KORAN MERAPI – Menanggapi rencana pelaksanaan Kongres Persatuan PWI yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2025 di Jakarta, Ketua PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hudono, menyampaikan pandangan positif dan harapan besar terhadap momentum penting ini.
“Kongres kali ini harus kita maknai sebagai momentum rekonsiliasi, konsolidasi, dan revitalisasi organisasi, demi menjawab tantangan zaman dan menjaga marwah profesi kewartawanan,” ujar Hudono pada koranmerapi.id, Minggu pagi (18/5/25)
Ia menambahkan bahwa dinamika yang terjadi dalam tubuh PWI beberapa waktu terakhir menjadi pembelajaran bersama. “Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam organisasi besar seperti PWI, namun saatnya kita merajut kembali kebersamaan dengan semangat profesionalisme dan independensi.”
Hudono juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh anggota dari daerah, termasuk PWI DIY. “Kami di daerah siap mendukung proses menuju kongres dengan semangat keterbukaan, demokrasi, dan tanggung jawab moral, agar hasilnya nanti betul-betul membawa kemaslahatan bagi organisasi dan dunia pers Indonesia.”
Ia menambahkan, yang intinya menyambut baik, PWI tetap satu. Program bisa jalan, termasuk UKW yang selama ini pending.
Lebih jauh, Hudono berharap Kongres Persatuan ini tidak sekadar memilih kepemimpinan baru, namun juga merumuskan arah dan strategi yang relevan dengan tantangan digitalisasi media, perlindungan wartawan, serta peningkatan kualitas dan integritas jurnalistik di era informasi yang kian cepat berubah.
“PWI adalah rumah besar kita semua. Mari kita jaga dan rawat bersama, dengan hati yang jernih dan tujuan yang luhur,” pungkasnya. (Ags)



















