Minggu, 16 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Trump dan Ilusi Polisi Dunia

Oleh: Tundra Meliala Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat

admin by admin
19 Januari 2026
in Opini
0
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – DONALD Trump kerap digambarkan sebagai sosok yang datang tanpa aba-aba. Ia seperti cowboy dalam film-film Barat lama: satu tangan menggenggam senjata, tangan lain menenteng tali dan karung. Yang sering luput dipertanyakan bukan hanya ke mana karung itu diarahkan, melainkan apa yang diinjak kuda di bawahnya — tanah hukum internasional atau sekadar debu kepentingan nasional Amerika Serikat.

Dalam beberapa bulan terakhir, langkah-langkah Donald Trump terhadap Venezuela, Iran, dan Greenland kembali menghidupkan satu pertanyaan lama dalam politik global: sampai sejauh mana Amerika Serikat merasa berhak bertindak sebagai polisi dunia?

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat — dengan dalih perang terhadap narkotika dan perlindungan keamanan nasional — menjadi preseden yang mengkhawatirkan. Bukan semata karena Maduro adalah pemimpin kontroversial, melainkan karena tindakan itu dilakukan tanpa mandat internasional yang sah.

Dalam hukum internasional, penangkapan kepala negara berdaulat hanya dimungkinkan melalui mekanisme pengadilan internasional atau kesepakatan multilateral. Ketika satu negara mengambil alih fungsi hakim, jaksa, sekaligus algojo, maka hukum internasional berubah menjadi sekadar aksesoris moral.

Langkah Amerika Serikat di Venezuela juga tidak bisa dilepaskan dari faktor ekonomi. Negara Amerika Latin itu memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Dalam lanskap geopolitik, minyak bukan sekadar komoditas energi, melainkan instrumen kekuasaan. Di titik inilah idealisme keamanan global bertemu dengan realisme ekonomi.

Yang dilakukan di Iran menunjukkan pola yang serupa. Trump menempatkan Iran sebagai ancaman permanen, terutama terkait program nuklir dan pengaruhnya di Timur Tengah. Namun, tekanan militer yang terus-menerus justru berpotensi memicu spiral eskalasi.

Data survei publik di Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan yang menarik: mayoritas warga AS menolak keterlibatan militer baru di Timur Tengah. Ini mengindikasikan adanya jurang antara kebijakan elite dan kehendak publik. Polisi dunia, rupanya, tidak selalu didukung warganya sendiri.

Jika Venezuela dan Iran mencerminkan wajah keras kebijakan Trump, maka Greenland memperlihatkan sisi lain: banal sekaligus problematik. Keinginan Trump untuk “membeli” Greenland dari Denmark, dan kemudian disusul ancaman tarif, menggambarkan cara pandang transaksional terhadap kedaulatan.

Bagi Denmark dan masyarakat Greenland, penolakan bukan soal harga, melainkan martabat. Kedaulatan tidak berada di pasar bebas. Ketika diplomasi berubah menjadi tawar-menawar ala korporasi, hubungan antarnegara tereduksi menjadi neraca untung-rugi.

Reaksi dunia terhadap langkah-langkah Trump relatif seragam: penolakan normatif, tetapi minim aksi kolektif. Uni Eropa, PBB, Kanada, hingga negara-negara Nordik menegaskan pentingnya hukum internasional. Namun, dunia juga tampak ragu untuk berhadapan langsung dengan kekuatan terbesar secara militer dan ekonomi.

Di sisi lain, Rusia dan China mengamati situasi ini dengan tenang. Setiap pelanggaran unilateral terhadap hukum internasional memberi mereka justifikasi moral untuk melakukan hal serupa di wilayah pengaruh masing-masing.

Trump tidak lahir dari ruang hampa. Ia adalah produk dari demokrasi yang terpolarisasi, dari pemilih yang merasa tertinggal, dan dari keinginan Amerika untuk kembali “ditakuti”. Dalam politik domestik AS, ancaman eksternal sering kali menjadi alat konsolidasi internal.

