Minggu, 23 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Kontak
  • Login
  • Register
Koran Merapi
Advertisement
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata
  • Kuliner
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Merapi
No Result
View All Result
Home News

Pemkot Yogyakarta Optimalkan Penyisiran Sampah di Jalan

admin by admin
27 April 2024
in News
0
Penyisiran dan pengambilan tumpukan sampah di jalan kawasan Kotabaru yang muncul setelah libur Lebaran. (MERAPI-Dokumen Pemkot Yogyakarta)

Penyisiran dan pengambilan tumpukan sampah di jalan kawasan Kotabaru yang muncul setelah libur Lebaran. (MERAPI-Dokumen Pemkot Yogyakarta)

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KORAN MERAPI – Pemerintah Kota Yogyakarta mengoptimalisasi depo-depo sampah dan pengambilan tumpukan sampah di jalanan. Langkah itu sebagai upaya penanganan sampah yang menumpuk setelah libur Lebaran.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan, beberapa waktu lalu mulai muncul tumpukan-tumpukan sampah setelah Lebaran.

Sedangkan pada saat libur Lebaran, aman terkendali artinya posisi depo sudah dikosongkan sebelum masuk libur Lebaran dan disisir setiap pagi. Namun mulai ada penampakan tumpukan sampah di tanggal 16 April 2024 di beberapa titik dan kemudian berkembang.

“Saya kira ini adalah fenomena di masyarakat. Kami kemudian mengambil langkah-langkah untuk lebih mengoptimalisasi baik itu di depo dan maupun di jalan-jalan. Penyisiran di jalan-jalan kami optimalkan sehingga berharap tidak akan menganggu aktivitas masyarakat,” kata Singgih dalam jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (25/4/2024).

Singgih menyatakan berkaitan sampah yang menumpuk di Pasar Beringharjo karena ada penundaan terkait penyesuaian jadwal sampah dari Kota Yogyakarta yang dibawa ke TPA Piyungan. Diakuinya sampai sekarang masih ada kuota sampah di TPA Piyungan walaupun sudah sangat terbatas untuk ketiga daerah salah satunya Kota Yogyakarta.

“Kemarin terjadi penundaan pengambilan karena penyesuaian jadwal. Pada saat kita mendapatkan informasi (tumpukan sampah) kita tindaklanjuti dan selesai di hari berikutnya. Kami minta Dinas Perdagangan untuk bisa memberikan informasi secara detail agar tidak terjadi timbunan yang banyak lagi,” terangnya.

Sedangkan terkait keramaian warga yang membuang sampah ke truk sampah saat mendekati depo di Ngasem yang viral, menurutnya hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah meningkat. Singgih mengutarakan sudah mengubah jam kehadiran truk sampah di depo Ngasem menjadi pukul 05.00 WIB sudah masuk sehingga masyarakat bisa menaruh sampah lebih pagi di truk tapi di dalam depo.

Pihaknya menegaskan Pemkot Yogyakarta akan melaksanakan desentralisasi sampah di tiga lokasi yaitu Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Nitikan, di Kranon atau Nitikan 2 dan Karangmiri. Singgih menyampaikan untuk TPS 3R Nitikan kini disebut TPS RDF karena produk utamanya Refuse Derived Fuel (RDF) dan kompos.

Singgih menyebut di TPS RDF Nitikan dengan penambahan alat pengolah RDF sudah bisa mengolah sampai sekitar 60 ton/hari dan nantinya bisa dimaksimalkan sampai 70 ton/hari.

“Untuk yang Kranon atau Nitikan dua itu nanti akan mulai operasional di awal Mei. Di sana sudah terpasang peralatan satu modul mesin RDF, sekarang sudah diinstalasi. Semoga dalam minggu ini bisa terpasang hanggarnya. Itu (Kranon) nanti akan mengelola (sampah) sekitar 40-45 ton /hari. Jadi total yang bisa kita kelola 100 ton. Atau kalau dimaksimalkan ada sekitar 120 ton untuk dua lokasi,” jelas Singgih.

Singgih menuturkan karena produksi sampah di Kota Yogyakarta sekitar 200 ton, maka sisanya yang belum terkelola dikerjasamakan lebih dulu dengan pihak swasta. Itu karena masih menunggu pembangunan TPS di Karangmiri yang diperkirakan beroperasional awal Juni dan bisa mengolah sampah berkisar 20-25 ton/hari.

