KORAN MERAPI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah DIY menggelar Kegiatan Pelatihan Komunitas Coworking Space bertajuk “Pelatihan Debunking: Penguatan Kapasitas Verifikasi Informasi untuk Mewujudkan Masyarakat Jogja yang Wasis dan Cerdas Bermedia”. Acara ini berlangsung di Aula Kresna, Diskominfo DIY, Jl. Brigjend Katamso, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta, pada Kamis (23/7/2026).
Pelatihan strategis ini diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari lintas unsur media massa, komunitas digital, hingga akademisi di DIY. Di antaranya perwakilan Redaksi Harian Jogja, Redaksi Tribun Jogja, Redaksi Radar Jogja, Redaksi Kedaulatan Rakyat, Redaksi Koran Merapi, TVRI Yogyakarta, RRI Yogyakarta, Ketua FK KIM DIY, Masyarakat Digital Jogja, Paguyuban Akun Informasi Jogjakarta, serta perwakilan Mahasiswa.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo DIY, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, S.T., M.Acc., dalam sambutannya mengungkapkan latar belakang pentingnya pelatihan verifikasi informasi ini dilaksanakan. Merujuk pada data survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026, penetrasi dan aktivitas internet masyarakat di DIY berada di angka sangat tinggi, yakni 92,4%.
“Tingginya akses infrastruktur internet ini tentunya perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya secara bijak. Berdasarkan indeks literasi digital Kementerian Kominfo, indeks Masyarakat Digital Indonesia sudah mencapai 60%, namun untuk pilar keterampilan digital masih di bawah 50%. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting untuk membekali kawan-kawan media dan komunitas agar ilmu periksa fakta ini dapat ditularkan kembali ke ekosistemnya masing-masing,” jelas Riris.
Sementara itu, Koordinator Wilayah MAFINDO DIY, Fitria Indri Kesumawati, S.Psi., menyambut baik sinergi rutin bulanan yang terjalin antara MAFINDO dan Diskominfo DIY. Fitria menegaskan bahwa MAFINDO merupakan organisasi relawan independen dan non-profit yang berfokus pada verifikasi hoaks serta edukasi literasi digital.
“Kali ini materi kita rancang lebih berbobot dan teknis, di mana para peserta diminta membawa laptop untuk langsung melakukan simulasi praktik periksa fakta. Di era kecerdasan buatan (AI) saat ini, kami hadir untuk saling berbagi ilmu, bukan menggurui. Diharapkan setelah pelatihan ini, para peserta bisa menjadi Duta Anti-Hoaks yang mampu memverifikasi fakta secara mandiri dan menyusun klarifikasi yang efektif bagi publik,” ungkap Fitria.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber ahli yang membedah teknik periksa fakta secara mendalam. Sebagai narasumber pertama, Imam Suharjo, seorang Dosen Informatika Universitas Mercu Buana dan Relawan MAFINDO memberikan dan membedah konsep Debunking, pemeriksaan fakta/terhadap narasi, foto, video, maupun kombinasi media yang beredar.
Kali ini Peserta diajarkan 5 Pilar Verifikasi pemeriksaan, yaitu Asal-usul, Sumber, Tanggal, Lokasi, dan Motivasi. “Kami paparkan pula konsep Prebunking berbasis teori inokulasi psikologi sebagai langkah proaktif dan preventif memvaksinasi masyarakat sebelum hoaks menyebar luas,” ungkapnya.
Selanjutnya sebagai narasumber kedua, AM Bayhaqi, yang merupakan Pengurus MAFINDO, Praktisi Media dan Pendamping UMKM), salam pemaparan materi menjelaskan pentingnya menyusun pesan klarifikasi yang mudah dipahami.
“Mengingat hoaks mampu menyebar 6 kali lebih cepat dibandingkan fakta, konten klarifikasi hadir untuk meluruskan disinformasi dan mencegah kerugian sosial. Disini peserta dilatih mengidentifikasi struktur klarifikasi, merancang visual menarik, serta memanfaatkan alat bantu Artificial Intelligence (AI) untuk proses verifikasi dan produksi konten edukatif secara mandiri,” jelasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan praktik langsung menggunakan laptop. Peserta melakukan penelusuran klaim hoaks secara langsung dan diberikan akses pengayaan materi serta kesempatan meraih sertifikasi internasional periksa fakta yang didukung oleh Google.
Melalui pelatihan kolaboratif ini, Diskominfo DIY dan MAFINDO DIY berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kecakapan digital masyarakat, demi mewujudkan ekosistem informasi Jogja yang sehat, aman, dan tepercaya. (Ags)



















