KORAN MERAPI – Puncak perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di RW 13 Kampung Dukuh, Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron berlangsung meriah dan penuh semangat gotong-royong. Dua RT yakni RT 63 dan RT 64 tampil mencolok dengan tema unik masing-masing: Total Football Garuda Sakti dan Daur Ulang Sampah, dalam agenda karnaval dan jalan sehat pada Minggu pagi (31/8).
Kegiatan ini merupakan rangkaian puncak dari berbagai lomba dan acara yang telah digelar selama bulan Agustus. Berbagai kalangan dari anak-anak, remaja hingga orang tua terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan yang didominasi oleh semangat kolaborasi dan kebersamaan warga.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir langsung untuk membuka dan melepas peserta karnaval dan jalan sehat. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi keterlibatan aktif generasi muda dalam organisasi dan pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan.
“Anak-anak muda sudah menyiapkan dengan sangat baik dan disambut antusiasme warga. Dari kostum yang lucu-lucu hingga partisipasi lintas usia, ini menunjukkan ciri khas masyarakat Yogyakarta yang guyub dan gotong royong,” ujarnya.
Warga dari tiap RT menampilkan tema kreatif dalam karnaval. RT 65 menghadirkan ikon Tugu Jogja, sementara RT 66 mengusung nuansa khas Ngayogyakarta. Kekompakan dan keindahan dekorasi rumah serta jalan-jalan kampung pun memperkuat suasana semarak kemerdekaan.
Khusus RT 63, tema Total Football Garuda Sakti tampil menonjol. Mereka menyulap jalan utama menjadi “lapangan sepakbola mini” lengkap dengan garis lapangan, papan skor, dekorasi bambu berbentuk gawang, umbul-umbul, dan lampion bola. Seluruh warga, termasuk ibu-ibu dan anak-anak, tampil mengenakan atribut dan yel-yel ala suporter sepak bola.
“Dengan segala keterbatasan, kami tetap semangat dan berusaha menampilkan yang terbaik. Yang penting kebersamaan,” kata Susmiati, warga RT 63.
Sementara itu, RT 64 mengangkat tema Daur Ulang Sampah, sebagai upaya edukasi warga untuk menjaga lingkungan. Kostum dan hiasan berbahan limbah rumah tangga menjadi daya tarik tersendiri dalam karnaval.
Lurah Gedongkiwo, Sunu Sari Husada, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang edukatif ini. Ia berharap semangat cinta tanah air dan kebersamaan terus terpelihara melalui kegiatan positif di tingkat kampung.

“Ini salah satu bentuk edukasi untuk anak-anak muda agar tumbuh rasa cinta tanah air dan semangat membangun lingkungan,” ujarnya.
Ketua RW 13, Arif Kusnadi, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian acara dan partisipasi aktif seluruh warga.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Masyarakat bahagia, guyup rukun – itulah yang kita harapkan,” ucapnya.
Tak hanya karnaval, berbagai kegiatan lain turut menyemarakkan peringatan kemerdekaan, mulai dari lomba PAUD, outbound anak, lomba ibu-ibu dan pemudi, hingga olahraga seperti futsal, pingpong, karambol, dan voli. Malam Tirakatan pada 16 Agustus lalu juga berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan, berkat gotong royong seluruh warga termasuk ibu-ibu dalam menyiapkan konsumsi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang kreatif, inklusif, dan memperkuat jalinan sosial antarwarga. (Rls)



















