Selasa, 6 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Dengan Olahraga Kita Bersatu

Catatan: Hendry Ch Bangun (FWK) 

admin by admin
6 Oktober 2026
in Opini
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Saya tidak tahu bagaimana perasaan Presiden Prabowo Subianto ketika dia bersama Tim Indonesia mengangkat trofi Piala FIFA ASEAN di depan puluhan ribu hadirin di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (5/6) malam. Tetapi di layar televisi semua terlihat terharu dan bangga.

Pastilah dia bangga karena kemenangan via adu penalti 4-2 (2-2) itu menorehkan sejarah, ini untuk pertama kalinya Indonesia menjadi juara sepakbola di Kawasan Asia Tenggara setelah 35 tahun. Jutaan rakyat juga bangga, khususnya yang menonton siaran langsung di berbagai pelosok negeri.

Melalui media massa dan media sosial, kita mengetahui nobar dilakukan dimana-mana, bahkan di Jakarta. Begitu Emil Audero Mulyadi berhasil menepis bola dari pemain Thailand di kesempatan keempat, meledaklah kegembiraan masyarakat yang menonton. Mereka melompat, berteriak, bersalaman, berpelukan. Bukan hanya itu ribuan orang dengan sepeda motor berkeliling kota meluapkan rasa bahagia.

Ya kita sudah terlalu lama menunggu, meskipun Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah mencoba resep berkali-kali, termasuk dengan menggunakan pemain-pemain keturunan Indonesia yang bermain di liga Eropa. Entah sudah berapa banyak pelatih asing didatangkan, dari Eropa ataupun Asia, dan akhirnya John Herdman yang menikmati manisnya piala kemenangan.

Tentu saja dari sisi lain akan ada kritik bahwa kemenangan ini bukanlah hasil pembinaan asli Indonesia, belum mencakup pemain-pemain lokal yang bertalenta bagus, berbiaya mahal karena harus mengongkosi pemain Eropa datang dan main di tim nasional. Okelah. Tapi singkirkan itu dulu, mari kita nikmati kegembiraan ini.

Sebab Piala FIFA ASEAN itu membuat hati puluhan juta warga Indonesia berbunga-bunga. Mereka mimpi indah. Mereka bekerja Selasa pagi dengan penuh semangat walaupun mungkin terkantuk-kantuk. Dan khususnya bagi mereka yang keluar uang dengan menonton langsung di Stadion Gelora Bung Karno, unggahan status di media sosial dengan berseragam Merah Timnas, berlatar suasana stadion, membanggakan tiada tara.

Inilah salah satu hasil positif olahraga. Ada harga diri yang naik, ada perasaan senang yang sulit dibandingkan dengan materi atau uang. Khususnya ketika ada berbagai persoalan sehari-hari yang membuat pikiran buntu dan kepala mau pecah. ***

Stadion Gelanggang Olahraga Bung Karno dan kompleks olahraga Senayan berikut hotel, yang dibangun pada tahun 1962 untuk menyambut Asian Games IV sejatinya petunjuk sejarah paling nyata bagaimana Presiden Soekarno berusaha menjadikan olahraga sebagai kebanggaan bangsa. Indonesia yang nonblok, yang tidak ingin terpengaruh terikut Blok Barat Amerika Serikat-Inggris, atau Blok Timur dengan Uni Soviet, mau mandiri dan unjuk gigi.

Mendatangkan pelatih dari Eropa, memberi pelatihan internasional, Indonesia sukses menduduki peringkat kedua di bawah Jepang. Medali emas 11 keping dihasilkan Mohamad Sarengat, yang juara di lari 100 meter dan 100 meter gawang. Indonesia juga mendapat medali emas di balap sepeda dengan Hendrick Brooks dan 2 emas beregu (Aming Priyatna, Wahyu Wahdini dan Hasyim Rusli), loncat indah dengan Lanny Gumulya. Lalu 5 emas bulutangkis melalui Tan Joe Hok, Minarni, Minarni/Retno Kustijah, plus beregu putra (bersama Ferry Sonneville, Tutang dll) dan putri (plus Happy Herawati, Corry Kawilarang dan lain-lain).

