Rabu, 22 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

DARI OMPRENG KEMBALI KE OMPRENG: Menengok Konsep Sirkular Ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani” di SPPG Palbapang 2 Bantul

"Satu Siklus Berkelanjutan yang Mengubah Limbah Menjadi Berkah"

admin by admin
12 Juni 2026
in News
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Di tengah hiruk-pikuk pemenuhan gizi bagi anak-anak SD , SMP, SMA/SMK di wilayah SPPG, sebuah langkah inovatif berbasis lingkungan hidup tengah bergulir di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palbapang 2. Berlokasi di Jalan Manunggal, Taskombang, Palbapang, Kapanewon Bantul, komplek ini tidak sekadar menjadi dapur umum penyedia makanan bergizi, melainkan episentrum penerapan sirkular ekonomi yang nyata.

Suasana siang yang hangat pada Jumat (12/6/2026) menjadi saksi bincang-bincang mendalam Koranmerapi.id bersama Dr. (Can) Wahyu Indro Widodo, SST., M.Par., selaku Mitra MBG sekaligus Penanggung Jawab SPPG Palbapang 2. Dengan penuh semangat, akademisi pariwisata yang tengah menempuh program Doktoral di STIPRAM Yogyakarta ini memaparkan agenda besar pemanfaatan lahan melalui program bertajuk “Kabeh Mubeng Lan Migunani”.

“Filosofi program ini sederhana namun mendalam: Dari Ompreng, Kembali ke Ompreng. Sebuah siklus yang memastikan setiap sumber daya dimanfaatkan kembali sehingga menciptakan sistem tanpa limbah (zero waste),” ujar Wahyu.

Implementasinya dilakukan melalui dua siklus utama yang mengintegrasikan pengelolaan sisa produksi dapur dengan sistem budidaya mandiri. Pada siklus pertama, sisa makanan dimanfaatkan sebagai bagian dari proses budidaya ikan lele yang menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.

Setiap sisa makanan dari ompreng, wadah makan stainless steel yang digunakan untuk menyajikan makanan program MBG, yang tidak habis dikonsumsi tidak berakhir menjadi limbah. Sisa makanan tersebut diolah secara higienis menjadi pakan lele berkualitas. Ketika panen tiba, lele hasil budidaya tersebut kembali masuk ke rantai pasok dapur SPPG untuk disajikan sebagai menu protein hewani bagi anak-anak.

Siklus kedua bergerak melalui jalur pengelolaan sampah organik dan budidaya sayuran. Sampah organik yang berasal dari proses pra-produksi dapur, seperti kulit sayuran dan sisa potongan bahan pangan, diolah melalui instalasi pengomposan hingga menjadi pupuk alami yang menyuburkan berbagai tanaman sayuran, seperti tomat, terong, selada air, dan selada romain (romaine lettuce) yang dibudidayakan di greenhouse mandiri yang dibangun berdampingan dengan dapur. Saat masa panen tiba, sayuran segar tersebut kembali diolah menjadi menu bergizi dan disajikan dalam ompreng, menutup siklus kebermanfaatan yang menjadi ruh dari konsep Kabeh Mubeng Lan Migunani

Sedangkan limbah non-organik seperti botol plastik, cup minuman, dan kaleng dipilah secara ketat sebelum dikirim ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk masuk ke dalam rantai pengelolaan dan daur ulang.

Sebagai seorang profesional yang terbiasa dengan analisis manajemen risiko, Wahyu Indro Widodo menekankan bahwa penerapan ekonomi sirkular ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan setiap sumber daya, mengurangi potensi pemborosan, dan menciptakan nilai tambah dari setiap siklus produksi, tanpa mengurangi nilai bisnis dan kualitas.

Namun, di atas segalanya, kualitas gizi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. “Kami menerapkan zero toleransi terhadap standard keamanan pangan dan penurunan kualitas. Di sini, yang memegang kunci utama adalah Ahli Gizi. Jika Ahli Gizi bilang ‘tidak’, maka urusan anggaran atau selera harus mengalah,” tegas Wahyu.

Sebagai contoh nyata, SPPG Palbapang 2 sangat ketat menjaga kandungan nutrisi bahan baku dan hingga kini tidak pernah menyajikan telur asin demi menjaga batas aman natrium bagi anak-anak, sebuah standar yang mungkin kerap diabaikan di tempat lain.

Dalam menjalankan operasional harian, Kepala SPPG didampingi oleh Iftita Waladhatul Haqul Ahsana, S.Gz, seorang Ahli Gizi lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tita membeberkan dinamika luar biasa dalam menyusun menu selama 10 bulan terakhir.

