KORAN MERAPI – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperinkopukm)- Bidang Koperasi Kota Yogyakarta menggelar acara Business Matching dan Soft Launching Koperasi Merah Putih tingkat kelurahan se-Kota Yogyakarta, Rabu siang (25/6/2025) di Graha Budaya, Taman Embung Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta.
Acara ini menjadi tonggak awal pembentukan dan penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan. Sebanyak 45 Koperasi Kelurahan Merah Putih targetnya sudah terbentuk dalam waktu satu bulan sebagai bagian dari upaya percepatan pemerataan ekonomi melalui pembentukan gugus tugas koperasi di tingkat lokal.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan koperasi ini ditujukan untuk menjadi penggerak ekonomi riil masyarakat, terutama di lingkungan kelurahan.
“Soft launching hari ini adalah bagian dari rangkaian menuju peluncuran resmi pada 12 Juli mendatang, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional. Targetnya, seluruh koperasi ini sudah mulai beroperasi penuh pada 28 Juli 2025,” ujarnya.

Kegiatan business matching pada kesempatan ini mempertemukan pelaku usaha koperasi dengan berbagai mitra potensial dari sektor perbankan, kesehatan, hingga perdagangan termasuk perwakilan dari BRI, Apotek, klinik kesehatan, dan pelaku ritel lokal.
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya koperasi sebagai pilar alternatif menghadapi dominasi ekonomi kapitalis.
“Koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Apotek, toko modern, hingga batik, bisa dikelola secara kolektif dalam wadah koperasi. Ini bukan sekadar gerakan ekonomi, tapi gerakan kemandirian,” ungkapnya.
Walikota juga mendorong agar koperasi menyasar sektor strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Koperasi bukan hanya untuk kesejahteraan anggotanya, tapi juga harus membangun kepercayaan sosial antarwarga. Saat ini, ekonomi hanya dikuasai oleh 10–20% golongan atas. Koperasi harus merebut ruang itu,” lanjutnya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, menyatakan dukungan penuh legislatif terhadap program ini.
“Kehadiran koperasi ini akan menjadi solusi riil. Tidak hanya untuk penguatan ekonomi lokal, tetapi juga dalam pengendalian harga, distribusi sembako, gas elpiji, dan layanan publik lainnya, serta tetap mengawal bahwa koperasi ini tetap di sektor riil, seperti dikatakan pak Walikota tadi,” kata Sofyan.
Ia menambahkan bahwa proses pembentukan koperasi telah sampai pada tahap finalisasi dan siap diluncurkan serentak pada 12 Juli 2025 mendatang.
Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Kalurahan Kadipaten, Haryawan Emir Nuswantoro, menyatakan bahwa pihaknya siap langsung bergerak.

“Kami sudah siapkan sektor pariwisata sebagai fokus usaha. Prinsipnya, ini adalah lembaga bisnis profesional, tidak harus menunggu modal dari pemerintah. Yang penting punya NIB dan NPWP, kami bisa langsung tancap gas,” ujarnya.
Acara ini menjadi langkah awal penting bagi terbentuknya ekosistem koperasi modern berbasis komunitas kelurahan yang inklusif dan berdaya saing, menuju cita-cita ekonomi kerakyatan khas Yogyakarta yang kuat dan mandiri. (Ags)



















