Rabu, 30 September 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

Oleh: Nashrul Mu'minin S.Pd,. C.PW, C.IJ (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

admin by admin
30 September 2026
in Opini
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI adalah salah satu babak paling kelam dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia yang tidak boleh dilupakan. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, sekelompok pasukan yang menamakan diri Gerakan 30 September melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap tujuh perwira terbaik TNI Angkatan Darat.

Mereka adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen R. Suprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Tendean, ajudan Jenderal A.H. Nasution yang berhasil lolos meski putrinya, Ade Irma Suryani, gugur tertembak. Jenazah ketujuh Pahlawan Revolusi itu kemudian ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Melalui Radio Republik Indonesia, kelompok tersebut mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi dengan dalih menyelamatkan Presiden Soekarno dari Dewan Jenderal. Namun, TNI Angkatan Darat di bawah komando Mayjen Soeharto bergerak cepat menumpas gerakan itu dan merebut kembali kendali negara dalam waktu singkat.

Peristiwa ini membawa konsekuensi besar. Partai Komunis Indonesia dituding sebagai dalang dan resmi dibubarkan melalui TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966. Kekuasaan Presiden Soekarno melemah pasca Supersemar 1966, menandai berakhirnya Orde Lama dan lahirnya Orde Baru di bawah Soeharto.

Bagi generasi muda saat ini, peringatan G30S dan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober bukan untuk memelihara dendam masa lalu. Ini adalah pelajaran tentang bahaya adu domba, propaganda, dan ideologi yang memecah belah. Jika dulu ancaman disebar lewat selebaran, kini muncul sebagai hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Tugas generasi muda adalah berpikir kritis, menjaga persatuan, menjunjung kemanusiaan, dan setia mengamalkan Pancasila demi Indonesia yang damai. (***)

Tags: G30SKoranmerapi.idPahlawan RevolusiRadio Republik IndonesiaTAP MPRS

Related Posts

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Opini

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045

29 September 2026
Menunggu Kabar Baik
Opini

Menunggu Kabar Baik

26 September 2026
Mengurai Kelelahan Berbuat Baik di Tengah Pragmatisme Zaman
Opini

Mengurai Kelelahan Berbuat Baik di Tengah Pragmatisme Zaman

25 September 2026
Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai
Opini

Mengalirkan Harapan: Peran Strategis KIM Kota Yogyakarta dalam Transformasi Tiga Sungai

16 September 2026
Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Opini

Asrun, KY, dan Sapu Kotor

11 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Semarakkan HUT ke-270 Kota Jogja, Pemkot Yogyakarta Gelar FestiSale dan Gemati Pasar Jogja Sepanjang Oktober 2026

Semarakkan HUT ke-270 Kota Jogja, Pemkot Yogyakarta Gelar FestiSale dan Gemati Pasar Jogja Sepanjang Oktober 2026

30 September 2026
Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

29 September 2026
Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

29 September 2026
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Semarakkan HUT ke-270 Kota Jogja, Pemkot Yogyakarta Gelar FestiSale dan Gemati Pasar Jogja Sepanjang Oktober 2026

Semarakkan HUT ke-270 Kota Jogja, Pemkot Yogyakarta Gelar FestiSale dan Gemati Pasar Jogja Sepanjang Oktober 2026

30 September 2026
Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

Jadi Dekan Filsafat UGM, Prof. Siti Murtiningsih Usung Visi Navigasi Peradaban Teknologi

29 September 2026
Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

Seminar Udin Pahlawan Nasional, PWI DIY Gandeng Pemkab Bantul

29 September 2026
Intip Serunya Festival Kebon Empring Bantul: Sulap Tepian Kali Gawe Jadi Pusat Ekowisata dan Kuliner

Intip Serunya Festival Kebon Empring Bantul: Sulap Tepian Kali Gawe Jadi Pusat Ekowisata dan Kuliner

29 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026