KORAN MERAPI – Kuliner Gendhis (spesial masakan Jawa) ada papan nama bertuliskan: 101 Aneka Masakan Jawa, mulai dari Rp 3.000-an. Dan setelah berada di dalam komplek kuliner, akan menemukan aneka masakan Jawa yang disajikan secara prasmanan, mulai dari jenis sayur, lauk, nasi, dan makanan ringan/gorengannya.
Menurut Founder Gendhis, Agustini Yuliana yang akrab disapa Bu Tin, pihaknya merasa bersyukur, aneka masakan Jawa yang disediakan di tempatnya disenangi berbagai kalangan.
“Untuk nasinya di tempat kami biasa ada empat pilihan, yaitu nasi putih biasa, nasi merah, kuning dan uduk. Selain itu juga ada beberapa jenang atau bubur,” ungkap Bu Tin, baru-baru ini.
Adapun jenis masakan sayurnya antara lain oseng daun pepaya, gudeg (bahan baku nangka muda), lodeh jantung pisang, kluwih, gori, sayur asem, sop, sayur bening dan brongkos.
Lauknya pun beragam, misalnya beberapa jenis sate, olahan ikan nila, patin, kembung, ayam, tahu dan tempe. Ada pula makanan ringan/gorengan seperti mendoan, bakwan jagung, timus, pisang goreng, tahu isi, tape goreng, risol dan ubi goreng.
Mulai dari anak-anak hingga lansia senang dapat memilih jenis-jenis masakan/makanan ringan di tempatnya. Tak jarang wisatawan dari berbagai daerah berburu aneka masakan/berwisata kuliner di tempatnya.
“Sebagian konsumen biasa pula memberikan informasi keberadaan kami lewat media sosial yang dimiliki, jadi keberadaan kami juga bisa semakin banyak dikenal berbagai kalangan,” jelasnya.
Ia pun merasa sangat bersyukur, sebab awal berdiri usaha kulinernya pada 2017 silam di Sukaharjo Jawa Tengah. Sekitar dua tahun kemudian, menambah lagi di kawasan Jalan Kaliurang Sleman.
Berkembang pula di utara Stadion Maguwoharjo, Kadisoka Kalasan dan belum lama ini di kawasan Jalan Kabupaten Sleman. Bahkan ada rencana membuka di Pleret Bantul dan Bandung Jawa Barat.
Menurutnya, sebagian lokasi kuliner Gendhis merupakan kerja sama atau bermitra. Saat ini, jumlah tenaga kerja di Gendhis yang ada di Yogyakarta sudah ada 40 orang.
“Ketika bisa membuka Gendhis di tempat lain, tak hanya dapat membuka lapangan kerja, manfaat lainnya seperti memudahkan banyak warga termasuk wisatawan dalam mencari masakan-masakan khas Jawa,” tandas Bu Tin.
Sementara itu, salah satu seniman yang tinggal di Sleman, Digie Sigit dan keluarganya sudah beberapa kali ke Gendhis. Ia mengaku, ketika datang ke kuliner tersebut ada banyak pilihan menu masakan.
“Aneka masakan Jawa yang disediakan rasanya juga enak-enak, dan harganya terjangkau semua. Ditambah lagi, jaraknya Gendhis dengan rumah kami tak jauh,” ungkap Sigit. (Yan)



















