KORAN MERAPI – Di bawah naungan langit Edu Park Bejiharjo, Karangmojo, suasana Kamis (16/4/2026) terasa berbeda. Ratusan pegiat kemanusiaan dari seluruh sudut Daerah Istimewa Yogyakarta berkumpul, bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk menyatukan tekad dalam Jambore Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Sosial DIY ini menjadi panggung bagi 450 pejuang sosial, termasuk di dalamnya forum Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM), untuk melepas sejenak rutinitas lapangan dan saling bertukar semangat.
Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, yang hadir membuka acara, menegaskan bahwa Jambore ini adalah platform strategis. Baginya, pertemuan ini adalah ruang bagi para pekerja sosial untuk berbagi pengetahuan dan ide segar guna menjawab tantangan zaman.
“Semua PSKS yang hadir kami harap bisa menjadi kekuatan yang besar dalam penanganan sosial ketika semua berkolaborasi dan bersinergi,” tutur Paku Alam X dengan nada optimis.

Paku Alam X menekankan bahwa urusan kesejahteraan sosial bukanlah beban pemerintah semata. Diperlukan tangan-tangan masyarakat yang saling bertautan. Tema “Berdaya dan Bermartabat” yang diusung tahun ini, menurut Wagub, harus menjadi pemicu bagi setiap relawan untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah kompleksitas masalah sosial yang kian dinamis.
Jambore ini tidak hanya diisi dengan diskusi di bawah tenda. Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, dalam laporannya menjelaskan bahwa semangat “Berdaya” diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung akar rumput dan lingkungan.
Selama dua hari kegiatan (16-17 April 2026), para peserta terlibat dalam aksi bakti sosial, gerakan bersih-bersih lingkungan, hingga penanaman 400 pohon sebagai simbol pertumbuhan dan keberlanjutan pengabdian.
“Sebelum puncak acara hari ini, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Maret lalu. Kami telah melaksanakan khitanan massal bagi 30 anak di Gunungkidul, penyaluran bantuan untuk anak yatim piatu dan duafa, serta dukungan bagi sejumlah pondok pesantren di wilayah DIY,” ungkap Endang.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Bupati Gunungkidul, jajaran Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota se-DIY, hingga pimpinan DPRD Gunungkidul, menunjukkan betapa krusialnya peran PSKS dalam struktur pembangunan daerah.
Di antara pepohonan hijau Edu Park Bejiharjo, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Jambore ini seolah menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka kemiskinan dan masalah sosial yang ditangani setiap hari, ada wajah-wajah hangat para relawan yang terus bekerja dalam senyap, memastikan tidak ada warga yang tertinggal.
Melalui sinergi yang dipupuk di Gunungkidul ini, harapan akan Yogyakarta yang lebih sejahtera, inklusif, dan bermartabat bukan lagi sekadar slogan, melainkan langkah nyata yang sedang diayunkan bersama. (Rls)








