KORAN MERAPI – Bertempat di Ruang Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Jetis, Cokrokusuman, pada Senin (24/11/2025) diselenggarakan Sosialisasi Perkoperasian untuk Masjid serta Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, DPRD Kota Yogyakarta, Yayasan Ghifari, serta Forum Ukhuwah Masjid dan UKM Bantaran Kali Code.
Acara dihadiri oleh Kepala KUA Kemantren Jetis, Jatmiko; perwakilan Dinas Perindustrian Koperasi Ukm Kota Yogyakarta, Sigit Dwinanto; Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Ir. H.M. Sofyan; Ketua DMI Jetis, Drs. Totok Pratopo; Yayasan Ghifari, Sugiyanto; para pengurus Forum Ukhuwah Masjid Bantaran Code; pelaku UMKM Kali Code; serta para tokoh masyarakat.
Kepala KUA Kemantren Jetis, Jatmiko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan ini.
“Forum ukhuwah masjid bantaran Kali Code dapat memberi manfaat luas bagi umat serta memperkuat sinergi antarwarga,” jelasnya.
Sementara itu, Totok Pratopo selaku tuan rumah mengajak seluruh peserta memberikan masukan dan gagasan bagi kemajuan kesejahteraan warga nggirli (bantaran) Kali Code.
Ir. H.M. Sofyan, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, menegaskan dukungannya agar masyarakat bantaran Kali Code dari wilayah utara hingga selatan dapat semakin sejahtera.
“Pembentukan sebuah wadah koperasi ini mampu menghimpun potensi masyarakat sekaligus memajukan sektor UMKM dan DPRD siap memberikan pendampingan,” ujarnya.

Perwakilan Disperinkopukm Kota Yogyakarta, Bidang Koperasi, Sigit Dwinanto, memberikan uraian lengkap mengenai tahapan pendirian koperasi, mulai dari pembentukan struktur, penyusunan AD/ART, manajemen kelembagaan, hingga operasionalnya. Para peserta diberi pemahaman teknis sebagai bekal untuk melangkah ke tahap pembentukan koperasi secara resmi.
Salah satu peserta dari unsur pengurus Forum Ukhuwah, Harris Syarif Usman menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membentuk koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
“Saya menekankan pentingnya memperluas usaha dan jaringan agar sektor UMKM di kampung-kampung nggirli Kali Code dapat bertumbuh, sejalan dengan berkembangnya kampung-kampung wisata yang kini semakin eksis,” katanya.
Dikesempatan yang sama, juga disampaikan tentang Program M3K (mundur-munggah-madhep kali) yang sedang digencarkan disebut dapat disinergikan untuk menguatkan ekonomi warga melalui koperasi dan UMKM.
Gagasan ini mendapat sambutan positif dari Yayasan Al Ghifari, yang menyatakan kesiapan memfasilitasi pertemuan lanjutan agar keputusan forum dapat segera ditindaklanjuti. Hal tersebut juga diperkuat oleh pendapat Drs. H.M. Slamet Syaiful Muslimin, mantan Ketua Dewan Masjid Kota Yogyakarta.
Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju pembentukan Koperasi Masjid dan UMKM Kali Code sebagai upaya memperkuat kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Seluruh pihak berharap kolaborasi lintas lembaga dan komunitas ini dapat membawa dampak nyata bagi perkembangan ekonomi serta pemberdayaan umat di bantaran Kali Code. (Rls)



















