KORAN MERAPI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta dalam rangkaian Hari Palang Merah Sedunia menggelar agenda Penyerahan Piagam Donor Darah 50 Kali pada Kamis (11/06/2026) siang. Bertempat di Graha Sarina Vidi, Jl. Magelang KM. 8 No. 75, Sleman, D.I. Yogyakarta, acara ini menjadi momentum spesial untuk memberikan penghormatan kepada ratusan pendonor sukarela yang telah konsisten menyelamatkan nyawa sesama selama bertahun-tahun.
Acara ini sempat tertunda karena satu dan lain hal, namun akhirnya dapat terealisasi sebagai bentuk ucapan terima kasih mendalam dari PMI. Secara keseluruhan, terdapat 804 orang penerima penghargaan 50 kali donor di wilayah DIY, di mana tugas penyerahan diserahkan kepada PMI Kota Yogyakarta sebanyak 504 orang. Berdasarkan data absensi hingga Kamis pagi, sebanyak 409 pendonor hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI Kota Yogyakarta, Haka Astana, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian luar biasa Kota Yogyakarta yang tahun lalu meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI sebagai penyedia darah tertinggi se-Indonesia.
“Saat ini, pendonor darah sukarela yang terdata aktif di kami ada 12.000 orang. Setiap bulan, rata-rata kami mendistribusikan 4.000 kantong darah, sehingga dalam setahun minimal mencapai 48.000 kantong. Bahkan, per tanggal 1 hingga 10 Juni ini saja, kami sudah mendistribusikan 1.523 kantong darah,” papar Haka Astana.
Haka juga meluruskan persepsi masyarakat terkait Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). Ia menjelaskan bahwa meski darah dari pendonor diberikan secara sukarela, terdapat biaya produksi dan pengolahan berkisar antara Rp410.000 hingga Rp415.000 per kantong agar darah tersebut aman digunakan.
PMI Kota Yogyakarta pun sangat terbantu oleh adanya subsidi reagen dari Kemenkes (seperti untuk tes NAT/MPV) sebanyak 2.000 sampel, yang jika dinilai mandiri berkisar antara Rp225.000 hingga Rp250.000 per tes. Hal ini penting untuk menjaga stok darah tetap seimbang dan mencegah terjadinya darah kedaluwarsa (expired).

Mewakili Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Staf Ahli Wali Kota Bidang Administrasi Umum Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, membacakan sambutan tertulis yang menekankan bahwa aksi para pendonor adalah wujud nyata kepedulian yang tak ternilai harganya.
“Setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi harapan baru dan menyelamatkan nyawa. Bantuan ini bukan sekadar tindakan medis, melainkan solidaritas kemanusiaan luar biasa yang mencerminkan jargon Pemerintah Kota Yogyakarta, yaitu Segoro Amarto (semangat gotong royong),” ujar Wahyu. Ia menegaskan komitmen Pemkot Yogyakarta untuk terus bersinergi mendukung program kerja PMI ke depan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI DIY, GBPH H. Prabukusumo, menyampaikan rasa takzimnya berada di satu ruangan bersama orang-orang luar biasa.
“Paling cepat butuh waktu 12 tahun yang sangat mulia untuk mencapai donor 50 kali. Kita tidak kenal siapa penerimanya, tetapi tetes darah kita membuat mereka sehat, sembuh, dan bisa bekerja lagi. ‘Dari Jogja untuk Indonesia’, itulah pesan kita,” tegas GBPH Prabukusumo.
Ia juga menambahkan bahwa PMI DIY terus berinovasi untuk masyarakat, salah satunya melalui penyediaan program motor ambulans yang disusul oleh armada mobil ambulans.
Testimoni menyentuh datang dari salah satu penerima penghargaan, Wirmon Samawi. Ia mengisahkan perjalanannya menjadi pendonor yang dimulai sejak usia 29 tahun.
“Dulu awalnya melihat jarum yang panjang dan harus diambil 350 cc itu sangat mengerikan bagi saya. Sama sekali tidak bermimpi jadi pendonor. Namun setelah dicoba, ada rasa bahagia yang luar biasa,” kenang Wirmon.
Wirmon juga menambahkan, dengan regulasi baru di mana donor darah kini bisa dilakukan setiap 60 hari sekali (sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama), donor darah justru sudah menjadi kebutuhan biologisnya. “Secara pribadi, kalau tidak donor, badan malah terasa tidak enak. Di sisi lain, kita juga diuntungkan karena kesehatan kita rutin terdeteksi dari penyakit-penyakit berat seperti HIV atau Hepatitis,” tambahnya.
Acara puncak ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada 20 orang perwakilan pendonor yang maju ke atas panggung. Agenda khidmat ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara para penerima penghargaan dengan jajaran pengurus PMI DIY serta PMI Kota Yogyakarta. (Ags)




















