KORAN MERAPI – Suasana berbeda tampak di kawasan Bendung Surokarsan, Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Jumat pagi (5/12/25). Ratusan warga bersama jajaran pemerintah berkumpul untuk melaksanakan kegiatan Reresik Kali Code, sebagai tindak lanjut dari kondisi tumpukan sampah yang masih ditemukan dalam inspeksi mendadak Walikota beberapa hari sebelumnya.
Bendung Surokarsan beberapa waktu lalu telah dinormalisasi melalui pengerukan sedimen menggunakan alat berat. Bahkan pada bulan November, Gubernur DIY Sri Sultan HB X turut hadir memberikan dukungan pada kegiatan reresik serta menebar benih ikan di lokasi tersebut.
Namun demikian, saat Walikota Yogyakarta melakukan sidak pada Senin, 1 Desember 2025, didampingi Kadis DLH, Kasatpol PP, MPP Mergangsan dan Gondomanan, Lurah, serta warga setempat, ia masih menemukan tumpukan sampah yang dibuang sembarangan. Kondisi itu membuat Walikota kecewa dan menegur keras tindakan warga yang masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan.
Berangkat dari kondisi tersebut, kegiatan Reresik Kali Code kembali digelar pada Jumat pagi itu berfokus di area bawah Bendung Surokarsan sisi timur yang masih dipenuhi sampah di badan sungai. Kegiatan ini diikuti oleh Walikota, Dandim 0734/Kota Jogja Kolonel Inf Arif Setiyono, Kadis DLH, Kasatpol PP, Forkompintren Mergangsan dan Gondomanan, Lurah Wirogunan, Ketua LPMK, para ketua RT/RW, KTB, Panca Tertib, Paguyuban Pelestari Bendung Surokarsan, serta warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, Walikota menegaskan pentingnya menjaga kebersihan Kali Code secara berkelanjutan.
“Reresik kali ini harus terus berlanjut dengan dukungan warga masyarakat. Jangan lagi ada yang membuang sampah di Kali Code. Tentu akan ada tindakan tegas bagi yang melanggar,” tandas Hasto Wardoyo.
Senada dengan itu, Dandim 0734/Kota Jogja Kolonel Inf Arif Setiyono juga mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan sungai sebagai wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan dan ketahanan ekosistem sungai.
Sementara itu, di tempat terpisah, Harris Syarif Usman, pegiat sekaligus sesepuh Kali Code, menyampaikan harapannya agar masyarakat benar-benar menjaga sungai yang menjadi urat nadi kehidupan dan penyangga sumbu filosofi kota.
“Jangan jadikan Kali Code tempat pembuangan sampah. Sungai ini membelah kota, menjadi ikon, dan ke depan dapat menjadi destinasi wisata unggul di Yogyakarta,” ujarnya.
Harris juga menekankan perlunya penambahan trash barrier di sejumlah titik untuk mempermudah pemetaan sampah serta mendorong optimalisasi peran Satgas Sungai/Ulu-Ulu, sehingga Kali Code semakin bersih, sehat, dan hijau.
Dengan digelarnya kembali aksi reresik ini, pemerintah dan masyarakat berharap upaya bersama dalam menjaga kebersihan sungai dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan berkelanjutan untuk seluruh warga Kota Yogyakarta. (Ags)



















