
KORAN MERAPI – Kegiatan berbagi takjil gratis di Masjid Jogokariyan kembali menjadi salah satu tradisi Ramadan yang dinantikan masyarakat.
Setiap hari selama bulan Ramadan, masjid tersebut menyiapkan ribuan porsi makanan berbuka puasa bagi jemaah dan masyarakat yang datang.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam wawancara yang diunggah oleh kreator TikTok Danang Giri Sadewa, salah satu panitia menyebutkan bahwa jumlah takjil yang disediakan setiap hari mencapai ribuan porsi.
“Setiap harinya kita menyiapkan kurang lebih 3.800 porsi, bahkan bisa lebih. Kalau ramai biasanya sampai 4.000 porsi,” ujar salah satu panitia dalam video tersebut.
Takjil yang dibagikan kepada masyarakat ini berasal dari donasi terbuka yang dihimpun oleh pihak masjid.
Donasi tersebut banyak disalurkan melalui kampanye di media sosial sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan berbagi selama Ramadan.
“Sumber dananya dari open donasi. Jadi kebanyakan dari campaign di media sosial. Teman-teman yang mau ikut donasi takjil bisa mulai dari satu porsi saja,” jelas Falah selaku ketua panitia.
Ia juga menyebutkan bahwa satu porsi takjil diperkirakan bernilai sekitar Rp15.000.
Dalam proses penyediaan makanan, pengurus masjid juga memberdayakan warga sekitar, khususnya kelompok ibu-ibu.
Tercatat terdapat 28 kelompok ibu-ibu PKK di wilayah Jogokariyan yang secara bergiliran memasak makanan berbuka puasa.
Persiapan memasak biasanya sudah dimulai sejak sehari sebelumnya, seperti menyiapkan dan mengupas bahan makanan.
Proses memasak dilakukan sejak pagi hari, kemudian makanan dikirim ke masjid pada siang hari untuk ditata sebelum dibagikan kepada jemaah menjelang waktu berbuka.
Menariknya, para ibu yang terlibat dalam kegiatan ini bekerja secara sukarela sebagai relawan. Bahkan tidak jarang mereka menambahkan makanan tambahan secara mandiri.
“Biasanya ibu-ibu ada yang inisiatif menambahkan kurma, anggur, atau buah-buahan,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat yang ingin berbuka puasa, tetapi juga menjadi bentuk kebersamaan dan semangat gotong royong warga selama bulan Ramadan. (Zania Alfin Wafiroh)


















