KORAN MERAPI – Kelompok GEMPITA (Gedongkiwo Makmur Produktif Inovatif Trampil Aktif) kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui pelatihan Batik Cap dengan teknik MBIRONI dan pewarnaan SOGAN. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat GEMPITA, Rumah Bapak RW 15, dan diikuti oleh 15 peserta dari berbagai kalangan ibu-ibu kreatif di wilayah Gedongkiwo, Senin (26/5/25)
Pelatihan ini dipandu oleh Sudarsini, instruktur bersertifikat BNSP, yang juga merupakan anggota internal GEMPITA. Dalam sambutannya, Ibu Paijem, perwakilan dari kelompok, menyampaikan, “Setelah obrolan seru di pasar Condro, kini saatnya kita wujudkan. GEMPITA tidak hanya semangat, tapi siap naik kelas!”.
Pertemuan pertama, yang digelar pada Senin, 26 Mei 2025, menghadirkan materi dasar seperti: Ngecap (pencetakan motif batik), Nguas (melapisi malam), Ciprat dan Jumputan (teknik kreatif tekstur), Pewarnaan biru dan Nglorot (proses meluruhkan malam)
Sementara pertemuan kedua, yang akan dijadwalkan secara fleksibel oleh peserta, akan fokus pada teknik lanjutan: MBIRONI, yakni teknik mempertahankan warna putih pada kain menggunakan canting, kuas, atau alat lain, Pewarnaan SOGAN, khas batik klasik Jawa, Nglorot tahap akhir dan Evaluasi karya dengan penuh kebanggaan.

Pelatihan ini dengan biaya sebesar Rp 150.000, yang sudah mencakup semua kebutuhan alat dan bahan. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga ruang bertumbuh bagi perempuan Gedongkiwo agar semakin produktif dan mandiri. Salah satu peserta, Bu Camat, mengaku sangat antusias, “Batik itu bukan hanya budaya, tapi juga peluang ekonomi. Kami senang bisa belajar langsung dari yang ahli!”
Berikut daftar peserta pelatihan: Bu Ida, Bu Wardoyo, Bu Yuli, Bu Dewi, Bu Asmara, Jenk Yani, Bu Mujimin, Bu Camat, Chuna, Bu Istriyah, Bu Retno Pamularsih, Sulastri, Hetsya, Kunswandari, dan Wiwid.
GEMPITA Hebat! Terus berinovasi, melestarikan budaya, dan memberdayakan perempuan. (Ags)



















