Kamis, 30 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

RIPPARDA DIY 2026–2045

Membangun Pariwisata Masa Depan Daerah Istimewa Yogyakarta, Menuju Pariwisata yang Berkualitas, Inklusif, Berkelanjutan Berjiwa Budaya dan Keistimewaan

admin by admin
21 November 2025
in News
0
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RENCANA Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) DIY 2012–2025 segera berakhir. Sebagai arah baru pembangunan pariwisata dua puluh tahun ke depan, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyusun RIPPARDA DIY 2026–2045.
Dokumen ini menjadi pedoman utama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas, berdaya saing internasional, inklusif, dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai budaya serta keistimewaan Yogyakarta.
RIPPARDA baru menekankan kolaborasi lintas sektor, penguatan desa wisata, transformasi digital, peningkatan kompetensi SDM, serta perlindungan alam dan budaya. Semua diarahkan untuk memastikan pariwisata DIY tumbuh maju, menyejahterakan masyarakat, dan menjaga harmoni lingkungan.

Penyusunan RIPPARDA berlandaskan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta berbagai peraturan terkait tata kelola kepariwisataan. RIPPARDA ini menegaskan peran kepariwisataan sebagai salah satu sektor strategis yang mampu menjadi penggerak ekonomi daerah, media pelestarian budaya, serta sarana memperkuat identitas dan keistimewaan Yogyakarta di tingkat nasional maupun global.

RIPPARDA DIY 2026–2045 memiliki tujuan utama untuk menetapkan arah kebijakan pembangunan destinasi, industri, pemasaran, kelembagaan, dan sumber daya manusia pariwisata, serta menjadi pedoman sinkronisasi lintas sektor, lintas kewenangan, dan lintas kepentingan dalam pembangunan daerah. Selain itu, dokumen ini berfungsi sebagai acuan bagi penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten/Kota serta menjadi instrumen pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pariwisata di seluruh wilayah DIY.

Secara substansial, RIPPARDA memuat visi, misi, arah kebijakan, strategi, dan indikasi program pembangunan kepariwisataan yang dilandasi semangat keberlanjutan, inklusivitas, dan keadilan sosial. Pelaksanaan RIPPARDA berpedoman pada asas manfaat, keseimbangan, kemandirian, kelestarian, partisipatif, demokratis, dan gotong royong. Rencana ini berlaku selama dua puluh tahun (2026–2045) dan akan ditinjau setiap lima tahunb agar senantiasa relevan dengan perkembangan zaman dan kebijakan nasional.

Dalam kerangka perwilayahan, Pemerintah Daerah menetapkan tujuh Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) sebagai pilar pengembangan destinasi unggulan, yaitu :

1. Kawasan Sumbu Filosofi, sebagai simbol filosofi tata ruang dan nilai budaya Yogyakarta;
2. Kawasan Poros Mataram, yang menegaskan kesinambungan sejarah Mataram sebagai pusat peradaban Jawa;
3. Kawasan Gunung Merapi, yang mencerminkan harmoni antara manusia dan alam melalui wisata edukasi dan mitigasi bencana;
4. Kawasan Prambanan–Shiva Plateau, pusat warisan budaya dunia dan spiritualitas Nusantara;
5. Kawasan Geopark Gunung Sewu, kawasan karst berkelas dunia yang mengedepankan konservasi dan ekowisata;
6. Kawasan Pantai Selatan, dengan potensi bahari, budaya pesisir, dan ekonomi kreatif; serta
7. Kawasan Perbukitan Menoreh, dengan kekayaan alam, sejarah, dan spiritualitas pedesaan.

Pengembangan pariwisata di setiap kawasan dilakukan dengan prinsip keseimbangan antara pelestarian, pemberdayaan, dan pemanfaatan ekonomi, sekaligus memperkuat karakter budaya dan kearifan lokal masyarakat Yogyakarta.

Selain itu, RIPPARDA menempatkan desa wisata dan kampung wisata sebagai ujung tombak pembangunan pariwisata berbasis masyarakat. Pemerintah Daerah akan melaksanakan sistem penjaminan mutu dan akreditasi secara berkala untuk memastikan pengelolaan destinasi yang profesional, berdaya saing, dan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.

Untuk memperkuat tata kelola dan koordinasi lintas sektor, akan dibentuk Lembaga Pariwisata Daerah (LPD) yang beranggotakan unsur pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, asosiasi kepariwisataan, akademisi, media massa, Kasultanan dan Kadipaten, serta perwakilan masyarakat dan komunitas. Lembaga ini bertugas mengkoordinasikan, memfasilitasi, serta mensinergikan upaya pembangunan pariwisata agar sejalan dengan rencana pembangunan daerah dan prinsip keistimewaan.

RIPPARDA juga mengedepankan transformasi digital pariwisata dengan mengembangkan sistem data dan informasi terpadu, memperluas literasi digital pelaku pariwisata, serta menjamin keterbukaan dan kemudahan akses informasi bagi

masyarakat. Digitalisasi pariwisata diharapkan mampu meningkatkan promosi, transparansi, serta efisiensi pengelolaan destinasi wisata di seluruh wilayah DIY.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan dan pengendalian dilakukan oleh Gubernur bersama perangkat daerah terkait melalui koordinasi lintas sektor. Evaluasi dilakukan setiap tahun dan peninjauan menyeluruh setiap lima tahun untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Pendanaan pembangunan kepariwisataan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat. Di sisi lain, masyarakat diberi ruang luas untuk berperan aktif melalui berbagai bentuk partisipasi, mulai dari penyampaian aspirasi dan usulan, keterlibatan dalam pengelolaan destinasi, pelestarian budaya dan lingkungan, hingga menjadi pelaku usaha pariwisata berbasis kearifan lokal.