Adanya regulasi dari pusat yang membatasi menu berkuah (seperti sayur bening, soto dan lain-lain) membuat variasi sayur terbatas pada tumisan (bawang putih, bawang merah, bombay) yang kerap memicu kebosanan pada anak-anak.

Demi menjamin keamanan pangan, sayuran hijau seperti bayam dan kangkung jarang digunakan karena risiko oksidasi yang cepat. Sebagai gantinya, buncis-wortel-jagung, brokoli dan kembang kol, dan jagung (baby corn) menjadi andalan.

Ia menambahkan, tahu dan tempe kerap memicu kejenuhan, sehingga modifikasi dengan kacang merah dan kacang hijau terus diupayakan.

Dalam menghadapi anak-anak yang belum terbiasa mengonsumsi sayuran atau lebih menyukai makanan dengan cita rasa yang kuat, seperti pecel lele kremes, Tita menekankan pentingnya pendekatan Learning by Doing (belajar sambil melakukan). Prinsip tersebut diterapkan melalui proses adaptasi menu secara berkelanjutan, termasuk diskusi antara tim dapur, chef, dan melakukan, Trial dan Research and Development (RnD) untuk merancang sajian yang tidak hanya bergizi, tetapi juga sesuai dengan preferensi anak-anak.

“Edukasi gizi tidak bisa sekadar teori. Siswa dan orang tua harus mempraktikkannya langsung di rumah dan di sekolah. Belajar menyukai sayur adalah proses praktik yang konsisten,” jelas Tita.

Program ini tidak akan berjalan tanpa adanya sinergi lokal. Hendra Dwi Yulianto, selaku Kepala SPPG Palbapang 2 Bantul, menambahkan bahwa keberadaan fasilitas ini membawa dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

Ia menjelaskan bahwa 70% mayoritas relawan dan pekerja di dapur ini merupakan warga setempat, dan bahan baku seperti Tempe, Tahu dibeli langsung dari perajin UMKM di wilayah Bantul, begitu pula dengan pasokan daging ayam yang mengutamakan peternak lokal guna memitigasi risiko distribusi dan menjaga kesegaran bahan.

Melalui sinergi antara ketatnya disiplin gizi, pemberdayaan UKM lokal, dan konsep sirkular ekonomi “Kabeh Mubeng Lan Migunani”, SPPG Palbapang 2 tidak hanya sekadar mengenyangkan perut anak-anak bangsa, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga bumi tempat kita berpijak. Dari ompreng, kembali ke ompreng, untuk masa depan Bantul yang lebih hijau dan sehat. (Ags)

Tags: Ahli GiziGreenhouseKabeh Mubeng Lan MigunaniKoranmerapi.idLearning by DoingMBGSPPG

Related Posts

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang
News

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!
News

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code
News

Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

21 Juli 2026
Pengda PTMSI DIY Sukses Gelar Kejurda Tenis Meja 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!
News

Pengda PTMSI DIY Sukses Gelar Kejurda Tenis Meja 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!

21 Juli 2026
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

19 Juli 2026
Sambut HUT RI Ke-81, YPIB Bersama Astra Motor Yogyakarta Gelar Pelatihan Safety Riding “Merdeka Aman Bersama” 
News

Sambut HUT RI Ke-81, YPIB Bersama Astra Motor Yogyakarta Gelar Pelatihan Safety Riding “Merdeka Aman Bersama” 

19 Juli 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Konferensi pers Yogyakarta Gamelan Festival, Senin (20/7/2026) di Loman Park Hotel. - Foto: Agoes Jumianto

Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Digelar di Plaza Ngasem hingga 2 Agustus 2026

21 Juli 2026
Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

21 Juli 2026
BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

BUMDesma Satu Hati Playen, Kelola Aset Rp17 Miliar dan Raih Juara Nasional, Lepas 850 Peserta Gathering ke Magelang

22 Juli 2026
Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

Peringati Usia 41 Tahun, Joxzin Lawas Gelar Aksi Sosial. Ini Buktinya!

22 Juli 2026
Konferensi pers Yogyakarta Gamelan Festival, Senin (20/7/2026) di Loman Park Hotel. - Foto: Agoes Jumianto

Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Digelar di Plaza Ngasem hingga 2 Agustus 2026

21 Juli 2026
Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

Wujudkan Kemandirian Pangan, Puluhan Mahasiswa ASEAN Bagikan Bibit Sayur untuk Warga Kali Code

21 Juli 2026
Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

Sepasang Kaki yang Menolak Menyerah dan Sujud Syukur di Lereng Menoreh

20 Juli 2026
Pengda PTMSI DIY Sukses Gelar Kejurda Tenis Meja 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!

Pengda PTMSI DIY Sukses Gelar Kejurda Tenis Meja 2026, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya!

21 Juli 2026