Pihaknya merinci untuk 100 ton sisa sampah yang belum terkelola, akan dikerjakan dengan beberapa pihak swasta. Kerja sama dengan swasta itu sudah ditandatangani. Misalnya untuk pengelolaan sampah 20 ton sudah berlangsung mulai di pertengahan April kemarin dan 40 ton akan dilaksanakan di 15 Mei 2024. Kerja sama dengan pihak swasta, modelnya Pemkot Yogyakarta membayar biaya setiap tonase sampah yang diolah.

Singgih menilai dalam skema pengelolaan sampah itu maka antara pemerintah dan swasta harus berkolaborasi bersama. Artinya pengelolaan sampah yang paling ideal adalah pilah olah sampah dari rumah dan sampah residu akan ditangani pemerintah. Tapi untuk menuju itu pihaknya mengajak masyarakat berkolaborasi bekerja sama untuk menyelesaikan masalah persampahan ini secara bijaksana tanpa kemudian harus mengotori kota.

“Penjadwalan depo sudah kita informasikan. Mari kita jaga bersama kota Yogyakarta agar bisa lebih bersih, tertata dan tidak terkotori oleh sampah,” tandasnya. (*)

Tags: SampahYogyakarta

Related Posts

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia
News

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

23 Agustus 2026
Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata
News

Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

23 Agustus 2026
Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak
News

Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

22 Agustus 2026
Menjaga Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Derasnya Arus Informasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama
News

Menjaga Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Derasnya Arus Informasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama

22 Agustus 2026
Gunungkidul jadi Tuan Rumah Apel Besar Hari Pramuka ke-65 DIY, Sri Sultan HB X Ingatkan Pesan Swasembada Pangan
News

Gunungkidul jadi Tuan Rumah Apel Besar Hari Pramuka ke-65 DIY, Sri Sultan HB X Ingatkan Pesan Swasembada Pangan

22 Agustus 2026
63 Tahun Wisnu Murti SMAN 1 Sleman: Gelar Kick Off Lustrum XIII di Lapangan Denggung dan Sambut Reuni Akbar 2028
News

63 Tahun Wisnu Murti SMAN 1 Sleman: Gelar Kick Off Lustrum XIII di Lapangan Denggung dan Sambut Reuni Akbar 2028

22 Agustus 2026

Stay Connected

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

Penutupan Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) untuk Konservasi dan Keselamatan

15 Maret 2025
Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

Bukber Alumni SMPN 1 Jogja Tahun 1983: Ayo Reuni & Bernostalgia!

15 Maret 2025
Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

Mematahkan Stigma, Penyintas Stroke Lumpuh dan Dokternya Berlari Bersama di Bethesda Heritage Run 2026: “Stroke Bukan Akhir Segalanya”

17 Mei 2026
Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

Retno Soetarto : Dunia Hiburan dapat Memberikan Manfaat Dalam Hidupnya.

18 April 2024
KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

0
Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

Dampak Exit Tol di Maguwoharjo Dipetakan, Dishub DIY Wacanakan Bundaran Besar

0
Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Pelatih Fisik PSS Sleman Anel Hidic Benahi Fisik Pemain Secara Bertahap Hingga Capai Peak Performance Saat BRI Liga 1 Kembali Bergulir

0
Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

Begini ritual tahunan di Jogja, pelaku wisata untung

0
KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

23 Agustus 2026
Menanam Kebaikan Selagi Sempat

Menanam Kebaikan Selagi Sempat

23 Agustus 2026
Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

23 Agustus 2026
Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

22 Agustus 2026
KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia, Sepakbola Mini Kian Berkembang di Indonesia

23 Agustus 2026
Menanam Kebaikan Selagi Sempat

Menanam Kebaikan Selagi Sempat

23 Agustus 2026
Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

Menjajal Jeram Kota: Ketika Kali Code Beralih Wajah dari “Got Raksasa” Menjadi Sirkuit Wisata

23 Agustus 2026
Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

Hadapi Puncak Musim Kering di Cilacap, Solusi Bangun Indonesia Salurkan 400 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

22 Agustus 2026
Menjaga Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Derasnya Arus Informasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Menjaga Bhinneka Tunggal Ika di Tengah Derasnya Arus Informasi Menjadi Tanggung Jawab Bersama

22 Agustus 2026
Gunungkidul jadi Tuan Rumah Apel Besar Hari Pramuka ke-65 DIY, Sri Sultan HB X Ingatkan Pesan Swasembada Pangan

Gunungkidul jadi Tuan Rumah Apel Besar Hari Pramuka ke-65 DIY, Sri Sultan HB X Ingatkan Pesan Swasembada Pangan

22 Agustus 2026