Indonesia tidak hanya menjadi pemimpin disegani di dunia politik dengan Bung Karno sebagai tokoh Gerakan Non Blok bersama Chou En Lai, Gamar Abdul Naser, Joseph Broz Tito, Nehru. Tetapi juga Berjaya di olahraga. Bahkan melangsungkan Games of New Emerging Forces (Ganefo), setelah Indonesia absen di Olimpiade Tokyo, walau event itu akhirnya hanya terselenggara dua kali karena berbagai masalah.

Di level yang berbeda, Indonesia yang bergabung di pesta olahraga multi event Asia Tenggara SEA Games pada tahun 1977 (dari sebelumnya South East Asia Peninsula Games, SEAP Games) juga langsung menjadi juara umum, sampai terhenti pada tahun 1985 di Bangkok. Program Presiden Soeharto “Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat” terbukti berhasil menciptakan hasil pembinaan olaraga berjenjang di seluruh Indonesia.

Ada puluhan pemusatan latihan daerah di provinsi, ada kejuataan mulai dari tingkat sekolah (Popsi) , perguruan tinggi (POM), banyak kejuaraan Yunior, dan ada sekolah olahraga Ragunan, sehingga atlet muda tidak ragu hijrah ke Jakarta. Berlatih pagi dan sore, serta sekolah umum sebagai pelajar sebagai bekal menjadi mahasiswa dan kuliah.

Pada masa itu pemerintah menjadi olahraga menjadi bagian penting untuk membangun semangat dan karakter bangsa. Ada yang mengatakan, itu sengaja dilakukan Orde Baru, agar rakyat sibuk dan tidak terbawa masuk ke dunia politik. Tidak salah. Tetapi di sisi lain, pada masa inilah pula bangsa Indonesia bangga karena berkali-kali menjadi juara Piala Thomas dan Piala Uber, menjadi negara nomor satu di Asia Tenggara. Indonesia untuk pertama kali merebut medali emas di Olimpiade Barcelona 1992, setelah medali perak di Olimpiade Seoul 1988. ***

Keberhasilan mendapatkan 5 medali emas di Asian Games Aichi Nagoya melalui cabang angkat besi, panahan, panjat tebing, dan ganda putra serta beregu putra bulutangkis, menunjukkan bahwa pembinaan olahraga Indonesia berada di jalur yang tepat. Yaitu berhasil juaradi cabang olimpik, yang dipertandingkan di event olimpiade.

Termasuk tentu saja medali perak dan perunggu di cabang olimpik menembak, dayung, voli pantai, panahan, bulutangkis, balap sepeda. Atlet atletik, renang, belum berhasil membawa pulang medali, tetapi peringkat mereka di Asian Games 2026 menjanjikan. Apabila ditangani dengan tepat maka empat tahun mendatang peluang mereka sangat besar. Menjadi terbaik itu membutuhkan waktu panjang, baik melalui latihan itensif maupun tampil dalam kejuaraan di tingkat internasional.

Evaluasi dari kontingen Indonesia di Asian Games 2026 harus membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga membuat rekomendasi pembinaan berkelanjutan kepada induk-induk organisasi olahraga. Dibuat peta jalan, disiapkan anggaran, dan pelatnas multi years.

Kalau dulu ada cabang olahrag prioritas, sudah saatnya KONI sebagai kordinator membuat garis batas tegas, mana yang sangat penting, penting, dan kurang penting. Mana yang dibiayai penuh, mana subsidi, mana pembiayaan mandiri. Kondisi keuangan negara yang belum bisa memberikan anggaran maksimal, membuat kita harus berani membuat pilihan.

