Minggu, 4 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home Opini

Trump dan Ilusi Polisi Dunia

Oleh: Tundra Meliala Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat

admin by admin
19 Januari 2026
in Opini
0
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI  – DONALD Trump kerap digambarkan sebagai sosok yang datang tanpa aba-aba. Ia seperti cowboy dalam film-film Barat lama: satu tangan menggenggam senjata, tangan lain menenteng tali dan karung. Yang sering luput dipertanyakan bukan hanya ke mana karung itu diarahkan, melainkan apa yang diinjak kuda di bawahnya — tanah hukum internasional atau sekadar debu kepentingan nasional Amerika Serikat.

Dalam beberapa bulan terakhir, langkah-langkah Donald Trump terhadap Venezuela, Iran, dan Greenland kembali menghidupkan satu pertanyaan lama dalam politik global: sampai sejauh mana Amerika Serikat merasa berhak bertindak sebagai polisi dunia?

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat — dengan dalih perang terhadap narkotika dan perlindungan keamanan nasional — menjadi preseden yang mengkhawatirkan. Bukan semata karena Maduro adalah pemimpin kontroversial, melainkan karena tindakan itu dilakukan tanpa mandat internasional yang sah.

Dalam hukum internasional, penangkapan kepala negara berdaulat hanya dimungkinkan melalui mekanisme pengadilan internasional atau kesepakatan multilateral. Ketika satu negara mengambil alih fungsi hakim, jaksa, sekaligus algojo, maka hukum internasional berubah menjadi sekadar aksesoris moral.

Langkah Amerika Serikat di Venezuela juga tidak bisa dilepaskan dari faktor ekonomi. Negara Amerika Latin itu memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Dalam lanskap geopolitik, minyak bukan sekadar komoditas energi, melainkan instrumen kekuasaan. Di titik inilah idealisme keamanan global bertemu dengan realisme ekonomi.

Yang dilakukan di Iran menunjukkan pola yang serupa. Trump menempatkan Iran sebagai ancaman permanen, terutama terkait program nuklir dan pengaruhnya di Timur Tengah. Namun, tekanan militer yang terus-menerus justru berpotensi memicu spiral eskalasi.

Data survei publik di Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan yang menarik: mayoritas warga AS menolak keterlibatan militer baru di Timur Tengah. Ini mengindikasikan adanya jurang antara kebijakan elite dan kehendak publik. Polisi dunia, rupanya, tidak selalu didukung warganya sendiri.

Jika Venezuela dan Iran mencerminkan wajah keras kebijakan Trump, maka Greenland memperlihatkan sisi lain: banal sekaligus problematik. Keinginan Trump untuk “membeli” Greenland dari Denmark, dan kemudian disusul ancaman tarif, menggambarkan cara pandang transaksional terhadap kedaulatan.

Bagi Denmark dan masyarakat Greenland, penolakan bukan soal harga, melainkan martabat. Kedaulatan tidak berada di pasar bebas. Ketika diplomasi berubah menjadi tawar-menawar ala korporasi, hubungan antarnegara tereduksi menjadi neraca untung-rugi.

Reaksi dunia terhadap langkah-langkah Trump relatif seragam: penolakan normatif, tetapi minim aksi kolektif. Uni Eropa, PBB, Kanada, hingga negara-negara Nordik menegaskan pentingnya hukum internasional. Namun, dunia juga tampak ragu untuk berhadapan langsung dengan kekuatan terbesar secara militer dan ekonomi.

Di sisi lain, Rusia dan China mengamati situasi ini dengan tenang. Setiap pelanggaran unilateral terhadap hukum internasional memberi mereka justifikasi moral untuk melakukan hal serupa di wilayah pengaruh masing-masing.

Trump tidak lahir dari ruang hampa. Ia adalah produk dari demokrasi yang terpolarisasi, dari pemilih yang merasa tertinggal, dan dari keinginan Amerika untuk kembali “ditakuti”. Dalam politik domestik AS, ancaman eksternal sering kali menjadi alat konsolidasi internal.

Sebagai pengusaha, Trump terbiasa melihat dunia sebagai pasar. Dalam logika ini, negara bisa berubah menjadi aset, konflik menjadi peluang, dan tekanan menjadi strategi negosiasi.

Namun, dunia internasional bukan ruang rapat direksi. Ia adalah jaringan rapuh yang bergantung pada kepercayaan, norma, dan kesepakatan bersama.

Ketika seorang polisi bertindak tanpa aturan, ia tak lagi menjaga ketertiban — ia menciptakan ketakutan. Di titik inilah dunia kini berdiri menghadapi Donald Trump dan Amerika Serikat.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Trump melanggar hukum internasional, melainkan apakah hukum internasional masih cukup kuat untuk membatasi kekuasaan negara besar. Jika tidak, maka karung yang diseret sang cowboy itu bukan berisi keadilan, melainkan puing-puing tatanan global yang selama ini dijaga bersama.

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpKoranmerapi.idMaduroVenezuela

Related Posts

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan
Opini

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Kesaktian Pancasila dalam Ancaman Ekonomi Konglomerasi dan Oligarki

2 Oktober 2026
Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda
Opini

Menolak Lupa G30S 1965: Tragedi Lubang Buaya dan Warisan untuk Generasi Muda

30 September 2026
Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Opini

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026
Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045
Opini

Pembangunan Blue Economy Menuju Indonesia Emas 2045

29 September 2026
Menunggu Kabar Baik
Opini

Menunggu Kabar Baik

26 September 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026
KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

3 Oktober 2026
Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

3 Oktober 2026
Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

3 Oktober 2026
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026
KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

3 Oktober 2026
Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

3 Oktober 2026
Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

3 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo DIY Dapati Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo DIY Dapati Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

2 Oktober 2026