KORAN MERAPI – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Kickboxing Indonesia (KBI) Sleman tancap gas mempersiapkan gelaran Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Kickboxing Sleman 2026. Sebagai langkah awal, KBI Sleman menggelar agenda “Grand Launching & Media Gathering” serta Press Conference yang berlangsung di VIP Room Ndalem Sekar Wangi Resto, Jl. Wates, Sleman, Kamis sore (5/3/2026).
Acara yang berlangsung hangat di tengah suasana bulan Ramadan ini bertujuan untuk menyosialisasikan peta jalan kompetisi kickboxing di Sleman sekaligus memperkuat silaturahmi antara pengurus, 19 camp anggota, dan awak media melalui agenda buka puasa bersama.
Ketua Pengkab KBI Sleman, Adit Setiawan, menegaskan bahwa Kejurkab merupakan agenda rutin tahunan di masa kepemimpinannya periode 2024-2027. Fokus utama dari kompetisi ini adalah regenerasi atlet yang diproyeksikan untuk naik ke level yang lebih tinggi.
”Kegiatan hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal yang solid untuk memastikan Kejurkab Kickboxing Sleman 2026 berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi. Tujuan utamanya adalah menjaring atlet potensial yang nantinya akan kita kontestasikan ke arena PON,” ujar Adit Setiawan.

Ia menambahkan, saat ini KBI Sleman menaungi 19 camp. Ia menargetkan sedikitnya 160 atlet akan berpartisipasi dalam Kejurkab mendatang. Ajang ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi para atlet untuk terus berlatih dan siap berkompetisi di level provinsi hingga nasional.
Rangkaian Kejurkab 2026, yaitu Edukasi dan Kompetisi Kejurkab Kickboxing Sleman 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18 dan 19 April 2026 mendatang. Panitia telah menyiapkan format acara yang komprehensif, dimana pada 18 April 2026 akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan edukasi perwasitan.
Sedangkan di 19 April 2026, yaitu pelaksanaan pertandingan yang dibagi berdasarkan kelompok umur yang telah ditentukan panitia.
Terkait persyaratan peserta, panitia menetapkan aturan ketat, dimana prioritas utama adalah Atlet ber-KTP Sleman. Sedangkan untuk kategori eksibisi, yaitu Atlet ber-KTP wilayah DIY (di luar Sleman) tetap diperbolehkan mendaftar namun akan bertanding di kelas eksebisi.
Kemudian ada kebijakan wilayah, dimana KBI Sleman tegas tidak menerima pendaftaran dari luar wilayah KTP DIY.
Melalui Media Gathering ini, KBI Sleman berharap publikasi olahraga kickboxing di Bumi Sembada menjadi lebih masif dan terukur. Dengan dukungan jurnalis, visi KBI Sleman untuk memasyarakatkan olahraga beladiri dan mencetak talenta baru diharapkan dapat menjangkau antusiasme masyarakat luas.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta dari jajaran pengurus dan perwakilan 13 camp se-Kabupaten Sleman. Diskusi interaktif mengenai persiapan teknis dan strategi pengembangan atlet menjadi penutup yang dinamis sebelum agenda buka bersama dimulai dan setelah buka puasa dilanjutkan kembali.
Pengurus Kabupaten Kickboxing Indonesia (KBI) Sleman adalah organisasi induk cabang olahraga kickboxing di bawah naungan KONI Sleman. Fokus utama organisasi adalah pembinaan, pelatihan, dan pengembangan prestasi atlet kickboxing di wilayah Kabupaten Sleman untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (Ags)



