Melalui pelaksanaan RIPPARDA DIY 2026–2045, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta meneguhkan komitmen untuk membangun pariwisata yang maju, berdaya saing internasional, lestari, inklusif, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Yogyakarta, tanpa meninggalkan nilai luhur budaya dan jati diri keistimewaan. RIPPARDA menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan pariwisata Yogyakarta menuju masa depan yang tangguh, harmonis, dan tetap istimewa.  Yogyakarta: Maju, Sejahtera, dan Tetap Istimewa.

 

 

Related Posts

Mitigasi Stunting, Pemerintah Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Keluarga Pak Sakiman
News

Mitigasi Stunting, Pemerintah Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Keluarga Pak Sakiman

29 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Perkuat Kapasitas Sarlinmas Rescue Istimewa dan Dorong Transformasi Pariwisata
News

Bupati Gunungkidul Perkuat Kapasitas Sarlinmas Rescue Istimewa dan Dorong Transformasi Pariwisata

29 Juli 2026
Perkuat Layanan dan Kualitas SDM, PT Genza Edukasi Indonesia Resmi Buka Genza Training Center (GTC) di Yogyakarta
News

Perkuat Layanan dan Kualitas SDM, PT Genza Edukasi Indonesia Resmi Buka Genza Training Center (GTC) di Yogyakarta

29 Juli 2026
Gregorius Sri Wuryanto Resmi Pimpin FPRB Kota Yogyakarta Periode 2025–2029
News

Gregorius Sri Wuryanto Resmi Pimpin FPRB Kota Yogyakarta Periode 2025–2029

29 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Gelar Pembinaan ASN Dinas Lingkungan Hidup, Soroti Masalah Sampah, Perizinan, dan Krisis SDM
News

Bupati Gunungkidul Gelar Pembinaan ASN Dinas Lingkungan Hidup, Soroti Masalah Sampah, Perizinan, dan Krisis SDM

28 Juli 2026
Pemkab Gunungkidul Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Petani di Playen
News

Pemkab Gunungkidul Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Petani di Playen

28 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Mitigasi Stunting, Pemerintah Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Keluarga Pak Sakiman

Mitigasi Stunting, Pemerintah Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Keluarga Pak Sakiman

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Mitigasi Stunting, Pemerintah Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Keluarga Pak Sakiman

Mitigasi Stunting, Pemerintah Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Keluarga Pak Sakiman

29 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Perkuat Kapasitas Sarlinmas Rescue Istimewa dan Dorong Transformasi Pariwisata

Bupati Gunungkidul Perkuat Kapasitas Sarlinmas Rescue Istimewa dan Dorong Transformasi Pariwisata

29 Juli 2026
Perkuat Layanan dan Kualitas SDM, PT Genza Edukasi Indonesia Resmi Buka Genza Training Center (GTC) di Yogyakarta

Perkuat Layanan dan Kualitas SDM, PT Genza Edukasi Indonesia Resmi Buka Genza Training Center (GTC) di Yogyakarta

29 Juli 2026
Gregorius Sri Wuryanto Resmi Pimpin FPRB Kota Yogyakarta Periode 2025–2029

Gregorius Sri Wuryanto Resmi Pimpin FPRB Kota Yogyakarta Periode 2025–2029

29 Juli 2026
Mitigasi Stunting, Pemerintah Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Keluarga Pak Sakiman

Mitigasi Stunting, Pemerintah Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Keluarga Pak Sakiman

29 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Perkuat Kapasitas Sarlinmas Rescue Istimewa dan Dorong Transformasi Pariwisata

Bupati Gunungkidul Perkuat Kapasitas Sarlinmas Rescue Istimewa dan Dorong Transformasi Pariwisata

29 Juli 2026
Perkuat Layanan dan Kualitas SDM, PT Genza Edukasi Indonesia Resmi Buka Genza Training Center (GTC) di Yogyakarta

Perkuat Layanan dan Kualitas SDM, PT Genza Edukasi Indonesia Resmi Buka Genza Training Center (GTC) di Yogyakarta

29 Juli 2026
Gregorius Sri Wuryanto Resmi Pimpin FPRB Kota Yogyakarta Periode 2025–2029

Gregorius Sri Wuryanto Resmi Pimpin FPRB Kota Yogyakarta Periode 2025–2029

29 Juli 2026
Bupati Gunungkidul Gelar Pembinaan ASN Dinas Lingkungan Hidup, Soroti Masalah Sampah, Perizinan, dan Krisis SDM

Bupati Gunungkidul Gelar Pembinaan ASN Dinas Lingkungan Hidup, Soroti Masalah Sampah, Perizinan, dan Krisis SDM

28 Juli 2026
Pemkab Gunungkidul Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Petani di Playen

Pemkab Gunungkidul Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pemberdayaan Petani di Playen

28 Juli 2026