KORAN MERAPI – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN Veteran Yogyakarta berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Komitmen ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan dan Evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Penyusunan Standar Pelayanan, Senin (15/6/2026).
Workshop dilaksanakan secara hybrid, sebagai langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas (PZI) FISIP UPN Veteran Yogyakarta menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Workshop menghadirkan narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Syafiq SIP MA serta diikuti impinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, tenaga kependidikan, tim pembangunan zona integritas, dan perwakilan mahasiswa sebagai stakeholder utama layanan fakultas.
Tingginya komitmen pimpinan fakultas dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan ini terlihat dari keterlibatan aktif jajaran pimpinan dalam setiap tahapan persiapan maupun pelaksanaan workshop. Dukungan tersebut menjadi bukti keseriusan FISIP UPN Veteran Yogyakarta dalam mengimplementasikan program pembangunan zona integritas secara nyata dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UPN Veteran Yogyakarta, Dr Susanta MSi menegaskan, peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan publik merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret. Salah satu langkah mendasar adalah memastikan seluruh layanan yang diberikan memiliki SOP dan Standar Pelayanan yang jelas, terukur, transparan, dan mudah diakses pengguna layanan.
Menurutnya, pembangunan Zona Integritas menuju WBK bukan sekadar upaya untuk memperoleh predikat tertentu, melainkan proses transformasi organisasi yang bertujuan membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Komitmen pimpinan fakultas terhadap pembangunan Zona Integritas harus diwujudkan melalui kebijakan dan program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan. Workshop ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan seluruh proses pelayanan di lingkungan FISIP berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan prima,” tegas Dr Susanta.
Pada sesi materi, Muhammad Syafiq SIP MA dari LAN memberikan pemaparan mengenai prinsip-prinsip penyusunan SOP dan Standar Pelayanan yang efektif sebagai instrumen peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menjelaskan, SOP dan Standar Pelayanan memiliki peran strategis dalam menciptakan kepastian layanan, meningkatkan efisiensi proses kerja, sekaligus menjadi sarana pengendalian mutu pelayanan. Selain menyampaikan konsep dan regulasi yang menjadi landasan penyusunan dokumen layanan, narasumber juga memberikan berbagai contoh praktik baik yang dapat diterapkan dalam pengelolaan pelayanan publik di lingkungan perguruan tinggi.
Berbeda dari kegiatan pelatihan yang bersifat teoritis, workshop ini dirancang dengan pendekatan partisipatif melalui sesi praktik penyusunan draft SOP dan Standar Pelayanan. Dengan fasilitasi dari Andrit Pries Anantyo SH dan Frenky Kristian Saragi SH MHan dari LAN, peserta secara langsung melakukan identifikasi layanan, mengevaluasi dokumen yang telah ada, serta menyusun rancangan perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan unit kerja masing-masing.
Kehadiran perwakilan mahasiswa dalam forum ini turut memperkuat perspektif pengguna layanan dalam proses penyusunan standar pelayanan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan berharga untuk memastikan bahwa layanan yang dikembangkan tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi mahasiswa dan pengguna layanan lainnya.
Melalui kegiatan ini, FISIP UPN Veteran Yogyakarta menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. Hasil workshop akan menjadi dasar penyempurnaan SOP dan Standar Pelayanan fakultas sebagai bagian dari implementasi reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.
Dengan dukungan penuh pimpinan, partisipasi aktif seluruh unit kerja, serta keterlibatan stakeholder pelayanan, FISIP UPN Veteran Yogyakarta optimistis dapat mewujudkan budaya pelayanan yang profesional, responsif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan sebagai fondasi utama dalam pencapaian WBK. (*)