Sebagai pengusaha, Trump terbiasa melihat dunia sebagai pasar. Dalam logika ini, negara bisa berubah menjadi aset, konflik menjadi peluang, dan tekanan menjadi strategi negosiasi.

Namun, dunia internasional bukan ruang rapat direksi. Ia adalah jaringan rapuh yang bergantung pada kepercayaan, norma, dan kesepakatan bersama.

Ketika seorang polisi bertindak tanpa aturan, ia tak lagi menjaga ketertiban — ia menciptakan ketakutan. Di titik inilah dunia kini berdiri menghadapi Donald Trump dan Amerika Serikat.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Trump melanggar hukum internasional, melainkan apakah hukum internasional masih cukup kuat untuk membatasi kekuasaan negara besar. Jika tidak, maka karung yang diseret sang cowboy itu bukan berisi keadilan, melainkan puing-puing tatanan global yang selama ini dijaga bersama.

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpKoranmerapi.idMaduroVenezuela

Related Posts

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya
Opini

UMKM Berbudaya, Pelaku Usaha Sejahtera: Fondasi Bangsa Berdaya

30 Juli 2026
Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita
Opini

Jalan Panjang Kemandirian Pers Kita

23 Juli 2026
Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh
Opini

Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

20 Juli 2026
Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali
Opini

Ketika Gol Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi Bali

14 Juli 2026
Bersama Koperasi Memberdayakan Ekonomi Rakyat 
Opini

Bersama Koperasi Memberdayakan Ekonomi Rakyat 

12 Juli 2026
Membenahi Pikiran Sebelum Menuntut Nilai: Mengapa Metode Bimbel Konvensional Mulai Kehilangan Relevansinya?
Opini

Membenahi Pikiran Sebelum Menuntut Nilai: Mengapa Metode Bimbel Konvensional Mulai Kehilangan Relevansinya?

11 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

15 Agustus 2026
Usung Dakwah Ekologi, GowesMu Bekasi Gelar “Tour De Jogja” dan Susuri Bantaran Kali Code

Usung Dakwah Ekologi, GowesMu Bekasi Gelar “Tour De Jogja” dan Susuri Bantaran Kali Code

15 Agustus 2026
DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi “Pengadilan Media Sosial” !!!

DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi “Pengadilan Media Sosial” !!!

15 Agustus 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Ribuan Siswa Sekolah Dasar di Wonosari Ikuti Pawai Budaya dan Marching Band

Rayakan HUT RI ke-81, Ribuan Siswa Sekolah Dasar di Wonosari Ikuti Pawai Budaya dan Marching Band

14 Agustus 2026
Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

Bupati Gunungkidul Hadiri Sedekah Bumi di Randusari, Momentum Syukur dan Menjaga Persatuan

15 Agustus 2026
Usung Dakwah Ekologi, GowesMu Bekasi Gelar “Tour De Jogja” dan Susuri Bantaran Kali Code

Usung Dakwah Ekologi, GowesMu Bekasi Gelar “Tour De Jogja” dan Susuri Bantaran Kali Code

15 Agustus 2026
DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi “Pengadilan Media Sosial” !!!

DePA-RI: Jangan Biarkan Viralitas Menjadi “Pengadilan Media Sosial” !!!

15 Agustus 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Ribuan Siswa Sekolah Dasar di Wonosari Ikuti Pawai Budaya dan Marching Band

Rayakan HUT RI ke-81, Ribuan Siswa Sekolah Dasar di Wonosari Ikuti Pawai Budaya dan Marching Band

14 Agustus 2026

Sinergi Lintas Sektor Gunungkidul Gelar Aksi Bersih Kali untuk Mewujudkan “Gayeng Guyub”

14 Agustus 2026
30 Tahun Gugurnya Udin, PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional

30 Tahun Gugurnya Udin, PWI DIY Perkuat Perjuangan Menjadikan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional

14 Agustus 2026