KORAN MERAPI – Desa Jagalan, Kotagede, Yogyakarta, yang dahulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Mataram Islam, kembali menjadi magnet kebudayaan melalui penyelenggaraan Pasar Lawas Mataram 2025, sebuah festival tahunan yang menghidupkan kembali suasana pasar tempo dulu dengan balutan budaya dan semangat ekonomi rakyat.
Acara ini akan digelar selama tiga hari, mulai 26–28 September 2025 mendatang di halaman Masjid Besar Mataram, Kotagede, menghadirkan perpaduan harmonis antara kuliner tradisional, kesenian rakyat, aktivitas budaya, dan edukasi sejarah.
Dengan mengusung tema “Kebak Tanpa Luber”, filosofi ini menekankan pemanfaatan potensi secara optimal tanpa berlebihan, menjaga keaslian tanpa kehilangan jati diri, serta menciptakan harmoni sosial yang bebas dari konflik.
“Pasar Lawas Mataram bukan sekadar nostalgia, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Filosofi Kebak Tanpa Luber kami terjemahkan ke dalam pengalaman kolektif yang hangat, lestari, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Muhammad Fauzan, Ketua Panitia Pasar Lawas Mataram 2025, dalam konferensi pers, Selasa sore (23/9/25).

Rangkaian Kegiatan Utama Pasar Lawas Mataram 2025 meliputi: Jajanan Lawas, menyajikan aneka kudapan tradisional seperti kipo, klepon, carang gesing, kicak, cenil, dan lainnya dari 55 UMKM lokal Desa Jagalan.
Pertunjukan Pentas Budaya, penampilan seni tradisional meliputi tarian klasik dari Sanggar Tari Kembang Mataraman, wayang kulit, sholawatan Mataraman, hingga musik keroncong yang menghadirkan suasana nostalgia.
Kemudian ada Workshop Membatik, belajar membatik langsung dengan motif khas Padurekso, warisan budaya Mataram Kotagede yang sarat makna doa dan perlindungan.
Selanjutnya ada Kompetisi Lawasan, Lomba memasak olahan tepung ketan, san Kompetisi digital untuk Instagram reels dan foto terbaik berbusana tradisional serta Tamasya Cerita
Wisata budaya menyusuri gang-gang sempit Desa Jagalan, lengkap dengan pemandu cerita untuk memperkuat branding kawasan sebagai ruang promosi budaya yang kreatif.
Ada juga senam sehat, disini senam bersama masyarakat di ruang terbuka, memperkuat kebugaran dan kebersamaan warga dengan suasana yang meriah dan Pojok Dolanan
Revitalisasi permainan tradisional seperti egrang, dakon, gasing, dan lain-lain untuk membangkitkan semangat dan keceriaan masa kecil.
Berdasarkan data tahun lalu, acara ini berhasil menarik lebih dari 15.000 pengunjung dengan omzet pedagang mencapai Rp400 juta. Tahun ini, panitia menargetkan 25.000 pengunjung dengan potensi omzet menembus Rp650 juta.
Acara ini terbuka untuk umum dan gratis, dengan jadwal pada Jumat, 26 September 2025 buka pukul 14.00–21.00 WIB, sedangkan di Sabtu & Minggu, 27–28 September 2025 buka pukul 07.00–21.00 WIB.
Pasar Lawas Mataram 2025 bukan sekadar festival, tetapi ruang perjumpaan lintas generasi, ekonomi dan budaya, mempertemukan masa lalu dan masa kini demi keberlanjutan nilai-nilai lokal yang lestari. Mari hadir dan jadi bagian dari perjalanan budaya ini. Lokasinya si Halaman Masjid Besar Mataram, Kotagede, Yogyakarta, Gratis dan Terbuka untuk Umum. (Ags)



















