KORAN MERAPI – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Yogyakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun Buku 2024 pada Sabtu (28/6/2025) di edOTEL, Jl. Kenari No. 4, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Rakerda ini merupakan agenda evaluasi akhir masa bakti kepengurusan Dekopinda Kota Yogyakarta periode 2021–2025, yang dihadiri oleh 79 peserta dari pengurus koperasi se-Kota Yogyakarta, jajaran pengurus Dekopinda, dan Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta serta Ketua Dekopinwil DIY.
Dalam sambutan pembuka, Ketua Panitia Rakerda, Bambang Widodo, menjelaskan bahwa Rakerda ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian kinerja 2024 serta menyusun rencana kerja tahun 2025.
“Musyawarah Daerah (Musda) Dekopinda Kota Yogyakarta dijadwalkan akan berlangsung pada tahun 2026, bersamaan dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan pemilihan pimpinan baru untuk periode 2025–2030,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo atau yang akrab disapa Pak Totok, turut hadir dan membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakerda sebagai wadah penting dalam evaluasi dan penyusunan agenda koperasi ke depan.
“Program kerja Dekopinda ke depan perlu diselaraskan dengan kebijakan nasional, termasuk percepatan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No. 9 Tahun 2025,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi dalam menyongsong program ini, khususnya karena proses pembentukannya berlangsung sangat cepat dan menuntut kesiapan struktural maupun SDM dari tingkat wilayah.
Pak Totok juga menyampaikan perlunya reformasi dan transformasi koperasi, terutama dalam mengubah persepsi masyarakat, termasuk generasi muda, terhadap koperasi. Menurutnya, saat ini masih banyak yang menganggap koperasi hanya dikelola oleh kalangan tua. Oleh karena itu, Pemkot Yogyakarta telah meluncurkan program edukasi koperasi ke sekolah (go to school), termasuk kegiatan seperti cerdas trampil, debat, diskusi, dan pelatihan untuk siswa SMP, SMA, dan mahasiswa yang sudah dilaksanakan.
Sementara itu, Ketua Dekopinwil DIY, Syahbenol, dalam arahannya menyampaikan bahwa kekompakan menjadi kunci keberhasilan koperasi. “Gerakan koperasi harus tumbuh dari kesadaran sukarela. Perbedaan pendapat adalah hal biasa, namun harus tetap dijaga dalam semangat persatuan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya mendukung gerakan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penguatan ekonomi dari tingkat lokal.
Ketua Dekopinda Kota Yogyakarta, Iskandar, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa hingga saat ini, Dekopinda bersifat mandiri dan belum memperoleh dukungan anggaran dari Pemerintah Kota. Meski demikian, pihaknya tetap siap berperan aktif dalam mendampingi koperasi-koperasi, termasuk baru, yakni koperasi Merah Putih.

“Sebanyak 90% koperasi di Kota Yogyakarta masih bergerak di sektor simpan pinjam. Ke depan, kami dorong tumbuhnya koperasi sektor riil yang lebih produktif dan menyejahterakan anggota. Dekopinda siap mendukung koperasi Merah Putih, yang penting jalan dulu,” jelas Iskandar.
Rakerda ini diharapkan menjadi awal sinergi lebih erat antara Dekopinda dan Pemkot Yogyakarta dalam mewujudkan koperasi yang kuat, mandiri, dan berdaya saing sesuai arah kebijakan pemerintah kota, pemerintah daerah dan nasional.(Ags)



















