KORAN MERAPI – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan UMKM melalui partisipasinya pada pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara, INACRAFT 2025, yang digelar pada 1–5 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Pada gelaran tahun ini, Pertamina Patra Niaga RJBT menghadirkan tiga UMKM unggulan binaannya, yakni Batik Bantul, Tenun Ikat Bhima, dan Smart Batik. Di antara ketiganya, Smart Batik menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian pengunjung maupun para tokoh nasional.
Smart Batik (CV Smart Batik Indonesia), UMKM asal Yogyakarta yang telah menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga RJBT sejak 2017, lahir dari kreativitas pasangan muda inspiratif Miftahudin Nur Ihsan dan Dinar Indah Lufita Sari. Berawal dari inovasi motif batik tematik bertema sains, matematika, hingga energi dan budaya, Smart Batik terus memperkuat posisinya sebagai pelopor batik inovatif di Indonesia.
Pada tahun 2023, Smart Batik melakukan lompatan besar dalam inovasi material dengan mengembangkan lilin atau malam batik ramah lingkungan berbasis produk turunan sawit. Inovasi ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan mengukuhkan Smart Batik sebagai salah satu pionir industri batik halal di Indonesia. Sejak itu, pamor Batik Sawit meningkat pesat dan diminati berbagai kalangan, dari Menteri, Wakil Menteri, aktor, hingga masyarakat umum. Bahkan pada Agustus 2025, produk Batik Sawit Smart Batik mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam pameran INACRAFT Oktober 2025, Smart Batik tampil memukau dengan ragam produk unggulan seperti Kain Batik Sawit, Fesyen Batik Sawit, Payung Batik, dan berbagai produk turunan lainnya. Inovasi dan kualitas produk tersebut berhasil membuahkan pencapaian manis berupa transaksi ratusan juta rupiah selama lima hari pameran.
Produk Smart Batik juga menarik perhatian berbagai pejabat dan institusi. Beberapa di antaranya yang melakukan pembelian langsung ialah Wakil Menteri BUMN, Aminuddin Maruf, serta Vivi Dony Oskaria. Tidak hanya itu, sejumlah instansi pemerintah dan korporasi besar, termasuk Pelindo, Injourney, Allo Bank, Pertamina, Kemlu, Indika Energy, dan Mabes AD, menyatakan ketertarikan untuk memesan produk payung batik.
Ketertarikan terhadap Smart Batik tidak berhenti di dalam negeri. Duta Besar Indonesia untuk Mexico turut menunjukkan minat bekerja sama dan berencana berkunjung ke Yogyakarta untuk penjajakan lebih lanjut. Sementara itu, salah satu brand batik pria ternama di Indonesia juga menawarkan kolaborasi jangka panjang setelah terpikat oleh kualitas kain Batik Sawit.
Booth Smart Batik sepanjang pameran juga ramai dikunjungi tokoh penting nasional, termasuk: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Fauzi, Menteri Perhubungan RI periode 2016–2024, Budi Karya Sumadi dan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Eddy Martono
Kehadiran mereka menjadi penegasan bahwa inovasi Smart Batik telah menembus berbagai lapisan dan membawa potensi besar untuk tumbuh di pasar nasional maupun global.
CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, yang juga merupakan peraih Indonesia Halal Awards 2025 (Kemenperin RI) dan saat ini memberdayakan 65 ibu-ibu pembatik di Yogyakarta, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pertamina.
“Luar biasa, Pertamina memberikan kesempatan kepada kami pada kegiatan INACRAFT kali ini. Ini merupakan pameran pertama kami di INACRAFT bersama Pertamina. Banyak relasi serta potensi baru yang dapat kami optimalkan ke depan,” ujar Miftahudin.
Keberhasilan Smart Batik pada INACRAFT 2025 menjadi bukti nyata bahwa dukungan Pertamina dalam program pembinaan UMKM mampu mendorong lahirnya inovasi dan meningkatkan daya saing produk lokal. Melalui pendampingan, akses pasar, hingga fasilitasi pameran berskala internasional, Pertamina Patra Niaga RJBT terus berkomitmen membantu UMKM naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. (Rls)



















