KORAN MERAPI – Balai Bahasa Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Prau, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta menjadi saksi hadirnya sosok perempuan yang dibangkitkan dalam ruang imaji dan fakta melalui peluncuran dan bedah novel Roro Hoyi, karya terbaru sastrawan Joko Santoso. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu siang (21/6/2025) ini tak hanya menjadi momentum penting bagi dunia sastra Indonesia, namun juga ruang dialektika antara kreativitas, sejarah, dan tafsir atas perempuan dalam karya fiksi.
Mengangkat tokoh Roro Hoyi sebagai pusat narasi, Joko Santoso menghadirkan figur perempuan yang hidup kembali dalam lanskap kisah yang menggugah dan reflektif. Melalui novel ini, pembaca diajak menelusuri batas antara kenyataan dan imajinasi, antara sejarah yang tercatat dan narasi yang tersembunyi.

Acara peluncuran ini menghadirkan Joko Santoso selaku penulis novel, dan turut mengundang para pembahas yang memiliki otoritas dalam bidang sastra dan kebudayaan, yakni: Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, Dr. Ratun Untoro, M.Hum, dan Dr. Nur Iswantara, M.Hum.
Tak hanya diskusi sastra, acara ini juga disemarakkan dengan penampilan musik performatif oleh Dr. Memet CH Slamet, yang menghadirkan dimensi artistik dalam merespons isi novel.
Perhelatan ini dipandu oleh Evi Idawati sebagai moderator diskusi, serta Dr. (Cand.) Arya Aryanto, SE, MM sebagai pembawa acara (MC), yang menjembatani suasana formal namun tetap hangat dan interaktif.
Acara ini dihadiri 80 orang peserta dan ini melebihi target dari penyelenggara. Gelaran ini didukung sepenuhnya oleh sejumlah pihak yang peduli terhadap perkembangan literasi dan seni di Indonesia, antara lain: BBY Maju Bersama, Bakpia Jokem Group, Paguyuban Seni Tradisi Yogyakarta (PASRI), Koperasi Seniman dan Budayawan (KOSETA), Mandira Baruga/Purawisata, Rumah Sastra Evi Idawati, dan Paseduluran Seni Tradisi (PASTI).
Peluncuran dan bedah novel Roro Hoyi bukan sekadar perayaan terbitnya karya sastra baru, melainkan ruang pertemuan gagasan, seni, dan kebudayaan dalam memperkaya wacana tentang perempuan, sejarah, dan kemanusiaan. (Rls)



















