KORAN MERAPI – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memberikan penghargaan Tali Asih dengan total nilai Rp 1.855.037.500 kepada para atlet dan pelatih berprestasi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA), Gala Siswa Indonesia (GSI) dan Pekan Olahraga Siswa (POR Siswa) Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan dalam kegiatan Awarding Atlet Pelajar Berprestasi yang berlangsung di lapangan Balai Kota Yogyakarta, Kamis (20/11/25).
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, dalam laporannya menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kota kepada para atlet pelajar yang telah mempersembahkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama Kota Yogyakarta.

“Penghargaan ini adalah bentuk komitmen Pemkot dalam mendukung dan memotivasi para pelajar yang terus berusaha menggapai prestasi terbaik,” ujarnya.
Empat event besar menjadi dasar pemberian tali asih, yaitu: POPDA 2025, Kota Yogyakarta meraih peringkat ke-3 DIY dengan total 259 medali, PEPARPEDA 2025, meraih Juara 1 Umum DIY, GSI 2025, Tim Kota Yogyakarta berhasil menyabet Juara 1 Tingkat DIY dan POR Siswa, melibatkan 2.647 peserta dari jenjang SD hingga SMP.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyampaikan apresiasi atas dedikasi para atlet dan pelatih.
“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi Pemkot kepada pelatih dan atlet pelajar yang telah berjuang dan berdedikasi dalam berbagai ajang kompetisi. Kami berharap kegiatan ini mendorong pembinaan olahraga pelajar agar semakin terarah, berkelanjutan, dan profesional,” ujar Wawan.
Wakil Walikota menekankan pentingnya sportivitas, disiplin, dan ketekunan sebagai nilai utama dalam dunia olahraga.

“Kemenangan memang membanggakan, tetapi proses latihan, disiplin, ketekunan, dan sportivitas jauh lebih bermanfaat sepanjang hidup. Teruslah berlatih dan jangan cepat puas. Kota Yogyakarta membutuhkan generasi muda yang siap tampil dan siap mengharumkan nama kota hingga tingkat nasional dan internasional,” lanjutnya.
Wawan juga memberikan penghargaan tinggi kepada para pelatih dan guru pembina.
“Tanpa pendampingan Bapak/Ibu, tidak akan lahir prestasi seperti hari ini. Setiap kemenangan adalah hasil kerja keras bersama.”
Pada kesempatan yang sama, tim sepak bola SMPN 13 Mantrijeron Yogyakarta yang meraih Juara 1 GSI Tingkat DIY turut hadir menerima penghargaan. Salah satu pemain yang juga kiper utama tim, Muhammad Kadafi, mengungkapkan rasa bangganya.

“Saya sangat senang dan bangga bisa juara 1 mewakili SMPN 13. Semoga ke depan semakin bagus dan bisa juara lagi. Saya ingin menjadi pemain top dan masuk Timnas Indonesia,” ungkapnya.
Kadafi juga bercerita mengenai ketegangan saat laga final. “Finalnya tegang banget, tapi akhirnya kami bisa menang,” ujarnya dengan penuh antusias.
Dengan adanya penghargaan Tali Asih ini, Pemkot Yogyakarta berharap dapat memacu semangat para atlet pelajar agar terus meningkatkan prestasi dan berkontribusi bagi dunia olahraga daerah maupun nasional. Momentum ini juga menjadi pijakan penting dalam memperkuat ekosistem olahraga pelajar yang sehat, inklusif, dan berkarakter. (Rls)



















