Senin, 5 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Sri Sultan Menilai DIY Belum Tetapkan KLB Antraks

admin by admin
18 Maret 2024
in News
0
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (MERAPI-ANTARA/Luqman Hakim)

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (MERAPI-ANTARA/Luqman Hakim)

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai wilayahnya belum perlu menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kasus antraks yang muncul di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul.

“Saya kira belum perlu, kecuali kalau memang ada dasar berkembangnya penyakit. Kalau tidak kan (penanganan) bisa terlokalisasi, malah lebih baik,” ujar Sultan HB X dikutip <I>Antara<P> dari laman resmi Pemda DIY di Yogyakarta, Jumat (16/3/2024).

Menurut Sultan, status KLB belum diperlukan meski jika dibandingkan dengan kasus antraks sebelumnya, kasus yang terjadi tahun ini hanya berjarak dalam hitungan bulan. Sultan berharap penanganan yang sudah dijalankan bisa menyelesaikan kasus yang ada.

Raja Kraton Yogyakarta itu mengaku heran praktik brandu atau menyembelih hewan ternak yang sudah mati terus berulang sehingga kembali muncul kasus antraks di Sleman dan Gunungkidul.

“Saya itu herannya di situ. Makanya saya tadi ngasih catatan ke Dinas Kesehatan sama (Dinas) Pertanian, kenapa (perilaku masyarakat itu) selalu berulang begitu. Mungkin perlu literasi yang baik kepada masyarakat peternak, bagaimana menjaga ternak dan dirinya agar antraks tidak terulang,” jelasnya.

Sri Sultan pun berpesan bagi para peternak untuk selalu berhati-hati dan mampu mengenali kondisi hewan ternaknya, dengan mengobati apabila diketahui sakit.

“Masa peternak sapi tidak paham kalau sapinya nglentur, diam saja, lemas, tidak curiga kan tidak mungkin. Mestinya ya diobati, jangan mati malah dipotong karena sayang, lha yo piye,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Hery Sulistio Hermawan mengatakan Pemda DIY perlu melakukan intervensi perilaku, khususnya terhadap praktik porak atau brandu ternak sakit atau mati.

Intervensi tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat dan pemilik ternak serta dapat mengalokasikan anggaran untuk semenisasi lokasi yang tercemar antraks. “Intervensi perilaku dan peningkatan KIE ini untuk mencegah terjadinya pemotongan hewan sakit, mati atau brandu,” ujarnya.

Bersama seluruh pejabat otoritas veteriner, DPKP DIY telah menyusun zonasi pengendalian antraks dan ditetapkan oleh masing-masing kepala dinas kabupaten/kota. DPKP DIY, ujar Hery, telah melakukan pendataan populasi ternak, sarana prasarana logistik, seperti obat-obatan, vitamin, vaksin dan desinfektan, sumber daya untuk menangani kasus yang sudah terjadi di Sleman dan Gunungkidul.

Selain itu, pihaknya juga berupaya menyediakan sumber daya untuk memaksimalkan pengobatan pada ternak, pelaksanaan vaksinasi, termasuk pengendalian lalu lintas hewan.

Sementara itu, berdasarkan hasil investigasi Dinas Kesehatan DIY, kasus suspek antraks di Kabupaten Sleman dalam periode 8-12 Maret 2024 berjumlah 26 kasus, dengan kasus suspek meninggal 1 kasus. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul terdeteksi 19 kasus dalam periode yang sama, di mana dua suspek di antaranya masih menjalani rawat inap.

“Total suspek antraks ada 46 kasus. Untuk satu kasus suspek meninggal, belum terambil sampel dan belum dilakukan audit penyebab kematian,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie.

Pembajun mengungkapkan penanganan kasus suspek antraks ini dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi di kedua kabupaten dan dilakukan pengambilan sampel pada yang bergejala. Selanjutnya, dilakukan pula pengobatan pada suspek antraks atau orang yang bergejala mengarah ke penyakit antraks dan memiliki riwayat mengonsumsi daging hewan sakit atau mati mendadak.

“Kami juga melakukan pemberian profilaksis atau obat pencegahan kepada mereka yang terpapar atau tidak bergejala tetapi memiliki riwayat mengonsumsi daging hewan sakit atau mati mendadak,” ujarnya.

Edukasi kepada masyarakat terdampak, terutama kepada tokoh masyarakat, kata Pembajun, juga terus dilakukan oleh puskesmas dan dinas kesehatan di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul dengan harapan terjadi perubahan perilaku dengan meninggalkan praktik brandu. (*)

 

Tags: antraksKLBSri Sultan

Related Posts

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta
News

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

4 Oktober 2026
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama
News

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026
KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030
News

KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

3 Oktober 2026
Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196
News

Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

3 Oktober 2026
Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize
News

Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

3 Oktober 2026
Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo DIY Dapati Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga
News

Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo DIY Dapati Pengolahan Pangan Unggas Higienis dan Modern di Salatiga

2 Oktober 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

4 Oktober 2026
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026
KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

3 Oktober 2026
Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

3 Oktober 2026
Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

Ketum PBMA: Mathla’ul Anwar Bersinar di Yogyakarta

4 Oktober 2026
Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

Tirakatan Peringati Hari Jadi ke-196, Kabupaten Gunungkidul Gelar Doa Lintas Agama

4 Oktober 2026
KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

KPH. Yudanegara Kembali Nakhodai PBSI DIY Masa Bakti 2026-2030

3 Oktober 2026
Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

Menjaga Jati Diri di Era Modern, Kemeriahan Kenduri Ageng Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196

3 Oktober 2026
Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

Kemeriahan Senam Sehat Sak Obahe dan Gelar UMKM: Rangkaian HARKOP ke-79 dan HUT Kota Yogyakarta ke-270 Bertabur Doorprize

3 Oktober 2026
Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

Kumpulan Cerpen Artificial Intelligence (AI) Eksperimen dan Adaptasi Kemajuan

3 Oktober 2026