KORAN MERAPI – Upaya meningkatkan daya saing pelaku UMKM di era digital, Talkshow bertajuk “Strategi PR Kreatif untuk UMKM Naik Kelas” sukses digelar pada Kamis, 19 Juni 2025, bertempat di Cinema Universitas Amikom Yogyakarta, Jl. Ring Road Utara, Condongcatur, Depok, Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari program NexTalk dan mengusung tagline inspiratif: “Bikin Heboh, Bikin Laris!”
Acara ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang membagikan ilmu dan strategi kreatif seputar branding, komunikasi digital, hingga mindset bisnis bagi para pelaku UMKM, calon wirausaha muda, dan pegiat industri kreatif.
Ketua Panitia, Olga Naradinda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa talkshow ini digagas sebagai ruang belajar bersama agar UMKM lebih siap menghadapi tantangan pasar saat ini.
“Acara ini kami gagas sebagai ruang belajar bersama, khususnya bagi pelaku UMKM, calon wirausaha muda, dan pegiat industri kreatif agar bisa lebih siap membangun branding dan komunikasi yang efektif di era digital,” ungkap Olga.

Ia juga mengajak peserta untuk mengunjungi Bazar UMKM yang digelar sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal dan semangat kolaborasi.
Mengawali sesi talkshow, Tri Harso Wibowo yang akrab disapa Kang Bedjo, yang merupakan Founder Garda Mandiri menyampaikan pentingnya rasa bangga terhadap profesi sebagai pengusaha. Ia menekankan bahwa pengakuan negara terhadap pelaku usaha, seperti memiliki NIB, harus menjadi sumber kepercayaan diri.
“Rasa bangga dengan profesi pengusaha harus ditunjukkan, karena itu akan memengaruhi cara kita memperkenalkan diri dan usaha kita pada orang lain, termasuk calon pelanggan dan mitra,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan umum UMKM seperti terlalu mengikuti tren, kurang percaya diri terhadap produk sendiri, dan kendala permodalan, serta pentingnya memiliki alasan kuat dalam menjalankan usaha.
Sesi kedua diisi oleh Dyah Marini, CEO Ngelarisi UMKM Yogyakarta dan juga Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif DPD HIPPI DIY. Ia mengajak peserta untuk “Mulai Sekarang” dalam membangun personal brand yang kuat dan memanfaatkan media sosial secara maksimal.
“Visual berkualitas dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Tapi yang lebih penting dari estetika adalah keaslian (authenticity) dan cerita di balik produk,” jelas Dyah.

Ia menekankan pentingnya storytelling yang mampu menciptakan koneksi emosional antara produk dan konsumen, serta menyampaikan prinsip bahwa “People don’t buy what you do, they buy why you do it.”
Sebagai penutup, Iim Rusyamsi, Ketua Umun OK Oce Indonesia membawakan materi mengenai Mindset Bisnis dan Branding sebagai Kunci Cuan di Era Digital. Menurutnya, bisnis yang sukses adalah bisnis yang mampu menjawab kebutuhan pasar dan menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.
“Tujuan dari bisnis bukan hanya mencari keuntungan, tapi juga memberikan solusi,” kata Iim.
Ia juga menekankan pentingnya komunitas bisnis sebagai tempat untuk belajar, berjejaring, dan bertumbuh bersama. Beberapa komunitas yang disebutkan antara lain OK OCE, HIPMI, dan TDA.
Dengan antusiasme peserta dan semangat kolaborasi yang tinggi, acara talkshow ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi UMKM untuk naik kelas melalui strategi PR yang kreatif, digital, dan berkelanjutan. (Ags)



















