
KORAN MERAPI – Pameran Republik Sebelah Mata digelar di DGTMB Shop, Yogyakarta, mulai pada tanggal 4 Desember 2025 hingga 3 Februari 2026.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara seniman Eko Nugroho dan jenama Sejauh Mata Memandang, yang menghadirkan karya seni, merchandise, serta ruang pamer berbasis praktik seni dan mode kontemporer.
Pameran Republik Sebelah Mata di Yogyakarta menjadi kelanjutan dari kolaborasi yang sebelumnya ditampilkan dalam ajang Jakarta Fashion Week.
Kolaborasi ini kemudian dibawa ke Yogyakarta atas keinginan Eko Nugroho untuk menghadirkan karya tersebut ke kota yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan artistiknya.
Direktur DGTMB Shop, Tika, menjelaskan bahwa pemilihan tempat di Yogyakarta tidak terlepas dari hubungan personal dan kepercayaan antara Eko Nugroho dan Sejauh Mata Memandang.
“Sebenarnya karena Pak Eko. Kolaborasi ini datangnya dari hubungan pertemanan. Dari situ muncul ide dan konsep untuk menciptakan karya, lalu setelah banyak pertimbangan, Pak Eko ingin membawa kolaborasi ini ke Jogja,” ujarnya.
DGTMB Shop dipilih sebagai lokasi pameran karena berada dalam satu ekosistem karya yang dikelola langsung oleh Eko Nugroho.
Ruang ini berada di bawah manajemen Yayasan Eko Nugroho, yang juga menaungi Eko Nugroho Art Class, Eko Nugroho Studio, serta lini merchandise DGTMB.
Seluruh elemen tersebut menjadi bagian dari praktik artistik yang saling terhubung.
Pameran ini menampilkan berbagai bentuk karya, mulai dari produk kolaborasi, merchandise artistik, hingga penataan ruang yang merepresentasikan gagasan Republik Sebelah Mata.
Karya-karya tersebut disajikan tidak hanya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai medium narasi sosial dan ekspresi artistik.
Proses persiapan pameran di Yogyakarta memakan waktu sekitar tiga bulan, sementara durasi pameran berlangsung selama dua bulan.
Penataan ruang dilakukan dengan menyesuaikan karakter DGTMB Shop sebagai ruang ritel sekaligus ruang pamer seni.
Tika mengungkapkan bahwa respons pengunjung terhadap pameran ini cukup tinggi.
“Kami cukup terkejut, ternyata banyak masyarakat Jogja yang sudah mengenal dan memahami karya Pak Eko maupun Sejauh Mata Memandang. Antusiasmenya tinggi, dan keberadaan retail seperti ini cukup diterima di Jogja,” katanya.
Pameran Republik Sebelah Mata menargetkan beragam kalangan pengunjung, dari penikmat seni hingga masyarakat umum.
Selain membuka peluang hadirnya kolektor baru, pameran ini juga diharapkan dapat dinikmati lintas usia dan latar belakang.
Melalui pameran ini, Eko Nugroho dan Sejauh Mata Memandang berupaya menghadirkan ruang pertemuan antara seni, mode, dan publik, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota yang terbuka terhadap praktik seni kontemporer dan kolaborasi lintas disiplin. (Vianola Nurfitrah)



