Di sinilah juga peran pers, agar terus mengawal pembinaan olahraga supaya berada di jalaur yang benar. Bukan soal like dan dislike. Bukan soal pembinanya orang penting atau berpengaruh atau sekadar pengusaha. Walaupun saat ini pengaruh media massa berkurang karena makin masifnya informasi dari media sosial, kebenaran harus tetap diungkapkan sebagai bentuk kontrol agar olahraga tidak berjalan seperti lagu, serong ke kanan sering ke kiri, tergantung selera.

Sukses Tim Indonesia merebut PIALA FIFA ASEAN dan keberhasilan melampaui target perolehan media emas di Asian Games Nagoya Aichi, menunjukkan kita bangsa juara. Kita bisa menang dan berhasil kalau pelaku olahraga bekerja sungguh-sungguh sampai titik darah penghabisan. Masyarakat memberikan dorongan semangat dan kontribusi agar atlet dan pelatih termotivasi untuk memberi pencapaian terbaik. Dan pemerintah sebagai pengayom memberikan dukungan anggaran (bisa dibantu swasta) sesuai kebutuhan.

Kesukses di bidang olahraga juga kesuksesan bangsa dan negara. Mari bahu membahu untuk kejayaan Indonesia. Merdeka.

Ciputat, 6 Oktober 2026

Tags: FIFA ASEANGelora Bung KarnoKoranmerapi.idPresiden Prabowo SubiantoPresiden SoekarnoSepakbola

Related Posts

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Kesaktian Pancasila dalam Ancaman Ekonomi Konglomerasi dan Oligarki

2 Oktober 2026
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda
Opini

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Opini

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045

29 September 2026
Menunggu Kabar Baik
Opini

Menunggu Kabar Baik

26 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Panggung Rakyat HUT ke-81 TNI di Gunungkidul, Kolaborasi Seni, Budaya, dan Perekonomian Warga

Panggung Rakyat HUT ke-81 TNI di Gunungkidul, Kolaborasi Seni, Budaya, dan Perekonomian Warga

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Panggung Rakyat HUT ke-81 TNI di Gunungkidul, Kolaborasi Seni, Budaya, dan Perekonomian Warga

Panggung Rakyat HUT ke-81 TNI di Gunungkidul, Kolaborasi Seni, Budaya, dan Perekonomian Warga

6 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul Resmikan Sejumlah Proyek Infrastruktur Strategis T.A. 2026 untuk Dorong Konektivitas dan Ekonomi Warga

Pemkab Gunungkidul Resmikan Sejumlah Proyek Infrastruktur Strategis T.A. 2026 untuk Dorong Konektivitas dan Ekonomi Warga

6 Oktober 2026
DePA-RI SULSEL Soroti Fenomena “Trial by Social Media”: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?

DePA-RI SULSEL Soroti Fenomena “Trial by Social Media”: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?

6 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Panggung Rakyat HUT ke-81 TNI di Gunungkidul, Kolaborasi Seni, Budaya, dan Perekonomian Warga

Panggung Rakyat HUT ke-81 TNI di Gunungkidul, Kolaborasi Seni, Budaya, dan Perekonomian Warga

6 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul Resmikan Sejumlah Proyek Infrastruktur Strategis T.A. 2026 untuk Dorong Konektivitas dan Ekonomi Warga

Pemkab Gunungkidul Resmikan Sejumlah Proyek Infrastruktur Strategis T.A. 2026 untuk Dorong Konektivitas dan Ekonomi Warga

6 Oktober 2026
DePA-RI SULSEL Soroti Fenomena “Trial by Social Media”: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?

DePA-RI SULSEL Soroti Fenomena “Trial by Social Media”: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?

6 Oktober 2026
Dengan Olahraga Kita Bersatu

Dengan Olahraga Kita Bersatu

6 Oktober 2026
Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

4 Oktober 2026
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026