KORAN MERAPI – Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta sukses menyelenggarakan Lomba Tangkas Terampil Perkoperasian yang dikemas dalam tajuk Ajang Kreasi Inovasi Koperasi (AKIK) 2026, yang berlangsung di Hotel Tara Yogyakarta, Jl. Magelang, pada Kamis (18/6/2026) ini menyasar generasi muda dari jenjang SMP/MTs, SMA/SMK, hingga Perguruan Tinggi se-Kota Yogyakarta.
Ratusan peserta antusias mengikuti kompetisi yang dimulai dari babak penyisihan tertulis, hingga menyisakan 5 besar finalis di masing-masing jenjang untuk beradu argumen dalam babak debat perkoperasian yang sengit dan dinamis.

Acara ini dibuka oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, falam sambutannya, ia menekankan bahwa ajang ini tidak boleh berhenti sebagai perlombaan seremonial semata.
“Kami berharap anak-anak bisa memahami koperasi lebih dalam. Ketika lulus dan melanjutkan studi, kapasitas pemahaman mereka tentang koperasi terus meningkat. Pemahaman akademik ini harus diimplementasikan secara nyata, baik dengan berkontribusi membesarkan Koperasi Mahasiswa (Kopma) di kampus, maupun ikut serta mengembangkan Koperasi Merah Putih (KMP) yang ada di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujar Patricia.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memberikan arahan dan motivasi yang membakar semangat para peserta. Ia mengajak pemuda untuk tidak khawatir atau ragu terhadap koperasi, karena koperasi adalah pilar utama ekonomi kerakyatan.

“Ayo para pemuda bangsa, kita sama-sama kembangkan koperasi untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Wadah UKM yang paling cocok adalah koperasi. Melalui konsep AKIK hari ini, kita sosiolisasikan koperasi agar kembali menjadi soko guru ekonomi,” tegas Wawan.
Wawan juga menggarisbawahi pentingnya action nyata, pemahaman hukum, serta pemanfaatan teknologi digital, yaitu pertama, adanya Pembeda Utama, disini perbedaan mendasar koperasi dengan Perseroan Terbatas (PT) bukan sekadar badan hukumnya, melainkan asas kekeluargaan dan gotong royongnya.
Kedua, adanya Manajemen Profesional, disini Pemkot Yogyakarta saat ini juga tengah mengonsep tata kelola Koperasi Merah Putih secara profesional dan modern agar bisa menjadi percontohan dan bermitra dengan perusahaan besar.
Ketiga, harus Tanggap Digitalisasi, disini Koperasi masa kini harus melek teknologi dan tanggap terhadap arus digitalisasi agar tetap relevan bagi generasi muda.
Terakhir keempat adanya Dampak Nyata, “Jangan sampai setelah dapat piala, selesai begitu saja tanpa memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat luas,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menyampaikan apresiasi mendalam saat menutup acara sekaligus menyerahkan trofi dan uang pembinaan kepada para pemenang.
“Lomba ini membuktikan bahwa anak-anak kita tidak sekadar menghafal teori, tetapi mampu melahirkan ide-ide gagasan segar yang visioner. Di sini telah lahir calon-calon pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan besar bagi perkoperasian Indonesia,” ungkap Tri Karyadi.

Ia juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Dekopinwil DIY, Dekopinda Kota Yogyakarta, para dewan juri, guru pendamping, serta rekan media yang terus mengawal acara dari pagi hingga sore hari.
Adapun daftar tim yang berhasil meraih juara setelah melalui babak final debat perkoperasian yang ketat, yaitu di Jenjang SMP / MTs, juara 1: SMPN 5 Yogyakarta (Muhammad Brillian Avrilio-Gabriel Messi R.M.), juara 2: SMPN 5 Yogyakarta (Diayu Cinta Putu Sari-Catarina Oryza Laurenda Reshma), juara 3: SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta (Ivana Cecilia Hariyanto-Tharenia Maretta Sihombing), dan juara harapan 1: SMPIT Abu Bakar Yogyakarta (Syifa Nauli Hidayat Pangestu-Rr. Salsabila Khaerunnisa Khaerudin), serta juara harapan 2: SMP Negeri 16 Yogyakarta (Fitri Khoirotun Ni’mah-Tiara Ghoniyu Rahmah)
Kemudian Jenjang SMA / SMK / MA, juara 1: SMAN 3 Yogyakarta (Muhammad Hatan Fahlady-Lectio Divina Sukma Bening Maharani), juara 2: SMK Negeri 7 Yogyakarta (Tifanni Nadia Rosa-Nandita Oriza Handani), juara 3: SMAN 3 Yogyakarta (Helen Nayyara Setyawan-Ardhia Erly Putri Purnomo) dan juara harapan 1: SMAN 5 Yogyakarta (Andika Raditya Faza- Muhammad Alif Azzam), serta juara harapan 2: SMAN 9 Yogyakarta (Gerrard Rifqy Wijaya-Greace Natalia).

Selanjutnyanya untuk Jenjang Perguruan Tinggi / Universitas, juara 1: Universitas Islam Indonesia, (Deti Ayu Setyaningrum-Dimas Saputra), juara 2: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (Fransiskus Aprianus Setu-Natalia Carla Nudia), juara 3: Universitas Ahmad Dahlan (Albina Ul Islam-Atta Nur Afilillah), dan juara harapan 1: Universitas Ahmad Dahlan (Nina Aulia-Nazwa Zaskia Anggrea Putri) serta juara harapan 2: Universitas Islam Indonesia (Nabila Zahrah-Naufal Aziz Laksana). (Ags)




















