi wisata akan mendorong kegiatan kuliner dan usaha kecil lainnya.
“Kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama. Jika sungai terawat, masyarakat pun bisa lebih sejahtera. Namun, siapa pun yang merusak lingkungan harus siap menerima sanksi,” ujarnya.
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menambahkan bahwa Pemerintah Kota akan mendukung program pelestarian sungai dengan memasang trash barrier di beberapa titik Kali Code serta lampu penerangan untuk mempercantik kawasan tersebut dan meningkatkan keamanan.
Ketua Gerakan Cinta Code sekaligus Sekretaris Pemerti Kali Code, Harris Syarif Usman, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam kegiatan reresik kali dan tebar benih ikan, yang juga dilakukan di Dam Surokarsan, Mergangsan. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif menjaga sungai.
“Kali Code merupakan ikon Kota Jogja karena membelah tepat di tengah kota dan berhulu di Gunung Merapi. Jika sungai bersih, potensinya sebagai destinasi wisata bisa menjadi andalan baru setelah Malioboro,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Harris mengusulkan agar diadakan kegiatan budaya secara rutin di sepanjang Kali Code agar masyarakat merasa memiliki (handarbeni) dan terlibat langsung dalam upaya pelestariannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat semakin peduli terhadap keberadaan dan kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus bagian penting dari identitas budaya Yogyakarta. (Ags)


















