Kamis, 18 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Cerpen

STIPRAM Gelar FGD: Menakar Dampak Inpres No. 1 Tahun 2025 dan Larangan Study Tour terhadap Pariwisata DIY

admin by admin
23 September 2025
in Cerpen, News
0
0
SHARES
108
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI — Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menakar Dampak Kebijakan Inpres No. 1 Tahun 2025 dan Kebijakan Pelarangan Study Tour pada Sektor Pariwisata di DIY”, yang dilaksanakan Selasa (16/9/25) beberapa waktu yang  lalu di Golden Ganesha Hotel STIPRAM Yogyakarta.

FGD ini menjadi forum strategis untuk menggali dampak kebijakan pemerintah terhadap sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pariwisata, antara lain perwakilan dari PHRI, ASITA, IHGMA, ASPPI, HIPPI, Forkom Desa Wisata, serta Dinas Pariwisata DIY. Hadir pula narasumber utama Dr. Bima Setya Nugraha, S.H., M.Sc., akademisi dan praktisi hukum sekaligus Direktur Pusat Kajian Hukum Pariwisata UAD.

Saat FGD sedang berlangsung, diskusi dan tanya jawab membuat FGD semakin aktif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema penelitian kolaboratif dosen dan mahasiswa melalui Hibah PDP Kemendiktiristek Tahun Anggaran 2025, yang diketuai oleh Eko Haryanto, M.Par., CHE.

FGD ini dilatarbelakangi oleh dua kebijakan yang berdampak signifikan terhadap keberlangsungan sektor pariwisata di DIY, yaitu: Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja melalui pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50%, dan Surat Edaran Pelarangan Study Tour yang dikeluarkan oleh beberapa kepala daerah.

Kedua kebijakan tersebut dinilai memberi tekanan berat terhadap pelaku usaha pariwisata, khususnya pada sektor perhotelan, agen perjalanan, transportasi, UMKM, pedagang oleh-oleh, hingga pekerja informal seperti porter dan pedagang kaki lima.

Ketua HIPPI DIY, Ariyanto, S.E., M.M., menuturkan bahwa para pelaku usaha saat ini masih menghadapi masa sulit, dengan angka kunjungan wisatawan yang belum sesuai harapan.

Eko Haryanto, M.Par., CHE. menyampaikan hasil pengumpulan data awal bahwa tingkat hunian hotel di DIY pada semester pertama 2025 mengalami penurunan antara 30–60%. Dampak paling terasa terjadi pada hotel-hotel yang mengandalkan segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), yang selama ini banyak melayani kegiatan instansi pemerintah.

“Segmentasi pasar hotel MICE sulit dialihkan karena infrastruktur yang memang didesain khusus untuk kegiatan pertemuan berskala besar,” ujarnya.

Selain itu, meningkatnya jumlah akomodasi non-hotel dalam beberapa tahun terakhir turut berkontribusi terhadap ketidakseimbangan pasar, yang tidak diimbangi dengan kebijakan stimulus atau relaksasi pajak dari pemerintah. Sementara itu, larangan study tour turut menekan perputaran ekonomi pelaku wisata skala kecil seperti desa wisata, pedagang oleh-oleh, dan rumah makan.

Dalam FGD, para peserta sepakat bahwa kebijakan efisiensi dan pelarangan study tour perlu ditinjau ulang. Pemerintah diharapkan mampu membedakan antara belanja dinas yang bersifat konsumtif dan belanja dinas yang berdampak produktif terhadap ekonomi lokal.

Terkait study tour, kebijakan pelarangan sebaiknya diganti dengan kebijakan pengaturan yang memastikan kegiatan edukatif tersebut tetap aman, terjangkau, dan berdampak positif, baik bagi siswa maupun pelaku ekonomi daerah.

Beberapa poin penting yang menjadi rekomendasi dalam FGD ini antara lain: diferensiasi produk wisata perlu terus dikembangkan, seperti wisata kesehatan, sport tourism, dan wisata berbasis desa.

Kemudian kreativitas dalam menggerakkan wisata domestik harus menjadi prioritas, terlebih di tengah keterbatasan akibat kebijakan yang berlaku.

Selanjutnya pemerintah perlu melibatkan pelaku usaha dalam perumusan kebijakan serta melakukan sosialisasi dan mitigasi dampak sebelum implementasi.

Sehingga kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan sektor pariwisata DIY.

FGD ini diakhiri dengan semangat kolaboratif untuk terus menjaga daya tahan sektor pariwisata DIY di tengah berbagai tantangan. STIPRAM Yogyakarta melalui kegiatan ini kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam menjembatani dialog kebijakan dan dunia usaha berbasis data dan kajian ilmiah. (Rls)

Tags: Bima Setya NugrahaFGDKoranmerapi.idSTIPRAM YogyakartaUAD

Related Posts

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas
News

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code
News

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram
News

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul
News

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026
Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas
News

Ratusan Pahlawan Kemanusiaan Terima Penghargaan Donor Darah 50 Kali, Apresiasi atas Keikhlasan Tanpa Batas

11 Juni 2026
Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman
News

Musim Wisuda Tiba: Solusi Pindah Kostan Praktis Mahasiswa Jogja Kembali ke Kampung Halaman

10 Juni 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Penyelenggaraan workshop Penyusunan dan Evaluasi SOP serta Penyusunan Standar Pelayanan FISIP UPN Veteran Yogyakarta. (Foto : Dokumentasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta)

Pimpinan FISIP UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

16 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

Pemkot Yogya Terima Penghargaan Percontohan e-Learning ASN Berintegritas

17 Juni 2026
Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

Kenduri Suro Kampung Keparakan Lor: Menjaga Spirit Budaya dan Merawat Kelestarian Kali Code

17 Juni 2026
Penyelenggaraan workshop Penyusunan dan Evaluasi SOP serta Penyusunan Standar Pelayanan FISIP UPN Veteran Yogyakarta. (Foto : Dokumentasi FISIP UPN Veteran Yogyakarta)

Pimpinan FISIP UPN Veteran Yogyakarta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

16 Juni 2026
Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

Peringati Hari Jadi ke-195 Bantul: Forum BUMDes Bantul Gelar ‘Senam Sak Isone’ dan Unjuk Potensi UMKM di Sekar Mataram

14 Juni 2026
Samsung menghadirkan inovasi terbaru melalui Samsung Vision AI yang terintegrasi pada Samsung Micro RGB.

Samsung TV Micro RGB, Ketika Pengalaman Menonton Menjadi Lebih Personal di Rumah

13 Juni 2026
DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

12 Juni 2026